ajibata, Jakarta – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) meningkatkan kesiapsiagaan layanan. Sebanyak 11.573 petugas disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional selama periode libur akhir tahun. Selain itu, Posko Pantau Nataru resmi beroperasi hingga awal Januari 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, peningkatan frekuensi penerbangan, serta potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Posko Nataru Resmi Beroperasi di Bandara Soetta
General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan telah dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025. Apel tersebut menandai dimulainya operasional Posko Nataru 2025/2026.
Menurut Heru, apel ini menjadi bentuk komitmen Angkasa Pura Indonesia kepada publik. Bandara Soetta dinyatakan siap melayani puncak arus penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Melalui posko ini, kami ingin menegaskan kesiapan Bandara Soekarno-Hatta menghadapi periode Nataru,” ujar Heru.
Oleh karena itu, seluruh unit dan pemangku kepentingan di bandara dilibatkan dalam kesiapsiagaan ini.
Jumlah Personel Ditambah Selama Periode Libur
Selama periode Nataru, Bandara Soekarno-Hatta menambah jumlah personel layanan. Penambahan dilakukan sebesar 4,6 persen dari jumlah harian.
Setiap shift akan ditambah sekitar 160 petugas. Mereka ditempatkan di berbagai titik layanan strategis.
Petugas tambahan disiagakan untuk mengurai antrean, mempercepat layanan, dan menjaga kelancaran arus penumpang. Dengan demikian, potensi kepadatan dapat diminimalkan.
“Hari ini total ada 11.573 personel yang disiagakan,” jelas Heru.
Personel tersebut berasal dari berbagai fungsi. Mulai dari operasional, fasilitas, keamanan perimeter, hingga layanan penumpang.
Antisipasi Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Utama Bandara Soetta
Selain lonjakan penumpang, Bandara Soetta juga mengantisipasi cuaca ekstrem. Seluruh fasilitas bandara telah melalui proses pengecekan menyeluruh.
Salah satu fokus utama adalah sistem kelistrikan. Pihak bandara bekerja sama dengan PLN untuk memastikan keandalan pasokan listrik.
Uji coba dilakukan dengan metode shutdown dan penyalaan ulang. Hasilnya, seluruh sistem kelistrikan dinyatakan aman.
“Termasuk seluruh power supply cadangan, semuanya sudah dipastikan siap,” kata Heru.
Dengan demikian, risiko gangguan listrik selama operasional Nataru dapat ditekan.
Pompa Tambahan Disiagakan di Titik Rawan Genangan
Bandara Soekarno-Hatta juga memperkuat sistem pengendalian genangan air. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hujan dengan intensitas tinggi.
Sebanyak 10 pompa floating tambahan disiapkan. Masing-masing pompa memiliki kapasitas 3.000 liter per menit.
Selain itu, terdapat 12 hingga 15 pompa lain yang disiagakan di berbagai titik rawan genangan. Dengan langkah ini, bandara diharapkan tetap beroperasi optimal meski cuaca buruk.
Oleh sebab itu, penanganan genangan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Lonjakan Penumpang Internasional Diprediksi Terjadi
Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta memprediksi peningkatan signifikan penumpang internasional selama Nataru.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, menyampaikan data perlintasan penumpang internasional menunjukkan tren naik.
Pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2024, jumlah penumpang internasional tercatat 17.067.728 orang. Sementara itu, pada Januari hingga 11 Desember 2025, jumlahnya meningkat menjadi 17.272.822 orang.
“Kami memprediksi lonjakan akan terus berlanjut saat libur Nataru,” ujar Galih.
Imigrasi Imbau Gunakan All Indonesia
Untuk mengurangi antrean, Imigrasi Soekarno-Hatta mengimbau pelaku perjalanan internasional mengisi All Indonesia. Pengisian dapat dilakukan sebelum keberangkatan atau saat boarding.
Menurut Galih, langkah ini sangat membantu mempercepat proses pemeriksaan saat kedatangan. Dengan demikian, kepadatan di area imigrasi dapat diurai.
“Ini akan sangat membantu memecah antrean penumpang,” jelasnya.
Selain itu, Imigrasi juga menyiapkan ratusan petugas tambahan selama Nataru.
Ratusan Petugas Imigrasi Disiagakan dalam Empat Shift
Selama periode libur akhir tahun, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta menyiagakan 570 petugas. Mereka bekerja dalam empat shift pelayanan.
Petugas ditempatkan di beberapa klaster layanan. Termasuk autogate dan konter pemeriksaan manual.
Saat ini, sekitar 70 persen penumpang menggunakan autogate. Sementara itu, 30 persen masih melalui pemeriksaan manual.
Dengan penambahan petugas, layanan keimigrasian diharapkan tetap lancar.
Uji Coba Corridor Gate untuk Layanan Lebih Cepat
Sebagai inovasi, Imigrasi Soekarno-Hatta juga menguji coba layanan corridor gate. Sistem ini dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih cepat dan seamless.
Corridor gate merupakan bagian dari ekosistem pelayanan imigrasi terintegrasi. Proses dimulai dari pengisian All Indonesia hingga pemeriksaan otomatis saat kedatangan.
“Konsepnya satu ekosistem pelayanan tanpa hambatan,” ujar Galih.
Dengan demikian, pengalaman penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diharapkan semakin efisien.
Penutup: Bandara Soetta Siap Hadapi Puncak Nataru
Secara keseluruhan, Bandara Soekarno-Hatta menyatakan kesiapan penuh menghadapi libur Nataru 2025/2026. Kesiapan mencakup personel, fasilitas, dan layanan pendukung.
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat. Tujuannya untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan penumpang.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan libur akhir tahun dengan aman dan nyaman melalui Bandara Soekarno-Hatta.
baca juga di sini : PT Matahari Sampaikan Selamat dan Dukungan Penuh Proyek Prestisius S-WALK











