ajibata, Jakarta – Harga sejumlah komoditas pangan strategis terpantau mengalami kenaikan pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah dan telur ayam ras, yang kembali bergerak naik menjelang akhir pekan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah menembus Rp 73.950 per kilogram. Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan harga pada Jumat pagi yang masih berada di level Rp 70.950 per kilogram.
Selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras juga menunjukkan tren serupa. Komoditas protein hewani tersebut naik menjadi Rp 33.450 per kilogram dari sebelumnya Rp 32.750 per kilogram.
Baca Juga: Libur Nataru 2025/2026, Bank Raya Buka Layanan 24 Jam
Kenaikan Cabai Rawit Merah Jadi Sorotan Utama
Kenaikan harga cabai rawit merah kembali menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, komoditas ini termasuk bahan pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan cuaca.
Menurut data PIHPS, lonjakan harga cabai rawit merah dalam dua hari terakhir mencapai Rp 3.000 per kilogram. Kondisi ini menandakan adanya tekanan di sisi distribusi atau pasokan di tingkat pedagang eceran.
Selain itu, cabai merah besar tercatat berada di harga Rp 51.550 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting dijual di kisaran Rp 50.650 per kilogram. Adapun harga cabai rawit hijau juga relatif tinggi, yakni Rp 58.950 per kilogram.
Dengan demikian, hampir seluruh jenis cabai mengalami penguatan harga secara bersamaan. Situasi ini berpotensi memicu kenaikan biaya konsumsi rumah tangga, terutama di wilayah perkotaan.
Harga Pangan Telur dan Daging Ikut Bergerak Naik
Tidak hanya cabai, harga telur ayam ras juga tercatat mengalami kenaikan. Berdasarkan data terbaru, telur ayam ras dijual di harga Rp 33.450 per kilogram pada Sabtu pagi.
Kenaikan ini relatif moderat. Namun demikian, tren tersebut patut diwaspadai karena telur merupakan sumber protein utama bagi masyarakat.
Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat berada di level Rp 44.950 per kilogram. Di sisi lain, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp 140.750 per kilogram. Untuk daging sapi kualitas II, harga tercatat sebesar Rp 130.850 per kilogram.
Dengan kondisi tersebut, harga protein hewani secara umum masih berada di level tinggi. Meski begitu, pergerakan harga relatif stabil dibandingkan lonjakan pada komoditas cabai.
Harga Beras Masih Stabil di Berbagai Kualitas
Di tengah kenaikan harga cabai dan telur, harga beras relatif stabil. Berdasarkan data PIHPS, harga beras kualitas bawah I berada di level Rp 14.300 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II dijual Rp 14.850 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium, harga medium I tercatat Rp 15.700 per kilogram. Adapun beras medium II berada di kisaran Rp 15.400 per kilogram.
Selanjutnya, beras kualitas super I dijual seharga Rp 16.850 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super II tercatat Rp 16.350 per kilogram.
Secara umum, harga beras belum menunjukkan lonjakan signifikan. Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati pergerakan pasokan menjelang pergantian tahun.
Bawang, Gula, dan Minyak Goreng Terpantau Stabil
Selain beras, harga bawang dan komoditas pokok lainnya juga terpantau relatif stabil. Harga bawang merah tercatat Rp 52.350 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih berada di level Rp 39.800 per kilogram.
Di sektor gula, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp 20.100 per kilogram. Adapun gula pasir lokal dijual di kisaran Rp 18.250 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat Rp 19.300 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga berada di level Rp 23.000 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II dijual Rp 21.750 per liter.
Dengan demikian, komoditas selain cabai dan telur cenderung bergerak stabil. Kondisi ini membantu menahan tekanan inflasi pangan secara keseluruhan.
Perbandingan dengan Harga Sehari Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan data sehari sebelumnya, terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas utama. Pada Jumat, 26 Desember 2025, harga cabai rawit merah masih berada di level Rp 70.950 per kilogram.
Selain itu, harga telur ayam ras saat itu tercatat Rp 32.750 per kilogram. Harga daging sapi juga sedikit lebih rendah, yakni Rp 139.800 per kilogram.
Untuk bawang merah, harga pada Jumat tercatat Rp 51.050 per kilogram. Sedangkan bawang putih berada di harga Rp 39.150 per kilogram.
Di sisi beras, harga beras kualitas bawah I pada Jumat tercatat Rp 14.400 per kilogram. Beras medium I dijual Rp 15.600 per kilogram, dan beras medium II berada di level Rp 15.250 per kilogram.
Faktor Musiman dan Distribusi Jadi Perhatian
Kenaikan harga cabai rawit merah dan telur ayam ras diduga berkaitan dengan faktor musiman. Cuaca yang tidak menentu di sejumlah sentra produksi berpotensi mengganggu pasokan.
Selain itu, distribusi pangan menjelang akhir tahun juga menjadi tantangan tersendiri. Aktivitas logistik yang meningkat dapat memengaruhi biaya distribusi ke tingkat pedagang eceran.
Oleh karena itu, pemantauan harga secara berkala menjadi penting. Langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga
Dengan tren kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis, peran pemerintah menjadi krusial. Koordinasi antarinstansi diperlukan untuk memastikan pasokan tetap lancar.
Selain itu, langkah antisipatif seperti operasi pasar dapat menjadi solusi jangka pendek. Upaya tersebut diharapkan mampu menahan lonjakan harga yang berlebihan.
Ke depan, stabilitas harga pangan akan sangat dipengaruhi oleh cuaca, distribusi, serta kesiapan stok nasional. Oleh sebab itu, pemantauan dan respons cepat tetap menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Kemenekraf dukung JIFFINA dorong ekspor produk kriya Indonesia











