Satu Dekade Shopee di Indonesia, Dorong Transformasi Digital

Satu Dekade Shopee di Indonesia, Dorong Transformasi Digital
Satu Dekade Shopee di Indonesia, Dorong Transformasi Digital

ajibata, JAKARTA — Sejak hadir di Indonesia pada 2015, Shopee berkembang menjadi platform kolaboratif yang mendorong percepatan transformasi digital nasional. Selama satu dekade, Shopee menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM, brand lokal, dan kreator digital.

Seiring waktu, Shopee tumbuh bersama para mitra dengan membuka peluang pengembangan usaha. Selain itu, platform ini membantu memperluas jangkauan pasar dan mendorong Transformasi Digital adaptasi terhadap ekonomi digital. Pertumbuhan tersebut menegaskan peran Shopee dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga: PHE Ajak Mahasiswa Jadi Duta Ketahanan Energi 2025


Shopee Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan perjalanan Shopee tidak terlepas dari dukungan seluruh ekosistem. Ia menilai kolaborasi menjadi fondasi utama pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir.

“Perjalanan Shopee hingga saat ini tidak lepas dari dukungan pengguna, mitra penjual, UMKM, brand lokal, dan mitra bisnis,” ujar Adi, Kamis (18/12/2025).

Menurut Adi, teknologi telah membentuk pola baru dalam berbelanja dan berjualan. Karena itu, Shopee terus menghadirkan pengalaman yang lebih dinamis. Di sisi lain, kreator mendapat ruang untuk berkembang, sementara brand dan UMKM dapat menjangkau pasar lebih luas.

Inovasi Transformasi Digital UMKM dan Brand Lokal Beradaptasi

Inovasi menjadi kunci Shopee agar tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan pengguna. Oleh sebab itu, penjual UMKM dan brand lokal semakin aktif memanfaatkan fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video.

Memasuki usia ke-10, partisipasi UMKM dan brand lokal dalam fitur interaktif terus meningkat. Sepanjang 2025, puluhan juta produk lokal dipromosikan melalui Shopee Live. Tren ini menunjukkan adaptasi pelaku usaha terhadap pola belanja digital.

Selain itu, Shopee mengintegrasikan berbagai program pendampingan untuk mendukung pertumbuhan penjual. Program Ekspor Shopee dan Shopee Pilih Lokal menjadi inisiatif unggulan. Jumlah produk lokal di Shopee Pilih Lokal meningkat 60 persen sepanjang 2025.

Produk Lokal Tembus Pasar Global

Program Ekspor Shopee membuka akses lintas negara bagi UMKM dan brand lokal. Melalui program ini, hampir 40 juta produk lokal diekspor sepanjang 2025. Tujuan ekspor mencakup Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Amerika Latin.

Salah satu brand lokal yang tumbuh bersama Shopee adalah Kintakun. Marketing Director Kintakun, Vincent Saputera, menyebut Shopee sebagai rumah pertama bagi ekspansi digital brand tersebut.

“Sejak bergabung pada 2015, perjalanan Kintakun dan Shopee berjalan beriringan,” kata Vincent. Menurutnya, Shopee membantu brand beradaptasi melalui fitur interaktif dan kampanye yang relevan.

Pola Belanja Pengguna Terus Berubah

Di tengah pertumbuhan UMKM, kebiasaan pengguna juga terus berkembang. Karena itu, Shopee menyesuaikan pendekatan agar pengalaman belanja semakin relevan. Salah satunya melalui rekomendasi produk dari kreator.

Minat pengguna terhadap rekomendasi otentik terlihat dari Shopee Affiliate Program. Pesanan melalui link affiliate meningkat lebih dari lima kali lipat sejak program diluncurkan. Temuan ini menunjukkan pengguna semakin mempercayai rekomendasi kreator.

Selain itu, kebutuhan pengguna bergeser ke pengalaman yang lebih personal. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pengguna ShopeeVIP. Hingga September 2025, pengguna ShopeeVIP di Indonesia, Thailand, dan Vietnam mencapai lebih dari 3,5 juta akun.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari 75 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Dengan demikian, Shopee terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan belanja yang semakin terkurasi.

Shopee Buka Peluang bagi Kreator Digital

Ketertarikan pengguna terhadap konten rekomendasi turut membuka peluang bagi kreator. Untuk itu, Shopee memperkuat kolaborasi melalui Shopee Affiliate Program.

Program ini terbuka bagi kreator dari berbagai latar belakang. Mulai dari pengguna aktif hingga kreator skala besar dapat berpartisipasi. Selain memperoleh pendapatan tambahan, kreator juga berkontribusi pada pertumbuhan UMKM.

Antusiasme terhadap program ini terlihat dari jumlah kreator yang meningkat 4,5 kali lipat sejak awal peluncuran. Hal ini memperkuat peran kreator dalam ekosistem digital.

Tren Menarik di Kampanye Shopee 12.12

Perubahan perilaku pengguna juga tercermin dalam kampanye 12.12 Birthday Sale. Momen ini bertepatan dengan ulang tahun Shopee ke-10. Pada kampanye tersebut, minat terhadap produk lokal meningkat signifikan.

Berbagai fitur dimanfaatkan pengguna untuk menemukan produk UMKM dan brand lokal. Dengan demikian, kampanye 12.12 tidak hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga wadah dukungan terhadap produk dalam negeri.

Menjelang akhir tahun, antusiasme pengguna semakin terlihat. Penjualan produk lokal kategori makanan ringan meningkat hingga empat kali lipat. Sementara itu, kategori dekorasi rumah naik hingga tiga kali lipat di puncak kampanye.

Penutup

Adi menegaskan komitmen Shopee untuk terus memperluas peluang bagi produk lokal. Ke depan, Shopee akan memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inisiatif berkelanjutan.

“Tren 12.12 menunjukkan produk lokal semakin dipercaya pengguna,” tutup Adi. Ia menambahkan, Shopee akan terus mendukung pertumbuhan seluruh ekosistem digital Indonesia.

Baca Juga: FEB UMP SELENGGARAKAN SEMINAR PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN GENERASI Z: MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak