UMKM Jarihitam Ecoprint Tembus Pasar Eropa dan Rusia

UMKM Jarihitam Ecoprint Tembus Pasar Eropa dan Rusia
UMKM Jarihitam Ecoprint Tembus Pasar Eropa dan Rusia

ajibata, Jakarta – Kisah sukses usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Bandung ini membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu menembus pasar global. Jarihitam Ecoprint, UMKM yang mengolah tanaman menjadi kain bermotif alami, berhasil memperluas pasarnya hingga Eropa bahkan Rusia. Perjalanan usaha ini tidak instan. Namun, konsistensi, keunikan produk, dan keberpihakan pada lingkungan menjadi kunci utamanya.

Berawal dari modal terbatas, Jarihitam Ecoprint kini dikenal sebagai salah satu pelaku ekonomi kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai ekspor. Selain itu, usaha ini juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Harga Pangan 27 Desember 2025: Cabai Rawit Merah Rp 73.950

Berawal dari Modal Kecil dan Ide Sederhana UMKM

Pendiri Jarihitam Ecoprint, Irfan Kristiyanto, memulai usahanya pada 2018. Saat itu, ia hanya bermodal Rp25 juta. Meski jumlahnya tidak besar, Irfan melihat peluang dari teknik ecoprint, yaitu mencetak motif daun, bunga, dan ranting langsung ke atas kain.

Menurut Irfan, ide tersebut terasa sangat menarik. Bahan bakunya tersedia di sekitar lingkungan. Selain itu, isu keberlanjutan dan ramah lingkungan membuat ecoprint memiliki nilai jangka panjang. Karena alasan itu, ia yakin ecoprint tidak akan pernah kehilangan pasar.

Pada tahap awal, Irfan melakukan banyak percobaan. Ia mencoba berbagai jenis daun, teknik pengukusan, serta kombinasi kain. Proses ini memakan waktu dan tidak selalu berhasil. Namun, perlahan kualitas produknya semakin baik dan konsisten.

Produk UMKM Ramah Lingkungan yang Terus Berkembang

Seiring waktu, Jarihitam Ecoprint tidak hanya memproduksi kain. Produk mereka berkembang menjadi pakaian, tas, sepatu, hingga perlengkapan dekorasi rumah. Semua dibuat dengan proses manual yang membutuhkan ketelatenan tinggi.

Setiap lembar kain memiliki motif unik. Tidak ada pola yang benar-benar sama. Justru, keunikan inilah yang menjadi nilai jual utama di pasar internasional. Konsumen luar negeri melihat produk ecoprint sebagai karya seni, bukan sekadar tekstil.

Selain itu, penggunaan bahan alami membuat produk ini lebih ramah lingkungan. Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap isu keberlanjutan, ecoprint menjadi alternatif yang relevan bagi industri fesyen.

Menembus Pasar Ekspor hingga Rusia

Keberhasilan Jarihitam Ecoprint menembus pasar internasional dimulai pada 2018. Produk mereka pertama kali diekspor ke Belgia. Setahun kemudian, pasar Prancis dan Jerman menyusul. Pada 2020, produk ecoprint Irfan bahkan sampai ke Selandia Baru.

Namun demikian, kerja sama ekspor terpanjang justru terjalin dengan pembeli dari Rusia pada periode 2024–2025. Di negara tersebut, kain ecoprint dari Bandung diolah kembali menjadi pakaian dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Menurut Irfan, kepercayaan pembeli internasional tidak datang dengan cepat. Ia harus menjaga kualitas, konsistensi produksi, serta ketepatan waktu pengiriman. Oleh karena itu, ia mulai melatih banyak murid agar mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

“Tahun depan harapannya akan terbuka pintu-pintu rezeki yang lain,” ujar Irfan. Kini, ia merasa lebih siap menghadapi pesanan besar karena tidak lagi bekerja sendiri.

Memberdayakan Masyarakat Sekitar

Kesuksesan Jarihitam Ecoprint tidak hanya berdampak pada bisnis semata. Usaha ini juga memberdayakan masyarakat sekitar. Mulai dari pengrajin, penjahit, hingga warga yang menyediakan bahan baku seperti daun dan bunga.

Selain itu, proses produksi yang manual membuka peluang kerja bagi banyak orang. Setiap tahapan, dari kain polos hingga menjadi kain ecoprint, bisa memakan waktu sekitar satu minggu. Proses panjang ini menciptakan lapangan kerja sekaligus transfer keterampilan.

Salah satu peserta pelatihan, Heni Nurelah, mengaku mendapatkan pengalaman baru. Ia belajar bahwa hampir semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan. Menurutnya, proses ecoprint mengajarkan kesabaran dan ketelitian.

Didukung Program Pendampingan BUMN

Melihat dampak sosial yang dihasilkan, Indonesia Financial Group (IFG) menggandeng Irfan sebagai mentor. Program ini ditujukan untuk memberdayakan keluarga korban kecelakaan agar memiliki keterampilan dan sumber penghasilan baru.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, menilai konsep Jarihitam Ecoprint mampu menggerakkan ekonomi daerah. Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari omzet, tetapi juga dari efek berantai yang ditimbulkan.

Ia mencontohkan bagaimana satu usaha ecoprint bisa melibatkan banyak pihak. Ada penyedia bahan, pengrajin, penjahit, hingga mitra ekspor. Dengan begitu, roda ekonomi lokal ikut bergerak.

“Di situlah makna ekonomi sebenarnya,” ujar Denny. Ia menegaskan bahwa dampak sosial inilah yang menjadi indikator keberhasilan UMKM berkelanjutan.

Lebih dari Sekadar Bisnis

Di sisi lain, IFG juga aktif menyalurkan bantuan sosial. Sebelumnya, IFG menyalurkan bantuan lebih dari Rp422 juta bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa koordinasi lintas BUMN dilakukan agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi. Langkah ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.

Inspirasi bagi UMKM Indonesia

Pada akhirnya, kisah Jarihitam Ecoprint menjadi contoh bahwa UMKM lokal mampu bersaing di pasar global. Dengan ide sederhana, keberanian mencoba, dan komitmen pada kualitas, produk berbasis lingkungan bisa memiliki nilai tinggi.

Lebih jauh, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa bisnis tidak harus mengorbankan lingkungan atau nilai sosial. Justru sebaliknya, keberlanjutan dan pemberdayaan dapat menjadi fondasi utama pertumbuhan usaha.

Dengan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Kisah dari Bandung ini menjadi bukti bahwa mimpi menembus pasar dunia bukanlah hal yang mustahil.

Baca Juga: Utang Global Menumpuk, Negara Ini Justru Nyaris Tanpa Utang

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak