ajibata, Jakarta – Aditya Zoni kembali membuktikan keseriusannya sebagai aktor dengan mengambil peran yang tidak biasa dalam film terbarunya berjudul Rajah. Dalam film bergenre mistis ini, Aditya dipercaya memerankan karakter antagonis bernama Birsyah, sosok dingin yang memiliki kemampuan supranatural dan kerap terlibat dalam praktik ilmu hitam.
Peran tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Aditya Zoni. Pasalnya, Birsyah bukanlah karakter antagonis yang emosional atau meledak-ledak. Ia justru digambarkan tenang, soft spoken, namun menyimpan niat jahat yang berbahaya. Karakter ini berdiri sebagai salah satu tangan kanan Malawangsa, tokoh sentral dalam konflik cerita film Rajah.
“Saya sebagai Birsyah, itu salah satu tangan kanannya Malawangsa. Dia karakternya dingin dan soft spoken, tapi jahat,” ujar Aditya Zoni saat peluncuran trailer dan poster film Rajah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025).
Menurut Aditya, karakter Birsyah memiliki keunikan tersendiri. Ia bukan sosok dukun tradisional, tetapi lebih ke figur dengan ilmu gelap yang digunakan secara strategis untuk mencelakai orang lain. “Dia ini punya ilmu, tapi bukan yang dukun. Cuma dia memang fungsinya untuk nyantet orang,” lanjutnya.
Pendalaman karakter tersebut membuat Aditya harus keluar dari zona nyaman. Ia tidak hanya dituntut memainkan emosi, tetapi juga atmosfer misterius yang melekat pada setiap gerak dan dialog Birsyah.
Proses Aditya Zoni Pendalaman Peran dan Bimbingan Sutradara
Dalam proses produksi film Rajah, Aditya Zoni mendapat arahan intens dari sutradara Jiwo Kusumo. Salah satu tantangan terbesar adalah ketika Aditya harus melafalkan mantra-mantra yang terdengar asing dan penuh nuansa mistis.
Mantra-mantra tersebut menjadi elemen penting dalam membangun karakter Birsyah. Oleh karena itu, pelafalan, intonasi, dan ekspresi harus benar-benar tepat agar terasa meyakinkan di layar.
“Ya diajari sama Mas Jiwo. Diajari sama Mas Jiwo, ya ikut-ikutin saja sudah,” ucap Aditya.
Meski demikian, Aditya mengaku sempat merasa waswas. Ia khawatir kalimat yang diucapkan memiliki makna magis sungguhan yang bisa berdampak di luar kebutuhan syuting.
Rasa Takut yang Sempat Menghantui
Aditya Zoni tak menampik bahwa dirinya sempat merasa ngeri saat harus membaca mantra-mantra tersebut. Kekhawatiran itu muncul karena ia tidak ingin mengambil risiko, apalagi menyangkut hal-hal yang berbau supranatural.
“Betul. Itu aku juga sudah bilang sama Mas Jiwo, kita sharing segala macam. Apakah ini betulan mantra atau bagaimana, kan aku ngeri. Takutnya gimana-gimana,” ungkap Aditya.
Namun, kekhawatiran tersebut akhirnya terjawab. Sutradara Jiwo Kusumo memberikan penjelasan detail mengenai makna dan konteks mantra yang digunakan dalam film. Semua kalimat dipastikan aman dan bersifat fiktif.
“Mas Jiwo sudah menjelaskan, ‘Bukan, ini bahasanya ini, artinya ini, artinya ini’. Jadi aman,” lanjutnya.
Penjelasan tersebut membuat Aditya merasa jauh lebih tenang. Setelah itu, ia bisa fokus sepenuhnya pada akting dan penghayatan karakter Birsyah tanpa dihantui rasa takut berlebihan.
Kolaborasi Perdana Bersama Panji Zoni
Hal menarik lainnya dari film Rajah adalah keterlibatan Panji Zoni, adik kandung Aditya Zoni. Film ini menjadi proyek layar lebar pertama yang mempertemukan mereka dalam satu produksi.
Meski tidak selalu berada dalam satu adegan, kehadiran Panji memberikan dukungan moral tersendiri bagi Aditya. Menurutnya, bekerja bersama saudara kandung menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman.
“Support terus pastilah. Karena memang kita di sini saling support,” kata Aditya.
Kolaborasi ini juga menjadi pengalaman emosional. Di tengah karakter yang berseberangan dan nuansa film yang gelap, ikatan keluarga justru menjadi penyeimbang selama proses syuting berlangsung.
Film Rajah dan Pesan Cerita
Film Rajah tidak hanya menyajikan kisah mistis, tetapi juga mengangkat konflik kekuasaan, ambisi, dan sisi gelap manusia. Unsur supranatural digunakan sebagai medium untuk menggambarkan bagaimana seseorang bisa tergelincir ketika kekuasaan dan dendam menguasai pikiran.
Selain Aditya Zoni dan Panji Zoni, film ini juga dibintangi oleh Samuel Rizal, Angel Lisandi Putri, dan Ditha Samantha. Kehadiran para pemain ini memperkuat dinamika cerita dan konflik antar karakter.
Diproduksi oleh Right Senses Film, Rajah diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi penikmat film Indonesia. Atmosfer kelam, cerita penuh intrik, dan konflik emosional menjadi kekuatan utama film ini.
Film Rajah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026. Bagi Aditya Zoni, film ini menjadi bukti keberaniannya menjajal peran kompleks dan jauh dari karakter yang selama ini melekat pada dirinya.
Melalui karakter Birsyah, Aditya Zoni menunjukkan bahwa dirinya siap berkembang sebagai aktor yang mampu memainkan peran-peran menantang, bahkan ketika harus berhadapan dengan sisi gelap dan mistis sebuah cerita.
baca juga di sini : Gereget Banget Ngeliat Kelakuan Pelakor | Suami Pengganti Eps 44 (5/5)











