ajibata, Jakarta – Ketegangan antara ADOR dan Danielle eks NewJeans kembali meningkat tajam menjelang akhir 2025. Setelah sebelumnya dikeluarkan dari grup dan diputus kontraknya, Danielle kini menghadapi gugatan hukum dari mantan agensinya sendiri. Tidak hanya dirinya, keluarga Danielle serta mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, juga ikut terseret sebagai pihak tergugat.
Nilai gugatan yang diajukan pun langsung mencuri perhatian publik. Mengutip laporan Korea JoongAng Daily dan The Korea Times, Rabu (31/12/2025), menuntut ganti rugi senilai 43,1 miliar won atau sekitar Rp499 miliar. Gugatan tersebut secara resmi didaftarkan ke Divisi Perdata 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul, sebagaimana diberitakan Newsis.
Langkah hukum ini menandai babak baru dalam konflik panjang yang melibatkan ADOR, NewJeans, serta manajemen induknya, HYBE. Selain itu, kasus ini juga memperlihatkan bagaimana perselisihan internal industri K-pop dapat berujung pada tuntutan hukum bernilai fantastis.
Baca Juga: Kenny Austin Jadi Calon Ayah Siaga Demi Ngidam Amanda
ADOR Tegaskan Alasan Pemutusan Kontrak
Sebelumnya, saat mengumumkan pemutusan kontrak Danielle, pihak ADOR sudah memberi sinyal akan mengambil jalur hukum. Dalam pernyataan resminya, agensi tersebut menyebutkan bahwa kerja sama profesional dengan Danielle dinilai tidak lagi memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Dalam kasus Danielle, kami menyimpulkan bahwa akan sulit untuk melanjutkan kerja sama sebagai anggota NewJeans dan artis. Oleh karena itu, kami hari ini menyampaikan kepadanya tentang pemutusan kontrak eksklusifnya,” tulis pihak agensi.
Selain itu, ADOR juga menegaskan rencana untuk menuntut pertanggungjawaban hukum dari pihak-pihak yang mereka nilai berperan besar dalam konflik berkepanjangan ini. “Kami berencana menuntut tanggung jawab hukum terhadap salah satu anggota keluarga Danielle dan mantan CEO Min Hee Jin, yang memikul tanggung jawab signifikan atas timbulnya perselisihan ini, termasuk kepergian serta kembalinya NewJeans yang tertunda,” lanjut pernyataan tersebut.
Dengan demikian, gugatan ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga memperluas konflik ke ranah keluarga dan manajemen lama.
Kronologi Panjang Sengketa Danielle dan ADOR
Untuk memahami situasi ini, perlu menengok kembali awal mula konflik. Perseteruan Danielle dengan ADOR tidak dapat dilepaskan dari sengketa internal antara pihak agensi dan Min Hee Jin, sosok yang dikenal sebagai “otak kreatif” di balik kesuksesan NewJeans.
Ketegangan tersebut memuncak ketika Min Hee Jin dilengserkan dari jabatannya sebagai CEO ADOR. Tak lama berselang, pada akhir November 2024, kelima anggota NewJeans secara terbuka menyampaikan tuntutan agar kontrak mereka dengan ADOR diakhiri. Pernyataan ini disampaikan melalui siaran langsung, yang kemudian memicu reaksi luas dari publik dan industri.
Sejak saat itu, konflik berlanjut sepanjang 2025. Perang pernyataan di media berlangsung silih berganti, sementara proses hukum berjalan paralel di pengadilan. Baik ADOR maupun para anggota NewJeans saling mengajukan argumen, menciptakan salah satu sengketa paling disorot dalam sejarah industri K-pop modern.
Putusan Pengadilan yang Mengubah Arah
Puncak dari rangkaian perselisihan tersebut terjadi pada 30 Oktober 2025. Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan memenangkan ADOR dan mengukuhkan keabsahan kontrak eksklusif antara agensi dan NewJeans. Putusan ini menjadi titik balik penting, karena secara hukum memperkuat posisi ADOR.
Setelah keputusan tersebut, muncul harapan bahwa NewJeans akan kembali beraktivitas secara penuh di bawah naungan ADOR. Banyak penggemar menduga konflik akan segera mereda. Namun, perkembangan selanjutnya justru menunjukkan bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai, terutama terkait Danielle.
Satu per Satu Member Kembali ke ADOR
Pasca-putusan pengadilan, mengonfirmasi bahwa Haerin dan Hyein kembali ke agensi pada 13 November 2025. Langkah ini disambut positif oleh penggemar yang menantikan stabilitas grup.
Tak lama kemudian, Minji, Hanni, dan Danielle sempat menyampaikan pernyataan bersama. “Halo. Ini Minji, Hanni, dan Danielle. Baru-baru ini, setelah diskusi yang saksama, kami memutuskan untuk kembali ke ADOR,” ujar mereka.
Namun, seiring berjalannya waktu, situasi berkembang tidak sepenuhnya sesuai harapan. Hanni akhirnya menyusul Haerin dan Hyein untuk kembali beraktivitas bersama agensi. Sementara itu, posisi Danielle justru semakin rumit hingga berujung pada pemutusan kontrak dan gugatan hukum.
Klaim ADOR soal Informasi yang Keliru
Dalam pernyataan terbarunya, ADOR menyebut bahwa selama proses diskusi dengan para member, mereka menemukan adanya pengaruh informasi yang dinilai keliru. Menurut agensi, hal ini menjadi salah satu pemicu utama kesalahpahaman yang berujung pada konflik berkepanjangan.
“Melalui percakapan ini, ADOR mengetahui bahwa, selama periode yang panjang, para anggota terus-menerus terpapar informasi yang terdistorsi dan bias. Kondisi tersebut menyebabkan banyak kesalahpahaman tentang agensi yang akhirnya memicu perselisihan ini,” kata perwakilan ADOR.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konflik tidak hanya bersifat kontraktual, tetapi juga dipengaruhi dinamika komunikasi dan kepercayaan.
Babak Baru Sengketa di Industri K-pop
Gugatan senilai ratusan miliar rupiah ini menandai babak baru dalam drama panjang antara ADOR dan Danielle. Di satu sisi, agensi berupaya menegaskan otoritas hukum dan tanggung jawab pihak-pihak terkait. Di sisi lain, kasus ini memunculkan pertanyaan besar tentang perlindungan artis muda, dinamika manajemen, serta batas antara kreativitas dan kontrak di industri K-pop.
Ke depan, publik masih menanti bagaimana pengadilan akan menilai gugatan ADOR ini. Yang jelas, konflik ini telah menjadi salah satu kasus paling kompleks dan berpengaruh di dunia hiburan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Wisata Belanja Diskon Akhir Tahun di Big Bang Festival











