ajibata, Jakarta – Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga bagi industri perfilman Tanah Air. Film Agak Laen: Menyala Pantiku! atau yang lebih dikenal sebagai Agak Laen 2 resmi mencetak sejarah baru. Pada Jumat malam, 2 Januari 2026, film ini dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, menggulingkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Jumbo.
Peralihan tahta ini terjadi secara dramatis di awal tahun baru. Setelah lebih dari satu bulan bertahan di jaringan bioskop seluruh Indonesia, Agak Laen 2 akhirnya melampaui capaian Jumbo yang sebelumnya mengoleksi sekitar 10,233 juta penonton. Hingga Jumat malam, jumlah penonton Agak Laen: Menyala Pantiku! telah menembus 10,250 juta dan terus bertambah.
Baca Juga: BTS Pastikan Comeback 20 Maret 2026
Konsistensi Penonton Sejak Hari Pertama
Sejak dirilis pada 27 November 2025, Agak Laen 2 menunjukkan performa yang sangat konsisten. Film garapan sutradara Muhadkly Acho ini diproduksi oleh rumah produksi Imajinari dan dibintangi oleh Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, serta Oki Rengga.
Sejak pekan pertama penayangan, film ini langsung mendapat sambutan luar biasa. Bahkan, memasuki libur Natal dan Tahun Baru, jumlah penontonnya justru semakin meningkat. Oleh karena itu, keberhasilan Agak Laen 2 bukan sekadar efek viral sesaat, melainkan hasil dari daya tarik cerita, kekuatan komedi, serta kedekatan dengan penonton Indonesia.
Ernest Prakasa: “Ini Semua Ulah Kalian”
Keberhasilan monumental ini dikonfirmasi langsung oleh produser Imajinari, Ernest Prakasa. Melalui akun media sosialnya, Ernest membagikan video cuplikan Agak Laen 2 yang disertai keterangan penuh rasa syukur.
“Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa. 10.250.000++ penonton sudah ikut mencetak rekor,” tulis Ernest. Selain itu, ia juga mendedikasikan pencapaian tersebut untuk seluruh pemain, kru, serta penonton yang telah mendukung film ini sejak hari pertama.
Lebih lanjut, Ernest menegaskan bahwa rekor ini bukan milik satu pihak saja. “Saya persembahkan pencapaian ini untuk seluruh kru dan pemain yang sudah mendedikasikan segenap kepiawaiannya. Terima kasih penonton bioskop Indonesia. Ini semua ulah kalian,” tulisnya. Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi Imajinari yang selalu menempatkan penonton sebagai bagian penting dari perjalanan sebuah film.
Dukungan Hangat dari Para Seniman
Tak lama setelah kabar ini tersebar, kolom komentar Ernest Prakasa dipenuhi ucapan selamat dari para sineas ternama. Sutradara Hanung Bramantyo menuliskan, “Selamat sekali lagi. Gilak! Gilak! !” Sementara itu, produser senior Mira Lesmana ikut menyahut dengan ucapan, “Woohoo! Congrats all cast and crew! Bravo!”
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Agak Laen 2 dirayakan bersama oleh komunitas perfilman nasional. Alih-alih rivalitas yang kaku, para pelaku industri justru menampilkan solidaritas yang kuat.
Ucapan Sportif dari Geng Jumbo
Menariknya, ucapan selamat juga datang dari pihak yang “terkudeta”. Rumah produksi Visinema Studios, produser film Jumbo, turut memberikan apresiasi melalui akun Instagram resmi mereka.
“Hore! Selamat ya kakak-kakak Agak Laen! Film Agak Laen: Menyala Pantiku! sekarang menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa,” tulis Visinema. Mereka juga menambahkan bahwa banyak penonton tertawa dan terhibur oleh film tersebut, sebuah hal yang sangat mereka apresiasi.
Menanggapi ucapan itu, Ernest Prakasa membalas dengan nada hangat dan jenaka. Ia menyebut momen saling balas ucapan ini sebagai sesuatu yang “gemas” dan menegaskan bahwa dukungan antar-sineas adalah bukti sehatnya ekosistem film Indonesia.
Dampak Besar bagi Industri Film Nasional
Keberhasilan Agak Laen 2 menempati posisi puncak daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa membawa makna yang lebih luas. Saat ini, film tersebut masih memiliki lebih dari 1.600 jam tayang (showtime) di bioskop seluruh Indonesia. Dengan demikian, angka penontonnya masih berpotensi terus bertambah.
Kini, daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa dipimpin oleh Agak Laen: Menyala Pantiku!, disusul Jumbo di posisi kedua, dan KKN di Desa Penari di peringkat ketiga. Perubahan ini menandai era baru di mana film komedi mampu bersaing dan bahkan melampaui film horor maupun animasi dalam hal jumlah penonton.
Pada akhirnya, pencapaian Agak Laen 2 bukan hanya tentang angka. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa film dengan identitas lokal, humor yang relevan, serta kerja tim yang solid mampu menciptakan sejarah. Selain itu, momen saling mendukung antar-pelaku industri menjadi sinyal positif bahwa perfilman Indonesia sedang berada di jalur pertumbuhan yang sehat dan menjanjikan.
Baca Juga: Kim Se Jeong Rilis Lighstick Versi Baru dengan Desain Menggemaskan











