Konser Heal Sumatra Himpun Rp17 Miliar untuk Korban Bencana

Konser Heal Sumatra Himpun Rp17 Miliar untuk Korban Bencana
Konser Heal Sumatra Himpun Rp17 Miliar untuk Korban Bencana

ajibata, Jakarta – Konser amal 100 Musisi Heal Sumatra yang digelar di Kemang, Jakarta, Selasa (16/12), berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 17,1 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk membantu para korban banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dalam beberapa waktu terakhir.

Pengumuman total donasi disampaikan di penghujung acara yang berlangsung maraton sejak siang hingga malam hari. Ribuan penonton yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan melalui siaran daring menyambut capaian tersebut dengan tepuk tangan panjang.

“Jumlahnya terkumpul Rp 17,1 miliar,” ujar Kadri Mohamad, salah satu penggagas konser, dari atas panggung saat menutup acara.

“Alhamdulillah, terima kasih buat semua orang baik yang telah menyumbang,” sambung Irma Hutabarat, penggagas lainnya, yang berdiri bersama Tompi.


Baca Juga: Apa yang Baru dari DA 7? Arbil Tersingkir di Top 4


Donasi Rp 17,1 Miliar untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

Dana yang terkumpul dari konser ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam penggalangan dana berbasis konser musik sepanjang 2025. Donasi berasal dari berbagai sumber, mulai dari penonton yang hadir langsung di lokasi, audiens yang mengikuti acara melalui live streaming, hingga kontribusi dari individu dan lembaga yang tergerak oleh misi kemanusiaan ini.

Menurut panitia, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan mendesak korban bencana, seperti bantuan logistik, layanan kesehatan, pemulihan hunian, hingga dukungan jangka menengah bagi masyarakat terdampak. Penyaluran donasi akan dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan melibatkan mitra kemanusiaan yang berpengalaman.


Konser Maraton Lebih dari Sembilan Jam

Konser 100 Musisi Heal Sumatra berlangsung lebih dari sembilan jam, dimulai sejak siang hari dan berakhir sekitar pukul 21.30 WIB. Acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi terbuka, di mana musik menjadi alat utama untuk menyampaikan empati dan kepedulian.

Selain digelar secara luring, konser ini juga disiarkan secara langsung melalui berbagai platform digital. Hal tersebut memungkinkan masyarakat di luar Jakarta, bahkan di luar negeri, untuk ikut menyaksikan sekaligus berdonasi.

Konsep hybrid ini terbukti efektif memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan partisipasi publik dalam aksi kemanusiaan tersebut.


Seratus Musisi dari Berbagai Genre Bersatu Di Konser Heal Sumatra

Sesuai dengan tajuknya, konser ini melibatkan tidak kurang dari 100 musisi yang tampil secara bergantian. Keunikan acara ini terletak pada keberagaman genre musik yang disajikan, mulai dari pop, rock, R&B, folk, jazz, hingga dangdut.

Sejumlah musisi senior turut meramaikan panggung, di antaranya Ernie Djohan, Titi DJ, Vina Panduwinata, Heidy Yunus, GIGI minus Budjana, Trison Manurung, Iis Dahlia, Elfa’s Singer, Yovie Widianto, Dira Sugandi, Rossa, Andre Hehanusa, Ita Purnamasari, Dwiki Dharmawan, serta Deddy Dhukun.

Para musisi lintas generasi ini tampil berdampingan dengan musisi muda seperti D’Masiv, Cakra Khan, Afgan, Amank Syamsu, Run, Juicy Luicy, No Na, dan sejumlah nama lainnya. Seluruh penampilan diiringi oleh Audiensi Band, yang menjadi pengiring utama sepanjang konser.


Konser Kolaborasi Lintas Generasi di Atas Panggung

Salah satu kekuatan konser ini adalah suasana kebersamaan yang terasa nyata di atas panggung. Musisi senior dan musisi muda tidak tampil secara terpisah, melainkan saling berkolaborasi dalam beberapa sesi penampilan.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya warna musikal, tetapi juga menjadi simbol estafet solidaritas antar generasi dalam dunia musik Indonesia. Penonton disuguhkan penampilan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna kemanusiaan.


Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Turut Menyumbang Suara

Konser amal ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, yang turut naik ke atas panggung. Mantan vokalis band Nidji tersebut membawakan lagu “Laskar Pelangi”, yang langsung mengundang koor massal dari penonton.

Kehadiran Giring menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap inisiatif kebudayaan yang berpihak pada kemanusiaan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran musisi dan pelaku industri kreatif yang bergerak cepat merespons bencana melalui karya.


Seluruh Pengisi Acara Tampil Sukarela Tanpa Bayaran

Fakta menarik dari konser 100 Musisi Heal Sumatra adalah seluruh musisi dan pengisi acara tampil secara sukarela tanpa menerima bayaran. Hal ini disampaikan oleh Tantowi Yahya, yang turut hadir dan menyampaikan pernyataan di atas panggung.

“Malam ini sangat istimewa, karena semua penyanyi, grup, termasuk Audiensi Band ini tampil suka rela, tanpa dibayar,” ujar Tantowi, yang juga dikenal sebagai penyanyi dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru.

Acara ini juga dipandu oleh deretan pembawa acara ternama seperti Indra Bekti, Asti Ananta, Omesh, Deswita Maha, Ade Andini, Dhika, hingga Cing Abdel, yang secara bergantian mengajak penonton untuk terus berdonasi sepanjang acara berlangsung.


Didukung Pemerintah dan Berpeluang Digelar Kembali

Konser ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI. Dukungan tersebut memperkuat posisi acara sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor.

Kadri Mohamad menyebut, tidak menutup kemungkinan konser serupa akan kembali digelar apabila masih dibutuhkan untuk membantu korban bencana di wilayah lain.

“Kalau memang masih dibutuhkan, kami siap membuat atau mengolah konten kemanusiaan lainnya,” ujar Kadri kepada Liputan6.com.

Konser 100 Musisi Heal Sumatra menjadi bukti bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menjadi kekuatan sosial yang konkret. Di tengah duka akibat bencana, panggung musik berubah menjadi ruang empati, solidaritas, dan harapan bagi mereka yang terdampak.

Baca Juga: Kabar Duka: Rob Reiner Dikabarkan Meninggal Dunia

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak