ajibata, Menjelang penutupan tahun 2025, Michelle Ziudith semakin aktif mengampanyekan film terbarunya berjudul Alas Roban. Film bergenre horor ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan di awal tahun.
Dalam film ini, Michelle Ziudith beradu akting dengan Rio Dewanto dan Taskya Namya. Alas Roban disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, sineas yang dikenal lewat karya-karya dengan pendekatan atmosfer kuat dan emosional.
Kehadiran film ini dinilai menambah warna dalam deretan film horor Indonesia, terutama karena mengangkat mitos lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat Jawa Tengah.
Baca Juga: Erika Carlina Pilih Damai, Cabut Laporan Kasus Pengancaman
Poster dan Trailer Buka Tabir Teror Jalur Pantura
Menjelang jadwal rilis, pihak produksi Alas Roban merilis poster dan trailer resmi. Materi promosi ini langsung mencuri perhatian publik karena menampilkan suasana mencekam khas jalur Pantura, khususnya kawasan Alas Roban yang selama ini dikenal angker.
Poster terbaru memperlihatkan empat pemeran utama, yakni Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, dan Fara Shakila. Ekspresi wajah para pemain dan nuansa visual gelap memberi isyarat kuat tentang teror yang akan dihadirkan film ini.
Trailer resmi semakin menggoda rasa penasaran penonton. Potongan adegan menampilkan jalanan sepi, suasana hutan lebat, serta konflik psikologis para karakter yang terjebak dalam situasi misterius. Banyak penonton menilai Alas Roban tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga atmosfer dan cerita yang berakar pada mitos lokal.
Roadshow ke Batang dan Semarang Disambut Antusias


Sebagai bagian dari rangkaian promosi, Michelle Ziudith melakukan roadshow ke Jawa Tengah. Ia mengunjungi Kota Batang, daerah yang lekat dengan mitos Alas Roban. Kehadiran Michelle disambut hangat oleh warga setempat yang antusias menyambut film tersebut.
Batang dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik penting jalur Pantura yang sarat cerita mistis. Kunjungan tersebut dinilai memperkuat keterikatan film dengan lokasi dan mitos yang diangkat dalam cerita.
Selain Batang, Michelle Ziudith bersama Taskya Namya dan Fara Shakila juga menghadiri acara meet and greet di Semarang. Acara ini dihadiri ratusan penggemar yang ingin bertemu langsung para pemain dan mendengar cerita di balik layar proses produksi film.
Michelle Ziudith Bagikan Antusiasme Lewat Media Sosial
Keseruan rangkaian promosi di Jawa Tengah turut dibagikan Michelle Ziudith melalui akun Instagram terverifikasi miliknya. Dalam unggahan pada Kamis, 25 Desember 2025, ia menuliskan rasa terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari para penonton.
“Gila ramainya. Terima kasih buat semua yang datang ke meet & greet ALAS ROBAN! Energinya nggak main-main—ketemu kalian bikin makin semangat!” tulis Michelle dalam unggahan tersebut.
Unggahan ini langsung mendapat ribuan respons dari penggemar. Banyak yang mengaku semakin penasaran dengan film Alas Roban setelah melihat antusiasme warga dan kedekatan para pemain dengan penonton.
Alas Roban dan Daya Tarik Horor Lokal
Film Alas Roban mengangkat kisah horor yang berakar dari mitos lokal. Jalur Alas Roban selama ini dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan dan sarat cerita mistis. Mitos tersebut menjadi bahan utama pengembangan cerita film ini.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan tren horor Indonesia yang semakin mengedepankan cerita berbasis budaya dan kepercayaan lokal. Penonton tidak hanya disuguhi ketegangan, tetapi juga diajak memahami latar sosial dan psikologis karakter.
Michelle Ziudith sendiri dikenal sebagai aktris yang kerap tampil dalam film drama dan horor. Perannya di Alas Roban disebut menghadirkan sisi emosional yang kuat, seiring dengan tekanan teror yang dialami karakternya.
Harapan Jelang Tayang di Bioskop
Dengan promosi yang masif dan respons positif dari publik, Alas Roban diproyeksikan menjadi salah satu film horor yang mencuri perhatian di awal 2026. Kehadiran pemain papan atas dan sutradara berpengalaman menjadi nilai tambah tersendiri.
Roadshow ke daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan cerita film dinilai sebagai strategi efektif. Pendekatan ini membuat penonton merasa lebih dekat dengan cerita yang akan disajikan di layar lebar.
Menjelang penayangan pada 15 Januari 2026, antusiasme publik terus meningkat. Alas Roban bukan sekadar film horor, tetapi juga upaya mengangkat mitos lokal ke dalam sinema modern, dengan Michelle Ziudith sebagai salah satu motor utamanya.
Baca Juga: Dukungan Meriah Untuk Para Grand Finalis! – Grand Final Kedua











