ajibata, Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus mencatatkan capaian signifikan sepanjang 2025. Hingga pertengahan Desember, layanan ini telah dimanfaatkan oleh 66 juta penduduk Indonesia, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Profesor Dante Saksono pada Selasa (16/12/2025). Ia menyebut angka tersebut menjadi modal penting untuk mencapai target nasional hingga akhir tahun.
Target 70 Juta Peserta di Akhir 2025
Melihat tren partisipasi yang terus meningkat, Kementerian Kesehatan optimistis target 70 juta penduduk penerima layanan CKG dapat tercapai sebelum 2025 berakhir.
“Kita targetkan nanti di akhir tahun akan tercapai 70 juta orang periksa kesehatan gratis,” ujar Dante usai melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Menurutnya, konsistensi pelayanan dan dukungan tenaga kesehatan di daerah menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Selain itu, pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat turut mempercepat pencapaian target.
Layanan Jemput Bola ke Pulau-Pulau
Tidak hanya mengandalkan layanan di Puskesmas, CKG juga dilaksanakan melalui pendekatan jemput bola. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Program Perahu Sehat Pulau Bahagia (PSPB).
Melalui program ini, tenaga kesehatan mendatangi warga pulau menggunakan perahu. Dengan demikian, masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan dasar.
“CKG tidak hanya di Puskesmas. Para tenaga kesehatan juga datang langsung ke pulau-pulau dan daerah terpencil, bekerja sama dengan pemerintah desa,” jelas Dante.
Sebagai contoh, Puskesmas Sabutung melayani warga dari 17 pulau. Melalui PSPB, tenaga kesehatan melakukan kunjungan hingga empat kali dalam setahun ke pulau-pulau tersebut.
Antusiasme Masyarakat Kepulauan
Kepala Puskesmas Sabutung, Harmawati, mengungkapkan bahwa kehadiran tenaga kesehatan di pulau-pulau disambut sangat baik oleh warga. Menurutnya, kunjungan langsung membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan.
“Masyarakat senang sekali saat ada dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan lain berkunjung ke pulau,” ujarnya.
Antusiasme ini dinilai penting karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, terutama bagi mereka yang sebelumnya sulit menjangkau fasilitas medis.
Karies, Hipertensi, dan Diabetes Dominan
Selain capaian jumlah peserta, hasil pemeriksaan CKG juga memberikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat. Berdasarkan data lapangan, karies gigi atau gigi berlubang menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan.
Selain itu, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus juga cukup dominan. Kondisi ini banyak ditemukan pada peserta dewasa dan lanjut usia.
Menanggapi temuan tersebut, Dante menekankan pentingnya penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi komplikasi serius.
Penanganan Cepat Jadi Kunci
Dante menyarankan agar pasien yang terdeteksi hipertensi segera mendapatkan pengobatan tanpa menunggu kunjungan lanjutan. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan risiko jangka panjang.
“Begitu terdiagnosis tekanan darah tinggi, langsung diberikan obat. Tidak perlu menunggu pasien datang lagi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi Puskesmas Sabutung yang telah menerapkan sistem tersebut. Menurut Dante, pelayanan cepat dan tepat merupakan inti dari layanan kesehatan primer yang berkualitas.
Sebagai dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin dan metabolik, Dante berharap CKG terus diperluas. Selain meningkatkan angka pemeriksaan, program ini juga berperan besar dalam deteksi dini penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
baca juga di sini : Edukasi Remaja Sejak Dini, PT BUMA Ajak Pelajar SMAN 1 Tanta Waspada HIV,AIDS dan NAPZA











