ajibata, Jakarta — Kasus demam pada anak meningkat selama musim pancaroba, saat cuaca berubah cepat dari panas ke hujan. Kondisi ini membuat tubuh anak harus beradaptasi dengan suhu yang tidak stabil. Menurut dr. Meva Nareza T, perubahan cuaca ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga virus lebih mudah menginfeksi anak.
“Fluktuasi suhu ekstrem menyebabkan tubuh anak bekerja lebih keras. Sistem imun yang belum matang membuat mereka rentan mengalami gejala batuk, pilek, hingga demam,” jelas Meva.
Fenomena ini sering terjadi karena suhu lingkungan berubah dalam waktu singkat. Tubuh anak belum mampu menyesuaikan regulasi panas seefektif orang dewasa, sehingga respon imun melemah.
Selain itu, tingkat kelembapan saat pancaroba membantu virus berkembang lebih cepat. Kombinasi kondisi lingkungan dan daya tahan menurun menyebabkan infeksi lebih mudah menyerang.
Faktor Utama yang Memicu Demam pada Anak Saat Cuaca Tak Stabil
Meva menjelaskan bahwa pergantian cuaca panas ke hujan memengaruhi kestabilan suhu tubuh, terutama pada anak kekebalan tubuhnya belum matang. Akibatnya, risiko demam meningkat. Beberapa faktor pemicu meliputi:
- Penurunan daya tahan tubuh akibat perubahan suhu mendadak.
- Pertumbuhan mikroorganisme lebih cepat pada kondisi lembap.
- Paparan angin dingin atau kehujanan yang mengganggu stabilitas tubuh.
Virus kemudian menginfeksi tubuh dan menyebabkan peningkatan suhu sebagai respon imun alami. Demam sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.
Dengan demikian, orang tua perlu lebih waspada saat cuaca tidak menentu. Jika anak mendadak rewel, lesu, panas atau pilek, kemungkinan tubuhnya sedang bereaksi terhadap virus.
Langkah Pertolongan Pertama Ketika Anak Mengalami Demam di Rumah
Saat demam muncul, perawatan awal bisa dilakukan di rumah. Namun, orang tua perlu memahami cara penanganan yang benar agar kondisi anak tidak memburuk. Berikut rekomendasi dari dr. Meva:
1. Kompres hangat
Gunakan kompres hangat pada dahi atau ketiak untuk membantu menurunkan suhu secara perlahan. Hindari kompres dingin karena dapat membuat tubuh menggigil dan meningkatkan panas.
2. Perbanyak cairan
Demam mempercepat penguapan cairan tubuh. “Air putih, sup hangat, atau cairan elektrolit penting diberikan agar anak terhindar dari dehidrasi,” ujar Meva.
3. Gunakan pakaian tipis
Pilih material katun agar panas tubuh keluar lebih mudah. Pakaian terlalu tebal justru memerangkap panas dan memperburuk demam.
4. Pastikan anak istirahat cukup
Tidur berkualitas akan membantu sistem imun bekerja maksimal dalam melawan virus.
5. Berikan obat penurun panas bila perlu
Obat boleh diberikan sesuai dosis dan harus sudah terdaftar resmi. Orang tua disarankan membaca petunjuk penggunaan dengan cermat.
Ketersediaan Obat Penting untuk Situasi Darurat Demam Pada Anak
Dalam kondisi cuaca tidak menentu seperti saat ini, kesiapan kotak obat keluarga sangat penting.
GM Marketing PT Gratia Husada Farma, Andreas C. Sugihartono, mengingatkan bahwa obat penurun panas seperti Hufagripp Demam perlu tersedia sebagai antisipasi.
“Mutu selalu menjadi perhatian utama kami agar masyarakat dapat menggunakan obat dengan aman,” jelas Andreas.
Dengan obat yang tepat dan langkah penanganan segera, sebagian besar demam dapat pulih tanpa komplikasi. Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan tanda bahaya.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter? Perhatikan Tanda Berikut
Walaupun demam umum terjadi, ada kondisi yang membutuhkan penanganan medis.
Meva mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika:
- demam tidak turun lebih dari 48–72 jam,
- anak mengalami kejang,
- muntah hebat atau tidak bisa minum,
- bernapas cepat atau terlihat sesak,
- anak tampak sangat lemas dan tidak responsif.
Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan apakah demam disebabkan infeksi ringan atau tanda penyakit lain yang lebih serius seperti DBD, pneumonia, atau tifus.
Penutup: Pencegahan Lebih Baik dari Pengobatan
Musim pancaroba memang meningkatkan risiko demam pada anak. Namun, dengan langkah pencegahan sederhana seperti menjaga asupan nutrisi, memastikan kualitas tidur, dan menjaga kebersihan lingkungan, kasus demam bisa ditekan.
Selain itu, bekali rumah dengan obat dasar, termometer, serta kompres hangat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Orang tua juga perlu waspada terhadap gejala yang mengarah pada kondisi darurat medis.
Dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang tepat, demam pada anak dapat ditangani lebih aman, efektif, dan minim komplikasi.
baca juga di sini : Alief Chandra Reses di Sumberejo : Alsintan, Infrastruktur dan BPJS Jadi Topik Utama











