Februari 2026 Ada Hari Anti Sunat Perempuan, Ini Maknanya

Februari 2026 Ada Hari Anti Sunat Perempuan, Ini Maknanya
Februari 2026 Ada Hari Anti Sunat Perempuan, Ini Maknanya

ajibata, Jakarta – Kalender Februari 2026 mencatat sejumlah peringatan penting yang berkaitan erat dengan isu kesehatan dan hak asasi manusia. Dua di antaranya adalah Hari Nol Toleransi bagi Praktik Sunat Perempuan pada 6 Februari dan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari.

Kedua peringatan ini bukan sekadar penanda tanggal, melainkan momentum refleksi dan edukasi publik. Pemerintah, organisasi internasional, serta masyarakat sipil diharapkan mengambil peran aktif dalam meningkatkan kesadaran, mencegah praktik berbahaya, serta mendorong layanan kesehatan yang adil dan manusiawi.


Baca Juga: Hujan Tiap Hari, Ini 7 Cara Jaga Imun Tetap Kuat

6 Februari: Hari Nol Toleransi bagi Praktik Sunat Perempuan

Setiap tanggal 6 Februari, dunia memperingati Hari Nol Toleransi bagi Praktik Sunat Perempuan. Peringatan ini bertujuan menghapus praktik sunat perempuan yang hingga kini masih terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sunat perempuan telah diakui secara global sebagai bentuk kekerasan berbasis gender. Praktik ini tidak memiliki manfaat medis dan justru menimbulkan dampak kesehatan jangka pendek maupun panjang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa praktik ini harus dihentikan secara menyeluruh.

“Praktik sunat perempuan tidak memiliki manfaat medis dan justru berisiko jangka panjang,” ujar Arifah dalam peluncuran Analisis Mendalam Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).


Data Terbaru Sunat Perempuan di Indonesia

Berdasarkan data SPHPN, praktik sunat perempuan di Indonesia memang menunjukkan tren penurunan. Pada 2021, sebanyak 50,5 persen perempuan tercatat pernah mengalami sunat perempuan. Sementara itu, hasil survei tahun 2024 menunjukkan angka tersebut menurun menjadi 46,3 persen.

Meski demikian, angka ini masih tergolong tinggi. Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 41,4 persen praktik sunat perempuan melibatkan tindakan yang menyebabkan pelukaan pada organ sensitif perempuan.

Kriteria pelukaan tersebut sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Fakta lainnya, hampir separuh praktik tersebut dilakukan oleh tenaga kesehatan, sehingga menimbulkan keprihatinan serius dari pemerintah.

Oleh karena itu, pemerintah menegaskan komitmen untuk menghapus praktik sunat perempuan melalui penguatan regulasi, edukasi publik, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan tokoh agama dan masyarakat.


4 Februari: Hari Kanker Sedunia

Selain isu sunat perempuan, kalender Februari 2026 juga menandai Hari Kanker Sedunia pada tanggal 4 Februari. Peringatan ini diperingati secara internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker dan mendorong tindakan pencegahan secara global.

Hari Kanker Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 2000 dan dipimpin oleh Union for International Cancer Control (UICC). Tujuan utamanya adalah menurunkan angka kematian akibat kanker melalui edukasi, deteksi dini, dan akses pengobatan yang adil.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa kanker tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.


Pesan Kemanusiaan Hari Kanker Sedunia

Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya peran bersama. Pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga pada kebijakan publik, lingkungan sehat, serta kesadaran individu.

Mengutip worldcancerday.org, peringatan ini menegaskan pentingnya memastikan akses terhadap pengobatan dan perawatan kanker yang menyelamatkan jiwa secara adil bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial maupun tempat tinggal.

Dengan demikian, Hari Kanker Sedunia menjadi momen penting untuk mendorong kolaborasi global dan nasional dalam melawan kanker.


Tema Hari Kanker Sedunia 2025–2027

Hari Kanker Sedunia periode 2025–2027 adalah “Disatukan oleh Keunikan” (United by Unique). Tema ini menekankan bahwa kanker bukan sekadar diagnosis medis, melainkan pengalaman personal yang berbeda bagi setiap individu.

Di balik setiap diagnosis kanker, terdapat kisah manusia yang unik. Kisah tersebut mencakup duka, rasa sakit, ketakutan, harapan, penyembuhan, hingga ketahanan hidup. Oleh sebab itu, pendekatan perawatan kanker harus berpusat pada pasien.

Pendekatan yang mengintegrasikan kebutuhan fisik, emosional, sosial, dan psikologis pasien terbukti memberikan hasil kesehatan yang lebih baik. Kasih sayang, empati, dan dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.


Refleksi Penting di Bulan Februari 2026

Secara keseluruhan, peringatan kesehatan di bulan Februari 2026 mengingatkan masyarakat bahwa isu kesehatan tidak bisa dipisahkan dari hak asasi manusia dan keadilan sosial. Baik penghapusan praktik sunat perempuan maupun upaya pencegahan kanker membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Melalui edukasi berkelanjutan, regulasi yang kuat, serta layanan kesehatan yang inklusif, diharapkan Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.

Baca Juga: 163 jiwa di Kota Jambi meninggal dunia akibat penyakit TBC

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak