7 Desember Hari Permen Kapas Nasional, Ini Sejarah Uniknya

7 Desember Hari Permen Kapas Nasional, Ini Sejarah Uniknya
7 Desember Hari Permen Kapas Nasional, Ini Sejarah Uniknya

ajibata, Jakarta – Setiap tanggal 7 Desember, masyarakat dunia merayakan Hari Permen Kapas Nasional atau National Cotton Candy Day. Peringatan ini bukan hanya sekadar selebrasi camilan manis, tetapi juga momen nostalgia yang membawa banyak orang pada kenangan masa kecil.

Permen kapas identik dengan masa bermain di pasar malam, festival sekolah, hingga pesta ulang tahun. Bahkan kini, camilan satu ini tetap populer di berbagai acara keluarga atau taman hiburan. Meski terlihat sederhana, cotton candy memiliki sejarah yang menarik dan tidak banyak diketahui publik.

Menariknya, permen kapas justru ditemukan oleh seorang dokter gigi. Fakta ini kerap menjadi ironi lucu, mengingat profesi tersebut identik dengan pencegahan konsumsi gula berlebihan.


Sejarah Permen Kapas: Diciptakan Dokter Gigi dan Populer di World’s Fair 1904

Pada tahun 1897, William Morrison, seorang dokter gigi Amerika, bekerja sama dengan John C. Wharton. Keduanya menciptakan mesin pembuat cotton candy pertama di dunia. Penemuan tersebut menjadi tonggak awal perkembangan camilan berbahan dasar gula tersebut.

Tiga tahun kemudian, pada World’s Fair St. Louis tahun 1904, cotton candy hadir untuk pertama kalinya di depan publik dengan nama fairy floss. Produk ini langsung menuai perhatian karena bentuknya menyerupai awan dan hadir dalam warna-warna cerah. Anak-anak hingga orang dewasa terpikat oleh rasanya yang ringan dan meleleh cepat di mulut.

Menurut laporan National Today, popularitas fairy floss meningkat drastis setelah diperkenalkan di acara tersebut. Mesin pembuat permen kapas kemudian diproduksi dalam skala lebih besar dan digunakan di pameran serta pasar malam di berbagai negara.

“Cotton candy menjadi simbol hiburan karena tampilannya yang menyenangkan dan mudah ditemukan,” tulis National Today dalam publikasinya.


Evolusi Nama dan Inovasi Permen Kapas di Berbagai Negara

Seiring waktu, penyebutan fairy floss mengalami perubahan. Pada tahun 1921, seorang dokter gigi lain bernama Josef Lascaux mulai menjual camilan tersebut di Louisiana. Saat itu, ia mengganti namanya menjadi cotton candy, nama yang kemudian lebih dikenal secara global.

Menariknya, tiap negara memiliki istilah berbeda untuk camilan ini.

  • Inggris: candy floss
  • Australia & Finlandia: fairy floss
  • Belanda: suikerspin
  • Prancis: barbe à papa (yang berarti janggut ayah)

Keunikan cotton candy terletak pada proses pembuatannya. Permen ini hanya membutuhkan gula yang dipanaskan, kemudian diputar cepat hingga menciptakan serat tipis seperti benang. Seratnya bahkan lebih halus dari rambut manusia. Karena struktur gula yang ringan, bentuknya mudah membesar dan tetap lembut.

Pada 2009, tercatat rekor permen kapas terpanjang di dunia mencapai lebih dari 1.400 meter. Prestasi tersebut menunjukkan bagaimana serat cotton candy dapat memanjang akibat proses putaran yang konsisten dan teknik gula yang tepat.

Industri makanan modern juga berperan dalam mengembangkan produk ini. Pada tahun 1966, Tootsie Roll Industries meluncurkan Fluffy Stuff, salah satu produk kemasan cotton candy pertama yang bertahan hingga kini.


Mengapa Cotton Candy Tetap Dicintai dan Dirayakan?

Hari Permen Kapas Nasional bukan hanya seremonial, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap budaya dan kenangan. Banyak orang merayakannya dengan membeli cotton candy di taman hiburan, membuat sendiri di rumah, atau membagikannya kepada keluarga.

Sekarang, mesin cotton candy mini banyak dijual, sehingga siapa pun dapat membuatnya sendiri. Selain rasa klasik, varian baru juga bermunculan seperti stroberi, anggur, blueberry, hingga kombinasi rasa kekinian. Inovasi ini membuat camilan sederhana tersebut tetap relevan dan dicintai generasi muda.

Cotton candy hadir sebagai simbol kebahagiaan kecil. Teksturnya ringan, bentuknya indah, dan menghadirkan momen manis yang membawa kembali memori masa kanak-kanak. Tidak mengherankan jika perayaan National Cotton Candy Day selalu dinantikan pencinta camilan manis.


Penutup: Camilan Tradisional yang Tetap Hidup dalam Tren Modern

Permen kapas mungkin sederhana, tetapi ia melewati perjalanan sejarah panjang sejak ditemukan lebih dari seabad lalu. Kini, cotton candy bukan sekadar makanan manis, melainkan ikon budaya populer yang menyatukan memori, hiburan, dan kreativitas kuliner.

Dengan semakin banyak varian rasa serta teknologi mesin yang mudah dijangkau, cotton candy akan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Perayaan Hari Permen Kapas setiap 7 Desember menjadi pengingat bahwa hal kecil pun dapat membawa kebahagiaan besar.

baca juga sekarang : Dorong Perbaikan Layanan PDAM, Suwarni Gelar Dialog Bersama Warga Gunung Bahagia

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak