6 Herbal Penurun Asam Urat, Sambiloto Salah Satunya

6 Herbal Penurun Asam Urat, Sambiloto Salah Satunya
6 Herbal Penurun Asam Urat, Sambiloto Salah Satunya

ajibata, Jakarta — Asam urat masih menjadi salah satu masalah sendi yang banyak dikeluhkan masyarakat. Gangguan ini biasanya muncul akibat kadar purin tinggi, pola makan tidak seimbang, atau gaya hidup kurang aktif. Serangan gout menyebabkan persendian terasa nyeri, bengkak, kaku, hingga mengganggu aktivitas harian. Selain pengobatan medis yang diresepkan dokter, tanaman herbal semakin populer sebagai terapi pendamping karena mudah ditemukan dan relatif aman bila digunakan dengan benar.

Dalam penjelasan resmi kepada Health Liputan6.com, Dokter Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, menyebut sejumlah tanaman digunakan masyarakat sejak lama untuk mengurangi gejala gout. Menurutnya, herbal bukan pengganti obat, namun dapat menjadi pendukung pengobatan utama bila dikonsumsi sesuai dosis dan kondisi pasien.

“Herbal sudah lama digunakan untuk meredakan nyeri dan bengkak akibat asam urat. Bila dipakai dengan tepat, manfaatnya dapat mendukung terapi,” ujar Danang, Senin (8/11/2025).

Danang menegaskan bahwa terdapat enam tanaman yang sering dipakai untuk membantu menurunkan asam urat, yaitu daun kepel, kayu secang, sambiloto, seledri, jahe dan kunyit, serta tempuyung. Masing-masing memiliki senyawa aktif yang bekerja pada mekanisme berbeda, mulai dari mempercepat pembuangan urat hingga menghambat pembentukan kristal di persendian.


Bagaimana Herbal Bekerja Mengurangi Asam Urat di Tubuh?

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan aktif tanaman herbal dapat berperan dalam mengontrol uric acid, mengurangi inflamasi, dan membantu ginjal membuang zat sisa metabolisme. Daun kepel mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Ketiga senyawa ini bersifat diuretik dan membantu mempercepat pengeluaran asam urat melalui urin.

Sementara itu, kayu secang kaya brazilin. Senyawa tersebut berfungsi sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase, yaitu enzim yang memproduksi asam urat. Penghambatan enzim membuat kadar urat lebih stabil. Minuman secang juga sering digunakan sebagai ramuan tradisional karena aromanya khas dan relatif aman diminum.

Tanaman sambiloto, meski pahit, mengandung andrographolide yang dikenal sebagai antiinflamasi kuat. Zat ini membantu meredakan bengkak dan nyeri ketika serangan gout terjadi. Seledri juga banyak dipilih karena mengandung luteolin dan apiin yang bersifat diuretik alami. Efeknya membantu tubuh mengurangi kadar urat berlebih.

Terakhir, kombinasi jahe dan kunyit bekerja pada sisi peradangan dengan cara menekan aktivitas prostaglandin penyebab nyeri. Banyak penderita gout merasakan manfaatnya dalam bentuk jamu hangat.

“Setiap herbal memiliki mekanisme berbeda. Ada yang mengurangi pembentukan urat, ada yang mempercepat pembuangannya,” jelas Danang.


6 Jenis Tanaman Herbal untuk Bantu Mengatasi Asam Urat

Berikut daftar lengkap tanaman yang direkomendasikan sebagai terapi pendamping pasien gout:

1. Daun Kepel

Daun kepel (Stelechocarpus burahol) terkenal sebagai peluruh urin. Senyawa flavonoid dan saponin membantu menurunkan kadar asam urat sekaligus mempercepat ekskresi melalui ginjal. Efek diuretik membuat pembuangan metabolit menjadi lebih optimal. Di beberapa daerah, daun kepel diseduh sebagai teh herbal.

2. Kayu Secang

Kayu secang (Caesalpinia sappan) mengandung brazilin yang menghambat xanthine oxidase. Karena enzim terhambat, produksi urat menurun. Kayu secang juga memiliki sifat antiradang sehingga bermanfaat saat flare gout. Warna merah alami pada rebusannya menjadi ciri khas.

3. Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) memiliki rasa pahit. Namun kandungan andrographolide membuatnya bekerja sebagai antiinflamasi alami. Herbal ini dapat membantu mengurangi panas dan bengkak pada sendi ketika kadar urat meningkat. Konsumsi harus diperhatikan dosisnya agar tidak mengganggu lambung.

4. Seledri

Seledri mengandung luteolin dan apiin yang mendukung efek diuretik. Banyak digunakan dalam jus atau rebusan air seledri. Beberapa penelitian kecil menunjukkan seledri mampu menurunkan kadar uric acid bila dikonsumsi rutin dengan pola makan rendah purin.

5. Jahe dan Kunyit

Jahe mengandung gingerol sementara kunyit kaya kurkumin. Keduanya bekerja dalam mekanisme antiinflamasi dan antioksidan. Herbal ini membantu meredakan nyeri saat gout flare serta meningkatkan kenyamanan sendi. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk jahe-kunyit hangat.

6. Tempuyung

Tempuyung (Sonchus arvensis) dikenal sebagai peluruh batu ginjal. Efek diuretiknya juga dapat membantu menurunkan asam urat. Daun tempuyung sering direbus dan diminum sebagai ramuan tradisional.


Catatan Penggunaan Herbal: AmanUntuk Asam Urat Namun Tetap Perlu Kontrol Medis

Meski herbal bermanfaat, pengobatan gout tetap memerlukan evaluasi dokter. Konsumsi tidak boleh menggantikan terapi utama seperti allopurinol atau kolkisin bila direkomendasikan. Pasien dengan penyakit ginjal, hipertensi, atau ibu hamil harus berkonsultasi sebelum mengonsumsi herbal tertentu.

Penggunaan herbal menjadi efektif bila disertai gaya hidup sehat seperti:

  • mengurangi makanan tinggi purin (jeroan, seafood, daging merah)
  • memperbanyak air putih minimal 2 liter per hari
  • menjaga berat badan ideal
  • rutin olahraga ringan
  • menghindari alkohol dan minuman tinggi gula

Dengan kombinasi pola hidup seimbang dan dukungan tanaman herbal, kadar urat dapat dikontrol lebih stabil.


Penutup: Nutrisi Seimbang, Herbal, dan Medis Harus Selaras

Herbal dapat menjadi alternatif pendamping dalam menangani asam urat, terutama bagi masyarakat yang mencari pilihan alami. Dukungan ilmiah terkait daun kepel, secang, sambiloto, seledri, jahe-kunyit, dan tempuyung menunjukkan bahwa tanaman tersebut memiliki potensi mengurangi uric acid serta inflamasi.

Namun, pendekatan terbaik tetap komprehensif. Penanganan asam urat tidak cukup hanya bergantung pada satu cara. Pemeriksaan kadar urat rutin, pola makan sehat, penggunaan obat medis sesuai anjuran, serta konsumsi herbal secara tepat akan memberi hasil optimal bagi penderita.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat mencegah serangan gout berulang dan menjaga kesehatan persendian jangka panjang.

baca juga di sini : Hebat, ITS Sukses Pertahankan Juara Umum KKI 2025

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak