Barcelona Bidik Bek Juventus untuk Perkuat Lini Belakang

Barcelona Bidik Bek Juventus untuk Perkuat Lini Belakang
Barcelona Bidik Bek Juventus untuk Perkuat Lini Belakang

ajibata, JakartaBarcelona kembali dihadapkan pada persoalan serius di lini belakang. Sepanjang musim 2025/2026, sektor pertahanan Blaugrana belum menunjukkan kestabilan yang diharapkan. Oleh karena itu, manajemen klub mulai mempertimbangkan langkah strategis di bursa transfer, salah satunya dengan membidik bek tengah Gleison Bremer dari Juventus.

Sejauh ini, catatan kebobolan Barcelona di La Liga cukup mengkhawatirkan. Dari 18 pertandingan, gawang mereka sudah kemasukan 20 gol. Angka ini terbilang tinggi. Bahkan, jumlah tersebut menjadi yang terburuk di antara tujuh tim teratas klasemen sementara. Sebagai perbandingan, rival utama mereka, Real Madrid, hanya kebobolan 16 gol dalam jumlah laga yang sama.

Selain di kompetisi domestik, masalah serupa juga terlihat di Liga Champions. Barcelona telah kebobolan 11 gol dalam enam pertandingan fase grup. Akibatnya, posisi mereka di klasemen sementara terpuruk di peringkat ke-15. Situasi ini jelas tidak sejalan dengan ambisi klub untuk bersaing di level tertinggi Eropa.

Baca Juga: David Butuh Kesabaran Seperti Dusan Vlahovic di Juventus

Keterbatasan Opsi Barcelona Bek Tengah

Masalah pertahanan Barcelona tidak berdiri sendiri. Kondisi ini diperparah oleh minimnya pilihan pemain di posisi bek tengah. Pelatih Hansi Flick harus melakukan berbagai penyesuaian. Dalam beberapa laga terakhir, Flick bahkan menduetkan Gerard Martin, yang sejatinya berposisi sebagai bek kiri, dengan Pau Cubarsi di jantung pertahanan.

Sementara itu, Eric Garcia kerap dimainkan sebagai gelandang bertahan. Keputusan tersebut memang memberi fleksibilitas. Namun, di sisi lain, hal ini semakin mengurangi stok bek tengah murni yang tersedia. Lebih jauh lagi, kondisi skuad Barca makin tertekan setelah Ronald Araujo sempat menepi demi menjaga kesehatan mentalnya. Pada saat yang sama, Andreas Christensen harus absen lama karena cedera lutut.

Dengan situasi seperti ini, kebutuhan Barcelona akan tambahan bek tengah berkualitas menjadi semakin mendesak. Flick membutuhkan sosok yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berpengalaman menghadapi tekanan di level tertinggi.

Bremer Dinilai Cocok dengan Kebutuhan Barca

Dalam konteks tersebut, nama Gleison Bremer mulai mencuat sebagai kandidat serius. Bek asal Brasil ini dikenal sebagai pemain dengan kemampuan duel udara yang kuat, tekel agresif, serta konsistensi tinggi. Bersama Juventus di Serie A, Bremer telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek tengah terbaik dalam beberapa musim terakhir.

Selain itu, gaya bermain Bremer dinilai cukup kompatibel dengan kebutuhan Barcelona saat ini. Ia mampu bermain disiplin dalam garis pertahanan rendah. Namun, ia juga cukup nyaman ketika harus menghadapi situasi satu lawan satu. Pengalaman Bremer di kompetisi Eropa pun menjadi nilai tambah tersendiri bagi Blaugrana.

Sebelumnya, Barcelona sempat dikaitkan dengan Alessandro Bastoni dari Inter Milan. Akan tetapi, Bastoni telah menegaskan komitmennya untuk bertahan di Inter. Karena itu, fokus Barca pun beralih ke opsi lain yang lebih realistis.

Harga Tinggi Jadi Tantangan Besar

Meski Bremer dinilai ideal, proses transfernya dipastikan tidak akan mudah. Juventus berada dalam posisi tawar yang kuat. Kontrak Bremer masih berlaku hingga 2029. Dengan demikian, Bianconeri tidak berada di bawah tekanan untuk segera menjual sang pemain.

Menurut laporan media Spanyol, Juventus hanya bersedia melepas Bremer dengan banderol sekitar 60 hingga 70 juta euro. Jika dikonversikan, nilai tersebut setara Rp1,18–1,38 triliun. Angka ini tentu menjadi tantangan besar bagi Barcelona, terutama mengingat kondisi finansial klub yang masih harus berhitung cermat.

Namun demikian, kebutuhan mendesak di lini belakang bisa saja mendorong Barcelona untuk mengambil langkah berani. Jika Flick ingin menjaga konsistensi performa tim di paruh kedua musim, kehadiran bek sekelas Bremer bisa menjadi solusi penting.

Pertimbangan Jangka Menengah Barcelona

Di sisi lain, perekrutan Bremer juga harus dilihat sebagai bagian dari proyek jangka menengah. Usianya yang sudah menginjak 28 tahun memang bukan kategori pemain muda. Meski begitu, Bremer masih berada di usia emas bagi seorang bek tengah. Dengan pengalaman dan kematangannya, ia bisa menjadi mentor bagi pemain muda seperti Cubarsi.

Selain itu, stabilitas pertahanan akan sangat berpengaruh pada performa lini lain. Dengan bek tengah yang solid, Barcelona bisa bermain lebih agresif. Para gelandang dan penyerang pun akan lebih leluasa menekan lawan tanpa khawatir celah di belakang.

Pada akhirnya, keputusan untuk mengejar Gleison Bremer akan sangat bergantung pada keseimbangan antara kebutuhan teknis dan kemampuan finansial klub. Saga transfer ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu menarik di bursa mendatang. Apakah Barcelona siap menggelontorkan dana besar demi memperkuat lini belakang, atau justru mencari alternatif lain, masih harus dinantikan kelanjutannya.

Baca Juga: Wisata Sambil Konservasi, MLH Muhammadiyah Tanam Pohon di Pantai Modangan

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak