ajibata, Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet darts nasional, Benny Tandean. Ia sukses keluar sebagai juara Darts National Competition (DNC) Final Series 2025 kategori steel tip, yang digelar di Darts Station, FX Sudirman Lantai 7, Jakarta, Sabtu (13/12/2025) siang WIB.
Kemenangan ini diraih setelah Benny melewati laga final yang berlangsung ketat dan penuh tekanan. Di partai puncak, ia harus menghadapi William Lee, salah satu pemain paling konsisten sepanjang musim DNC 2025. Meski demikian, Benny mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan.
Pada akhirnya, Benny memastikan gelar juara, sementara William Lee harus puas sebagai runner-up. Posisi ketiga berhasil diamankan oleh Bayu Harudito, yang juga tampil impresif sepanjang turnamen.
Final Sengit yang Menuntut Fokus Tinggi
Sejak awal laga final, duel Benny Tandean kontra William Lee berjalan sangat seimbang. Kedua pemain sama-sama menunjukkan akurasi tinggi dan kontrol emosi yang matang.
Namun demikian, Benny mengakui bahwa faktor mental menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, konsentrasi penuh menjadi kunci untuk mengatasi tekanan di momen krusial.
“Kunci kemenangan hari ini itu benar-benar fokus,” ujar Benny kepada awak media, termasuk Liputan6.com, seusai pertandingan.
“Kalau saya tidak fokus, sepertinya hari ini bubar,” lanjutnya sambil tersenyum.
Selain itu, Benny juga memberi apresiasi tinggi kepada lawannya. Ia menilai William Lee tampil sangat solid dan konsisten sepanjang laga final.
“Hari ini William juga benar-benar fokus. Tetapi untungnya saya bisa sedikit lebih unggul,” tambahnya.
Buah Konsistensi Sepanjang Musim
Keberhasilan Benny menjuarai DNC Final Series 2025 bukanlah hasil instan. Sepanjang musim, ia tampil konsisten dan mampu menjaga performa di level tertinggi.
DNC Final Series sendiri merupakan puncak dari rangkaian kompetisi darts nasional sepanjang tahun. Hanya 16 atlet terbaik berdasarkan peringkat DNC 2025 yang berhak tampil di babak final series kategori steel tip.
Dengan sistem seleksi yang ketat, setiap pertandingan memiliki level persaingan tinggi. Oleh karena itu, gelar juara yang diraih Benny menjadi bukti kapasitasnya sebagai salah satu darter terbaik Indonesia saat ini.
Selain Benny dan William Lee, turnamen ini juga diwarnai kehadiran nama-nama kuat lain, seperti Tirta Suparjo, yang dikenal sebagai salah satu pesaing berat di kancah darts nasional.
Target Ambisius Menuju 2026
Usai menutup tahun 2025 dengan prestasi manis, Benny Tandean langsung mengalihkan fokus ke target berikutnya. Ia mengaku telah menyiapkan ambisi besar untuk musim kompetisi 2026.
Secara tegas, Benny menyatakan keinginannya untuk kembali merebut gelar juara nasional.
“Tahun 2026 saya berencana kalau bisa juara nasional lagi,” ungkap Benny.
“Di 2024 saya juara nasional, dan di 2026 saya ingin mengulanginya,” tegasnya.
Target tersebut bukan sekadar wacana. Benny menilai pengalamannya di berbagai turnamen nasional dan final series menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi performa.
Persaingan Darts Nasional Kian Ketat
Meski memasang target tinggi, Benny menyadari bahwa jalan menuju puncak tidak akan mudah. Ia menilai kualitas atlet darts Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, persaingan di level nasional akan semakin ketat seiring meningkatnya keseriusan para pemain.
“Pasti makin ketat,” ujar Benny.
“Semua pemain sekarang makin jago dan makin serius,” tambahnya.
Hal ini terlihat dari regenerasi atlet yang berjalan positif serta meningkatnya jumlah turnamen darts dalam negeri. Dengan semakin banyaknya ajang kompetitif, para darter dituntut untuk terus mengasah teknik dan mental.
DNC Final Series 2025, Ajang Bergengsi Nasional
Sebagai informasi, DNC Final Series 2025 merupakan salah satu turnamen darts paling prestisius di Indonesia. Ajang ini menjadi barometer performa atlet darts nasional sepanjang musim.
Kategori steel tip yang digelar pada siang hari mempertemukan 16 pemain terbaik. Setiap pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, karena satu kesalahan kecil bisa berujung kekalahan.
Sementara itu, pada sesi sore, DNC Final Series juga menyajikan pertandingan kategori soft tip dengan format team cricket.
Persaingan Soft Tip Format Team Cricket
Pada kategori soft tip, kompetisi menggunakan format team cricket, yang menuntut kerja sama antarpemain. Setiap tim beranggotakan dua darter.
Total terdapat 32 pemain yang dibagi ke dalam 16 tim. Dalam format ini, strategi dan koordinasi menjadi faktor penentu kemenangan.
Setiap tim harus menutup angka 15 hingga 20 serta Bullseye sebanyak tiga kali. Setelah itu, tim harus mengamankan poin lebih banyak dari lawan untuk memastikan kemenangan.
Format ini menambah warna dalam DNC Final Series 2025, sekaligus menunjukkan bahwa darts bukan hanya soal akurasi individu, tetapi juga kerja tim.
Momentum Positif Menuju Masa Depan
Keberhasilan Benny Tandean di DNC Final Series 2025 menjadi momentum penting bagi perkembangan darts Indonesia. Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi atlet-atlet muda untuk serius menekuni cabang olahraga ini.
Dengan persaingan yang semakin kompetitif dan sistem turnamen yang terus berkembang, darts Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di tingkat regional maupun internasional.
Bagi Benny sendiri, gelar ini bukan akhir, melainkan awal dari tantangan baru menuju puncak prestasi berikutnya di tahun 2026.
baca juga di sini : Tak Hanya Jaga Negara, 3 Srikandi Polwan Polda Metro Jaya Bawa Pulang Medali SEA Games











