ajibata, Jakarta – Sejarah baru akhirnya tercipta bagi dunia basket Indonesia. Timnas basket putri 3×3 Indonesia sukses merebut medali emas SEA Games 2025 Thailand, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena diraih dengan perjuangan luar biasa. Indonesia memastikan gelar juara setelah menundukkan tuan rumah Thailand dengan skor ketat 20-18 pada laga final yang digelar di Nimibutr Arena, Kamis (11/12/2025).
Kemenangan tersebut sekaligus menandai puncak perjalanan sempurna timnas basket putri 3×3 Indonesia. Sepanjang turnamen SEA Games 2025, mereka tampil tanpa kekalahan.
Perjalanan Sempurna Timnas Basket Putri Tanpa Kekalahan
Sejak fase grup, performa Indonesia sudah terlihat menjanjikan. Tim yang diperkuat Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma dan rekan-rekan tampil solid dan disiplin dalam setiap pertandingan.
Pada fase grup, Indonesia berhasil mengalahkan Filipina dan Malaysia. Kedua kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk melangkah ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi.
Selanjutnya, pada babak semifinal, Indonesia kembali menunjukkan mental juara. Mereka sukses menyingkirkan Vietnam dengan permainan agresif namun tetap terkontrol. Hasil ini mengantarkan Indonesia ke partai final untuk menghadapi tuan rumah Thailand.
Menghadapi tekanan publik tuan rumah, Indonesia tidak gentar. Sebaliknya, mereka tampil penuh determinasi hingga akhirnya memastikan kemenangan tipis 20-18 di laga puncak.
Final Timnas Basket Indonesia Dramatis Lawan Thailand
Pertandingan final berjalan sangat ketat sejak awal. Kedua tim saling kejar poin dan tak memberi ruang kesalahan. Thailand mencoba memanfaatkan dukungan penonton untuk menekan Indonesia.
Namun demikian, tim Merah Putih tetap tenang. Koordinasi antar pemain berjalan rapi, sementara eksekusi tembakan dilakukan dengan efisien.
Menjelang akhir laga, situasi semakin menegangkan. Skor terus berimbang hingga memasuki fase penentuan. Pada momen krusial, Indonesia mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik.
Akhirnya, peluit panjang berbunyi dengan skor 20-18 untuk Indonesia. Kemenangan ini disambut luapan emosi dan selebrasi penuh haru dari para pemain dan ofisial tim.
Melebihi Target Awal Pelatih
Menariknya, pencapaian emas ini ternyata melampaui target awal tim. Pelatih timnas basket 3×3 Indonesia, Fandi Andika Ramadhani, mengakui bahwa sejak awal ia tidak mematok target tertinggi.
Pelatih yang akrab disapa Rama tersebut menjelaskan bahwa target realistisnya adalah medali perak. Fokus utama tim adalah memperbaiki prestasi sebelumnya.
“Awalnya kami hanya ingin memperbaiki pencapaian,” ujar Rama.
“Dua SEA Games sebelumnya kami selalu dapat perunggu,” lanjutnya.
Oleh karena itu, target awalnya adalah menembus final. Namun, ketika sudah berada di partai puncak, para pemain justru menunjukkan keberanian dan mental juara.
“Kalau sudah di final, sayang kalau tidak berjuang maksimal. Kesempatan seperti ini belum tentu datang lagi,” kata Rama.
Kontras dengan Tim Putra 3×3
Di sisi lain, hasil berbeda justru dialami timnas basket putra 3×3 Indonesia. Tim putra harus tersingkir lebih awal di fase grup.
Padahal, untuk sektor putra, Rama menargetkan timnya bisa setidaknya menembus empat besar dan membawa pulang medali.
“Untuk tim putra, saya akui gagal membawa mereka ke empat besar,” ujar Rama dengan jujur.
“Target saya minimal bisa meraih medali, tapi hasilnya belum sesuai harapan,” tambahnya.
Meski demikian, Rama tetap bersyukur. Ia menyebut keberhasilan tim putri menjadi pengobat kekecewaan atas hasil tim putra.
“Alhamdulillah, kegagalan itu terobati oleh tim putri yang berhasil mengukir sejarah,” tuturnya.
Bonus Rp 1 Miliar untuk Peraih Emas
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah Indonesia memberikan bonus Rp 1 miliar kepada timnas basket putri 3×3 Indonesia. Bonus ini merupakan kebijakan resmi bagi seluruh atlet yang menyumbang medali emas di SEA Games 2025.
Setelah pertandingan final, tim basket 3×3 Indonesia langsung bertolak kembali ke Tanah Air pada Jumat (12/12/2025). Namun, terdapat perbedaan rute kepulangan.
Para pemain tim putri langsung menuju Surabaya, sementara Rama bersama tim putra mendarat di Jakarta.
Tonggak Sejarah Basket Indonesia
Lebih dari sekadar medali, emas ini menjadi tonggak sejarah penting bagi perkembangan basket putri Indonesia, khususnya di nomor 3×3.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa program pembinaan dan regenerasi atlet berjalan ke arah yang tepat. Selain itu, pencapaian ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan minat generasi muda terhadap basket putri.
Ke depan, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi di level regional maupun internasional. Dengan mental juara yang telah terbangun, timnas basket putri 3×3 Indonesia memiliki fondasi kuat untuk terus bersaing di panggung yang lebih tinggi.
Sejarah telah tercipta. Kini, tugas berikutnya adalah memastikan prestasi ini bukan yang terakhir, melainkan awal dari era keemasan basket putri Indonesia.
baca juga di sini : Unfollow Akun Istri, Dito Ariotedjo Terseret Dugaan Isu Perselingkuhan dengan Davina Karamoy, Ini Profil Istri Eks Menpora – Poskota











