ajibata, Jakarta – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Komitmen ini dijalankan secara berkelanjutan melalui pilar Hijau Bersama Daihatsu, yang secara khusus berfokus pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan.
Pada dasarnya, Daihatsu memandang keberlanjutan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada aktivitas bisnis, tetapi juga aktif berkontribusi dalam upaya menjaga kualitas lingkungan hidup. Pendekatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Apa yang Baru dari Teknologi Sony Honda Afeela 1
Daihatsu Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Sebagai bagian dari implementasi pilar Hijau Bersama Daihatsu, ADM bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah konkret untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Selain itu, program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Pelatihan ini memanfaatkan media pengolahan pupuk berupa komposter. Melalui penggunaan alat tersebut, sampah organik rumah tangga diharapkan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir. Sebaliknya, sampah dapat diolah menjadi pupuk yang bernilai guna.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan berlangsung di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara. Program ini diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari Kelurahan Papanggo dan Kelurahan Sungai Bambu. Kedua wilayah tersebut berada di sekitar area operasional ADM Sunter, Jakarta.
Dengan demikian, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Daihatsu terhadap lingkungan sekitar tempat perusahaan beroperasi. Pendekatan berbasis komunitas dipilih agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Program pelatihan dilaksanakan selama periode 25 November hingga 10 Desember 2025. Dalam rentang waktu tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik langsung. Tujuannya adalah agar masyarakat mampu menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Materi Pelatihan yang Komprehensif
Dalam sesi pelatihan, peserta menerima pemaparan menyeluruh mengenai pengolahan sampah organik. Materi dimulai dari pengenalan jenis sampah yang dapat diolah, seperti sisa makanan dan dedaunan. Selanjutnya, peserta diajarkan cara memilah sampah dengan benar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara kerja komposter. Proses penguraian sampah organik dijelaskan secara sederhana agar mudah dipahami. Dengan metode ini, peserta diharapkan tidak hanya mengerti teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya.
Lebih lanjut, pelatihan juga menyertakan contoh penerapan langsung di lingkungan tempat tinggal. Peserta diajak memahami bagaimana hasil pengolahan sampah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman rumah tangga. Hal ini memberikan nilai tambah sekaligus manfaat ekonomi sederhana.
Namun demikian, aspek teknis bukan satu-satunya fokus. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya konsistensi dalam menjalankan program. Tanpa komitmen jangka panjang, pengelolaan sampah organik dinilai sulit memberikan dampak nyata.
Penyerahan Alat Komposter
Sebagai bentuk dukungan nyata, program ini turut ditandai dengan penyerahan 40 unit alat pengolahan pupuk (komposter) kepada Pemerintah Daerah Kota Jakarta Utara. Bantuan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan program pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Wawan Budi Rohman, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara. Penyerahan ini menjadi simbol sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan.
Dengan adanya fasilitas komposter, masyarakat diharapkan lebih mudah menerapkan praktik pengolahan sampah organik. Selain itu, keberadaan alat ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi warga lainnya.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Di sisi lain, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan Daihatsu dalam mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga yang berkelanjutan. Menurut pemerintah, peran dunia usaha sangat penting dalam mendukung program lingkungan.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan menjadi kunci utama.
“Masyarakat berperan penting dalam pengelolaan sampah demi menjaga kelestarian lingkungan. Pengelolaan sampah organik dapat mengubah sisa menjadi makna, dengan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” ujar Edy.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.
Komitmen Jangka Panjang Daihatsu
Secara keseluruhan, program Hijau Bersama Daihatsu mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap isu lingkungan. Daihatsu tidak hanya hadir sebagai produsen kendaraan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Ke depan, ADM berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa di berbagai wilayah. Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata, Daihatsu berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Tips Rawat Mobil, Motor, Hingga Mobil Tua untuk Mudik Nataru











