GAC Masuk Pasar Jepang, Andalkan Dua Model Unggulannya

GAC Masuk Pasar Jepang, Andalkan Dua Model Unggulannya
GAC Masuk Pasar Jepang, Andalkan Dua Model Unggulannya

ajibata, Jakarta — Setelah kesuksesan beberapa produsen kendaraan listrik (EV) Tiongkok di pasar global, kini giliran GAC (Guangzhou Automobile Group) yang memastikan ekspansinya ke Jepang. Berdasarkan laporan Asia Nikkei, GAC akan resmi memasuki pasar Jepang pada musim panas 2026.

Langkah ini menjadi signifikan mengingat Jepang merupakan salah satu pasar otomotif paling ketat dan kompetitif di dunia. Selain memiliki industri otomotif lokal yang kuat seperti Toyota, Honda, Nissan, dan Mitsubishi, konsumen Jepang dikenal sangat selektif terhadap kualitas, efisiensi, serta layanan purnajual. Karena itu, kehadiran GAC akan menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membuktikan kualitas kendaraan listrik mereka.

Selain itu, ekspansi ini juga menjadi bagian dari strategi memperluas penetrasi pasar EV di Asia setelah sebelumnya berkembang pesat di Tiongkok dan mulai mengekspor ke berbagai negara lain.


GAC Andalkan M Mobility Japan untuk Distribusi

Untuk mendukung langkah masuk ke Jepang, GAC menunjuk M Mobility Japan, perusahaan yang berbasis di distrik Nakano, Tokyo, sebagai distributor resmi. Melalui kerja sama ini, berharap proses pemasaran, layanan purnajual, hingga penetrasi jaringan diler dapat dilakukan lebih efektif.

Di tahap awal, penjualan akan difokuskan pada pelanggan korporat seperti perusahaan logistik, operator transportasi, dan perusahaan leasing. Langkah ini diambil karena pasar korporat di Jepang dinilai lebih cepat beradaptasi dengan kendaraan listrik, serta memiliki kebutuhan operasional yang jelas.

Kemudian, jika penetrasi berjalan baik, GAC diperkirakan akan mulai memperluas penjualan ke konsumen individu pada fase berikutnya.


Aion UT dan Aion V Jadi Model Perdana yang Diluncurkan

Harga Kompetitif untuk Bersaing di Jepang

GAC akan meluncurkan dua model andalan dari merek Aion, yaitu:

  1. Aion UT (hatchback kompak)
    • Harga mulai 3,3 juta yen
  2. Aion V (SUV listrik)
    • Harga mulai 5 juta yen

Kedua model ini akan dibekali dengan fitur penting yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Jepang, termasuk dukungan standar pengisian cepat CHAdeMO, yang selama ini digunakan oleh mayoritas EV lokal seperti Nissan Leaf dan Mitsubishi i-MiEV.

Dengan menghadirkan dua model di segmen berbeda, GAC ingin menyasar pasar yang lebih luas. Aion UT diposisikan sebagai EV perkotaan yang ringkas dan efisien, sementara Aion V menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan jangkauan lebih panjang.

Penjualan Dibatasi di Awal

Menariknya, penjualan perdana GAC akan dibatasi terlebih dahulu untuk klien korporat. Strategi ini bukan tanpa alasan. Selain mengurangi risiko masuk pasar baru, langkah ini memberi kesempatan bagi GAC untuk mengumpulkan data penggunaan di dunia nyata dan memperbaiki layanan berdasarkan umpan balik pengguna profesional.


Target Penjualan: 200 Unit pada 2026, 2.000 Unit pada 2027

Walaupun baru akan memasuki pasar Jepang, GAC cukup percaya diri menetapkan target penjualan. Mereka menargetkan:

  • 200 unit pada tahun pertama (2026)
  • 2.000 unit pada 2027

Target ini dinilai realistis, terutama mengingat permintaan EV di Jepang terus meningkat seiring kebijakan pemerintah untuk mendorong elektrifikasi transportasi.

Selain itu, reputasi Aion sebagai merek EV Tiongkok dengan teknologi canggih dan harga kompetitif menjadi modal penting bagi GAC untuk bersaing di pasar Jepang yang selama ini didominasi produsen lokal.


Kondisi Penjualan GAC Secara Global

GAC Group, yang berdiri sejak 1997, selama ini dikenal melalui kerja sama produksinya dengan Toyota dan Honda di Tiongkok. Sementara itu, merek Aion diluncurkan pada 2018 untuk fokus pada kendaraan listrik murni.

Namun, meski penjualan global cukup besar yakni 2 juta unit pada 2024, perusahaan menghadapi perlambatan pertumbuhan di pasar domestik. Dari Januari hingga September 2025:

  • Total penjualan turun 11% menjadi 1,18 juta unit
  • Penjualan merek Aion turun 20% menjadi 180.000 unit

Dengan kondisi tersebut, ekspansi ke pasar luar negeri — termasuk Jepang — menjadi strategi penting untuk menjaga pertumbuhan.


GAC Tampilkan Teknologi Masa Depan: Dari SUV Listrik hingga Mobil Terbang

Selain mempersiapkan ekspansi, GAC juga aktif memamerkan inovasi teknologi. Melalui submerek AION dan HYPTEC,menampilkan berbagai kendaraan energi baru (NEV), termasuk prototipe mobil terbang GOVY AIR CAB berbasis teknologi eVTOL.

Langkah ini menunjukkan ambisi GAC untuk tidak hanya bermain di pasar mobil listrik konvensional, tetapi juga di masa depan transportasi tiga dimensi.

Sementara itu, model-model seperti Hyptec HT dan AION V generasi baru juga turut diperkenalkan sebagai bagian dari roadmap global.


Kesimpulan: GAC Siap Tantang Kompetisi EV Jepang

  • GAC masuk pasar Jepang pada musim panas 2026
  • Aion UT dan Aion V menjadi model perdana
  • Target penjualan: 200 unit (2026) dan 2.000 unit (2027)
  • Distribusi ditangani M Mobility Japan
  • GAC ingin memperluas dominasi melalui inovasi, bahkan hingga mobil terbang

baca juga di sini : 4 Orang Tewas Dalam Mobil yang Terparkir

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak