ajibata, Jakarta – Kehadiran Jetour T2 menandai babak baru persaingan SUV berdesain boxy di pasar otomotif Indonesia. Model ini menjadi amunisi penting bagi pabrikan asal China tersebut untuk menantang dominasi merek yang lebih dulu mapan di segmen SUV petualang.
Mengusung konsep Travel+, Jetour T2 dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang memadukan kenyamanan berkendara harian, teknologi keselamatan modern, serta kemampuan adaptif di berbagai medan. Oleh karena itu, SUV ini tidak hanya ditujukan untuk penggunaan perkotaan, tetapi juga diklaim sanggup menghadapi jalur light off-road.
Untuk membuktikan klaim tersebut, PT Jetour Sales Indonesia mengajak sejumlah media otomotif nasional, termasuk Liputan6.com, menjajal langsung Jetour T2 di lintasan off-road kawasan Pagedangan, BSD, Tangerang.
Baca Juga: Modifikasi Mobil Ringan untuk Liburan yang Aman dan Nyaman
Uji Jetour Jalan Perkotaan Menuju Lintasan Off-road
Sebelum memasuki area off-road, rombongan jurnalis terlebih dahulu menguji Jetour T2 di jalur perkotaan. Rute dimulai dari Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, menuju BSD City, Tangerang. Perjalanan ini menjadi ajang pembuktian karakter Jetour T2 sebagai SUV yang tetap ramah digunakan harian.
Di lalu lintas perkotaan, respons setir terasa cukup presisi. Selain itu, bantingan suspensi masih tergolong nyaman meskipun mengusung desain bodi kotak dan ground clearance tinggi. Transisi tenaga juga terasa halus saat stop and go di jalan padat.
Namun demikian, karakter SUV petualang tetap terasa. Posisi duduk tinggi memberikan visibilitas yang baik, terutama saat bermanuver di jalan sempit atau saat berpindah lajur di arus lalu lintas padat.
Tantangan Off-road Berlumpur Jadi Ujian Nyata Jetour T2
Setibanya di lintasan off-road, tantangan langsung terasa lebih berat. Hujan yang turun sebelum pengujian membuat jalur dipenuhi tanah basah dan lumpur licin. Kondisi ini menjadi ujian nyata bagi sistem penggerak Jetour T2.
Saat melewati tanjakan dan jalur berlumpur, sistem XWD Jetour bekerja secara adaptif. Sistem ini mengatur distribusi traksi secara real-time sesuai kondisi permukaan jalan. Alhasil, kendaraan tetap memberikan rasa percaya diri meski jalur licin.
Meski demikian, saat melintasi bagian trek dengan lumpur tebal, kendali kendaraan terasa cukup menantang. Mobil uji telah menggunakan ban all-terrain (AT), namun daya cengkeram di jalur sangat licin tetap terbatas. Hal ini wajar, mengingat karakter ban AT masih menjadi kompromi antara jalan aspal dan off-road ringan.
Sistem XWD dan Mode Berkendara Adaptif
Salah satu keunggulan Jetour T2 terletak pada sistem XWD Intelligent 4WD. Sistem ini mampu menyesuaikan distribusi tenaga secara otomatis sesuai kebutuhan roda.
Selain itu, tersedia 7+X Intelligent Driving Modes yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi jalan. Mode ini mencakup pengaturan untuk aspal, medan licin, hingga jalur semi-off-road.
Menariknya, Jetour T2 juga dibekali Wading Radar System. Fitur ini membantu pengemudi memantau ketinggian air hingga 700 mm saat melaju dalam kecepatan rendah. Dengan demikian, risiko melewati genangan air dapat diminimalkan.
Performa Mesin dan Kapabilitas Teknis
Secara teknis, Jetour T2 mengandalkan mesin Kunpeng Power 2.0 TGDI. Mesin ini menghasilkan tenaga 245 PS dan torsi puncak 375 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem XWD Intelligent 4WD dengan enam mode berkendara utama.
Di atas kertas, kombinasi ini memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi. Dalam praktiknya, tenaga mesin terasa cukup responsif saat dibutuhkan, baik untuk akselerasi di jalan raya maupun menjaga momentum di jalur menantang.
Selain itu, struktur atap Jetour T2 mampu menahan beban dinamis hingga 150 kg dan beban statis hingga 300 kg. Kapasitas ini memungkinkan pemasangan rooftop tent atau perlengkapan overlanding lainnya.
Kenyamanan Kabin Tetap Jadi Prioritas
Meski membawa DNA SUV petualang, Jetour T2 tidak mengorbankan kenyamanan kabin. Interior dirancang untuk penggunaan harian dengan pendekatan premium.
SUV ini dibekali first-class seats, kursi elektrik dengan ventilasi dan memori, AC dual-zone, serta panoramic skyroof. Seluruh elemen tersebut memberikan suasana kabin yang nyaman, bahkan saat digunakan dalam perjalanan jarak jauh.
Dari sisi peredaman, Jetour T2 menggunakan 12 material peredam suara di seluruh bodi. Selain itu, hadir pula double glass dan 24 struktur peredam bising yang bekerja efektif mengisolasi suara dari luar.
Fitur Keselamatan dan Harga
Jetour T2 juga telah dilengkapi Bosch ADAS Suite. Sistem ini memanfaatkan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3. Hasilnya, jangkauan deteksi lebih luas dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Sebagai informasi, Jetour T2 saat ini ditawarkan dengan harga spesial Rp 568.000.000 on the road Jabodetabek untuk 1.000 konsumen pertama. Harga normalnya dipatok Rp 588.000.000.
Dengan kombinasi desain boxy, kemampuan adaptif, serta fitur yang cukup lengkap, Jetour T2 hadir sebagai opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV serbaguna untuk aktivitas harian maupun petualangan ringan.
Baca Juga: Berita Populer: Penjualan Mobil Listrik Polytron; Kuota Harga Khusus Jetour T2 – kumparan.com











