ajibata, Jakarta —Rumor kehadiran iPhone layar lipat pertama Apple kembali menguat menjelang akhir 2025. Perangkat yang disebut sebagai iPhone Fold ini ramai diperbincangkan setelah bocoran terbaru muncul dari akun leaker Digital Chat Station di Weibo. Informasi tersebut kemudian dikutip berbagai media teknologi internasional. Apple sendiri belum memberikan konfirmasi resmi terkait produk ini. Namun, konsistensi bocoran dari rantai pasok membuat spekulasi semakin kredibel. Banyak pengamat menilai Apple sudah memasuki fase akhir pengembangan. Kehadiran iPhone Fold dipandang sebagai langkah strategis Apple memasuki pasar ponsel lipat premium. Segmen ini selama ini didominasi oleh produsen Android. Jika benar diluncurkan, iPhone Fold berpotensi mengubah peta persaingan global. Antusiasme pasar juga dipicu oleh reputasi Apple dalam menyempurnakan teknologi sebelum dirilis.
Baca Juga: 6 Smartphone Kamera Terbaik Harga Rp2–3 Jutaan
Sensor Sidik Jari di Sisi, Face ID Absen
Menurut Digital Chat Station, iPhone Fold tidak akan menggunakan Face ID. Apple disebut memilih sensor sidik jari di sisi bodi perangkat. Pendekatan ini mirip dengan ponsel lipat Android yang sudah beredar. Keputusan tersebut diduga terkait keterbatasan desain ponsel lipat. Penempatan sensor di sisi dinilai lebih praktis dan hemat ruang. Apple juga dikabarkan tidak akan menggunakan sensor sidik jari di bawah layar. Langkah ini menandai perubahan pendekatan autentikasi Apple. Face ID selama ini menjadi ciri khas iPhone modern. Namun, pada perangkat lipat, Apple tampaknya mengutamakan keandalan dan efisiensi. Pengamat menilai keputusan ini realistis. Banyak ponsel lipat premium memilih solusi serupa demi stabilitas penggunaan.
Bocoran Spesifikasi Layar dan Kamera iPhone Fold
Dari sisi spesifikasi, iPhone Fold dirumorkan memiliki layar utama berukuran 7,58 inci. Layar ini disebut mendukung kamera selfie di bawah panel. Untuk layar depan, Apple dikabarkan menyematkan panel 5,25 inci. Kamera depan pada layar luar menggunakan desain lubang. Kombinasi ini memungkinkan pengalaman layaknya ponsel dan tablet sekaligus. Di sektor kamera belakang, iPhone Fold diperkirakan memiliki dua kamera. Salah satunya menggunakan sensor 48 megapiksel. Spesifikasi ini sejajar dengan iPhone kelas atas saat ini. Apple diyakini tetap fokus pada kualitas kamera. Meski jumlah lensa tidak banyak, optimasi perangkat lunak menjadi andalan. Jika rumor ini benar, iPhone Fold akan mengusung spesifikasi flagship.
Harga Premium iPhone Fold Dipicu Biaya Material Tinggi
Soal harga, iPhone Fold diprediksi berada di kelas ultra premium. Analis Arthur Liao dari Fubon Research memperkirakan harga jual mencapai USD 2.399. Jika dikonversi, nilainya sekitar Rp 39 juta. Harga ini lebih mahal dari iPhone 17 Pro Max varian tertinggi. Faktor utama mahalnya harga berasal dari biaya material. Komponen engsel, logam cair, dan RAM disebut mengalami kenaikan signifikan. Harga RAM bahkan diklaim naik 75 persen dalam setahun terakhir. Meski mahal, Apple diperkirakan tetap memiliki pasar tersendiri. Konsumen loyal Apple dikenal bersedia membayar harga tinggi. Analis memproyeksikan penjualan iPhone Fold bisa mencapai 5 juta unit di tahun pertama.
Material Premium dan Engsel Bebas Bekas Lipatan
Sumber industri menyebut Apple telah mengatasi masalah klasik ponsel lipat. Bekas lekukan di layar bagian dalam diklaim tidak lagi menjadi isu. Apple disebut bekerja sama dengan NewRixing dan Amphenol. Mereka mengembangkan engsel berbahan logam cair berkekuatan tinggi. Teknologi ini meningkatkan daya tahan bagian lipatan. Layar bagian dalam dipasok oleh Samsung Display. Namun, struktur panel dan laminasi dirancang langsung oleh Apple. Pendekatan ini mencerminkan standar kualitas tinggi Apple. Selain itu, Hon Hai Technology Group dikabarkan telah menyiapkan lini produksi awal. Beberapa unit prototipe disebut sudah dibuat untuk pengujian internal. Langkah ini mengindikasikan kesiapan menuju produksi massal.
Jadwal Rilis Masih Fluktuatif, 2026 atau 2027
Meski rumor menyebut peluncuran pada 2026, jadwal iPhone Fold masih belum pasti. Analis Ming-Chi Kuo memperkirakan Apple sempat mempertimbangkan penundaan hingga 2027. Penundaan ini dikaitkan dengan penyempurnaan engsel dan biaya produksi. Engsel menjadi komponen paling kompleks dalam ponsel lipat. Harga engsel kini diperkirakan lebih murah dari prediksi awal pasar. Sekitar 65 persen engsel akan diproduksi Foxconn dan Shin Zu Shing. Sisanya dipasok oleh Amphenol. Jika pengembangan berjalan lancar, produksi massal bisa dimulai kuartal ketiga 2026. Momentum ini bertepatan dengan era iPhone 18. Apapun jadwal akhirnya, iPhone Fold diyakini menjadi salah satu produk Apple paling ambisius dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Robot AI Kung Fu hingga Ngopi di Oppo Store Gandaria City











