Galaxy Z Trifold Laris di Korsel, Harga Bekas Tembus Rp113 Juta

Galaxy Z Trifold Laris di Korsel, Harga Bekas Tembus Rp113 Juta
Galaxy Z Trifold Laris di Korsel, Harga Bekas Tembus Rp113 Juta

ajibata, JakartaSamsung Electronics memastikan akan kembali membuka penjualan ponsel layar lipat tiga pertamanya, Galaxy Z Trifold, setelah perangkat tersebut ludes terjual hanya dalam hitungan menit sejak debut resminya pada 12 Desember 2025.

Mengutip laporan media Korea, Chosun, Samsung akan kembali menerima pemesanan tambahan Galaxy Z Trifold melalui situs resmi Samsung.com mulai 17 Desember pukul 10.00 waktu setempat. Selain kanal daring, sejumlah unit juga akan disalurkan ke toko fisik Samsung di Korea Selatan untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen.

Antusiasme pembeli terlihat sejak hari pertama. Seluruh stok yang tersedia di sekitar 20 gerai ritel Samsung di Korea Selatan, termasuk Samsung Electronics Store Gangnam, habis terjual tak lama setelah toko dibuka. Di kawasan populer seperti Gangnam dan Hongdae, antrean calon pembeli bahkan sudah terbentuk sebelum jam operasional dimulai.

Kondisi serupa terjadi di penjualan online. Galaxy Z Trifold dilaporkan habis terjual dalam waktu kurang dari lima menit setelah pemesanan dibuka. Tak lama kemudian, Samsung menampilkan pemberitahuan restock pada laman produk, mengindikasikan permintaan yang jauh melampaui pasokan awal.

Baca Juga: Internet Cepat Bikin Liburan Akhir Tahun di Rumah Tetap Seru


Harga Tinggi Tak Surutkan Minat Konsumen Galaxy Z Trifold

Menariknya, harga tinggi bukan menjadi penghalang. Galaxy Z Trifold dibanderol KRW 3.594.000 atau setara sekitar Rp 40 jutaan. Meski demikian, minat konsumen tetap tinggi, terutama dari kalangan penggemar teknologi yang ingin merasakan pengalaman baru dari perangkat dengan desain layar lipat tiga.

Tingginya permintaan juga memicu lonjakan harga di pasar ponsel bekas. Di platform jual beli populer Korea seperti Karrot dan Joonggonara, Galaxy Z Trifold diperdagangkan dengan harga premium. Beberapa unit dijual di kisaran KRW 3,7 juta hingga KRW 4 juta, bahkan ada yang ditawarkan hingga KRW 9–10 juta atau sekitar Rp 113 jutaan.

Sumber industri teknologi menyebutkan bahwa keterbatasan stok menjadi faktor utama lonjakan harga tersebut. Dengan total pasokan di pasar domestik Korea yang diperkirakan hanya sekitar 3.000 unit, baik pembeli untuk penggunaan pribadi maupun spekulan yang mengincar keuntungan dari penjualan kembali sama-sama berburu perangkat ini. Namun, pelaku industri memperkirakan harga jual kembali akan kembali normal setelah stok tambahan dirilis.

https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/v2/t%3A0%2Cl%3A256%2Ccw%3A1536%2Cch%3A1152%2Cq%3A80%2Cw%3A1536/mNX9nRSfbGsqp3mqHtPcHQ.jpg?utm_source=chatgpt.com
https://assets.bwbx.io/images/users/iqjWHBFdfxIU/i0ne1Gw88ABw/v0/-1x-1.webp?utm_source=chatgpt.com
https://newsimg.koreatimes.co.kr/2025/12/12/f4c08b7d-ae83-46ce-a157-79bd379ce445.jpg?w=728&utm_source=chatgpt.com

Tantangan di Balik Antusiasme Pasar Samsung Galaxy Z Trifold

Di balik sambutan positif pasar, Samsung juga menghadapi sejumlah tantangan. Harga pabrik Galaxy Z Trifold disebut lebih rendah dari ekspektasi awal pasar yang memperkirakan banderolnya bisa menyentuh angka 4 juta won. Kenaikan harga komponen utama seperti DRAM, application processor (AP), serta penggunaan teknologi layar baru diduga membuat margin keuntungan perangkat ini relatif tipis.

Selain itu, Galaxy Z Trifold tidak termasuk dalam layanan perlindungan Samsung Care+. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi calon konsumen, mengingat harga perangkat yang sangat tinggi dan kompleksitas mekanisme lipat tiga yang berpotensi meningkatkan risiko kerusakan.

Inovasi TriFold: Dari Ponsel ke Tablet dan Desktop

Samsung mendorong batas inovasi perangkat lipat melalui Galaxy Z Trifold. Saat dilipat, ponsel ini tampil seperti smartphone konvensional dengan layar penutup 6,5 inci. Namun ketika dibuka penuh, perangkat ini menghadirkan bentang layar utama berukuran 10 inci, mendekati pengalaman menggunakan tablet.

Keunggulan tersebut semakin lengkap dengan dukungan Samsung DeX mandiri. Pengguna cukup menghubungkan Galaxy Z Trifold ke mouse atau keyboard untuk masuk ke mode desktop. Dalam mode ini, pengguna dapat membuka banyak aplikasi sekaligus, mengatur jendela kerja, hingga melakukan pekerjaan produktif langsung dari ponsel.

Tak hanya itu, Galaxy Z Trifold juga dibekali kemampuan sebagai monitor tambahan untuk PC berbasis Windows. Samsung mengonfirmasi bahwa perangkat ini menjadi ponsel pertama mereka yang mendukung DeX mandiri sekaligus Extended Mode sejak diperkenalkan awal Desember 2025.

Fitur ini memungkinkan tampilan ponsel diproyeksikan ke layar eksternal atau sebaliknya, menjadikan Galaxy Z Trifold sebagai layar kedua nirkabel. Teknologi ini berjalan melalui fitur Second Screen yang memanfaatkan standar Miracast, sehingga tidak memerlukan kabel tambahan.

Second Screen, Solusi Layar Kedua Tanpa Kabel

Untuk menggunakan fitur Second Screen, pengguna cukup mengaktifkannya melalui menu di Galaxy Z Trifold. Setelah itu, perangkat akan muncul dalam daftar pencarian di PC Windows. Proses koneksi bisa dilakukan melalui menu pengaturan tampilan atau pintasan tombol Windows + K.

Samsung juga menyediakan aplikasi Second Screen khusus untuk Windows yang menawarkan kontrol lebih lengkap, seperti pengaturan rasio layar, sinkronisasi daya, hingga opsi koneksi otomatis. Meski tidak wajib, aplikasi ini memudahkan pengguna yang sering memanfaatkan Galaxy Z Trifold sebagai layar tambahan.

Dengan harga yang mencapai sekitar US$3.000 atau Rp 50 jutaan, Galaxy Z Trifold memang bukan sekadar perangkat pelengkap. Namun bagi pengguna profesional yang membutuhkan layar kedua saat bepergian atau bekerja secara mobile, fitur ini dinilai praktis dan fungsional.

Spesifikasi Premium di Kelasnya

Galaxy Z Trifold dirancang dengan spesifikasi kelas atas. Layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 10 inci memiliki resolusi 2160 x 1584 piksel dengan refresh rate 120Hz. Layar penutup 6,5 inci juga mengusung panel AMOLED dengan refresh rate serupa.

Performa ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite for Galaxy, dipadukan RAM 16GB serta opsi penyimpanan 512GB atau 1TB. Di sektor kamera, Samsung menyematkan kamera utama 200MP, ultra-wide 12MP, dan telefoto 10MP dengan 3x optical zoom.

Dengan desain inovatif, spesifikasi premium, dan fitur produktivitas yang luas, Galaxy Z Trifold menjadi penanda arah baru Samsung di segmen ponsel lipat. Meski harganya fantastis, respons pasar menunjukkan bahwa konsumen siap membayar mahal untuk pengalaman teknologi yang benar-benar berbeda.

Baca Juga: Mendiktisaintek dorong sains mampu menjawab permasalahan masyarakat

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak