ajibata, Selebgram sekaligus pengusaha Andrew Susanto kembali menebar kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan 2026. Selain itu, ia meluncurkan program sosial besar-besaran dengan membagikan 10.000 paket makanan untuk buka puasa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi. Selain itu, Andrew juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum duafa di Livehouse Kemang, Jakarta Selatan.
Aksi sosial ini dilakukan secara berkelanjutan sepanjang Ramadan. Tujuannya adalah menciptakan dampak sosial nyata, khususnya bagi kelompok masyarakat prasejahtera, pekerja sektor informal, dan anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, program ini dirancang agar bantuan bisa langsung dirasakan masyarakat.
baca juga: Zaskia Sungkar Melahirkan, Irwansyah Ungkap Terima Kasih
Distribusi Paket Makanan di Berbagai Wilayah
Distribusi paket makanan buka puasa dilakukan di titik strategis. Misalnya, kawasan permukiman padat penduduk, jalan protokol, lokasi aktivitas pekerja harian, rumah singgah, dan lingkungan sosial masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan pendekatan ini, bantuan dapat tepat sasaran.
Andrew Susanto menyatakan, “Program ini menyasar masyarakat yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup, agar tetap merasakan kebahagiaan dan ketenangan saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.” Dengan kata lain, fokus utama program adalah memberikan dukungan moral dan material yang nyata.
Santunan Anak Yatim Piatu dan Tausiyah Interaktif
Selain paket makanan, kegiatan ini menyasar anak-anak yatim piatu. Pertama, acara dibuka dengan kuis interaktif untuk anak-anak, yang memberikan pengalaman edukatif dan menyenangkan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang dipimpin oleh Ustaz Ja’ani Qurtuby. Tausiyah ini menyampaikan nilai moral dan edukasi agama dengan cara yang mudah dipahami.
Acara diakhiri dengan buka bersama dan penyerahan santunan, berupa uang tunai serta bingkisan Lebaran, bagi 50 anak yang hadir. Andrew Susanto menambahkan, “Santunan diberikan sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan kepedulian untuk masa depan anak-anak yang membutuhkan dukungan moral maupun material.”
Momentum Ramadan: Penuh Keberkahan dan Empati
Andrew menekankan bahwa Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Oleh karena itu, momentum ini menjadi waktu terbaik untuk menumbuhkan empati terhadap sesama. Aksi sosial ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan.
Program CSR Holywings Peduli, yang dipimpin Andrew, menargetkan anak-anak yatim di lingkungan kelurahan Bangka, Jakarta Selatan. Dengan begitu, anak-anak yang membutuhkan mendapatkan perhatian nyata dan dukungan moral. Selain itu, mereka merasakan ketenangan batin selama menjalani Ramadan.
Andrew menjelaskan, “Melalui pembagian 10.000 paket makanan buka puasa, santunan anak yatim piatu dan kaum duafa ini, kami ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.” Oleh sebab itu, kegiatan ini menekankan kepedulian sosial yang konkret dan nyata.
Pendekatan Berkelanjutan untuk Dampak Positif
Selain memberi bantuan sesaat, Andrew menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga menciptakan dampak positif jangka panjang.
“Melalui pendekatan berkelanjutan, kami berupaya menciptakan manfaat yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Dengan kata lain, kegiatan ini dirancang untuk memberikan hasil yang bertahan lama.
Dukungan Tim dan Kolaborasi
Kesuksesan program tidak lepas dari dukungan tim yang solid. Dari perencanaan hingga distribusi, semua proses dikoordinasikan dengan cermat. Selain itu, kolaborasi dilakukan dengan pengurus lingkungan, lembaga sosial, dan relawan. Dengan begitu, bantuan dapat tersalurkan secara tepat dan efektif.
Pendekatan profesional ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program. Selain itu, kerja sama antar pihak terkait membantu memperluas jangkauan bantuan sehingga lebih banyak orang merasakan manfaatnya.
Dampak Sosial dan Inspirasi Publik
Program Andrew Susanto menjadi inspirasi bagi publik dan pelaku usaha lainnya. Dengan menggabungkan bantuan material, edukasi, dan interaksi langsung, kegiatan ini menunjukkan model aksi sosial yang menyentuh hati.
Distribusi paket makanan dan santunan anak yatim piatu tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat psikologis dan spiritual. Dengan demikian, program ini memperkuat rasa kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di masyarakat.
Edukasi dan Kesehatan Sebagai Bagian Program
Selain santunan dan paket buka puasa, Andrew juga menghadirkan edukasi kesehatan. Contohnya, seminar tentang HIV dan AIDS yang melibatkan dokter untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. Dengan begitu, aksi sosial ini tidak hanya bersifat bantuan fisik, tetapi juga edukatif.
Kegiatan edukatif ini membantu masyarakat meningkatkan kesadaran kesehatan dan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, program ini menjadi lebih menyeluruh dan berdampak luas.
Meningkatkan Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat
Program ini juga menumbuhkan kesadaran sosial. Publik yang menyaksikan kegiatan terdorong untuk ikut peduli dan membantu mereka yang membutuhkan. Dengan aksi nyata dan transparan, masyarakat melihat model bantuan sosial yang efektif.
Langkah ini mendorong kolaborasi antara lembaga, komunitas, dan pihak-pihak yang peduli. Dengan demikian, tercipta ekosistem sosial yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
Kesimpulan: Ramadan sebagai Momentum Berbagi dan Kepedulian
Aksi sosial Andrew Susanto menegaskan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan untuk berbagi dan menebar keberkahan. Dengan membagikan 10.000 paket makanan buka puasa, menyantuni anak yatim piatu dan kaum duafa, serta memberi edukasi kesehatan, program ini hadir nyata di masyarakat.
Pendekatan berkelanjutan yang diterapkan menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak bersifat sementara. Program ini juga membuktikan bahwa selebriti dan pengusaha dapat menggunakan pengaruh mereka untuk menciptakan perubahan positif.
Lewat aksi sosial yang terencana dan menyeluruh, Ramadan menjadi momen untuk memperkuat solidaritas, empati, dan kepedulian. Program Andrew Susanto menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa berbagi kebaikan dapat dilakukan secara nyata, terukur, dan berdampak luas bagi masyarakat.
baca juga: Diding Boneng Cerita Momen Menegangkan Serangan Asma











