ajibata.id Arteta Tetap Rendah Hati Usai Arsenal Dijagokan Juara Mikel Arteta menegaskan Arsenal belum pantas disebut favorit juara Premier League 2025/26. Ia menilai perjalanan musim masih panjang, dan timnya harus tetap fokus meski Liverpool terus kehilangan poin.
Setelah mengalahkan Fulham 1–0 akhir pekan lalu, Arsenal memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi tiga poin dari Manchester City. Hasil itu membuat publik mulai menjagokan The Gunners sebagai kandidat utama peraih trofi liga musim ini.
Namun, Arteta memilih menanggapi euforia itu dengan hati-hati. “Kami belum membuktikan apa pun. Musim masih panjang dan setiap laga penting,” ujarnya usai pertandingan.
Arsenal tampil impresif dengan enam kemenangan dari delapan laga, mengoleksi 19 poin dari total 24 yang tersedia. Mereka belum terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di liga dan delapan laga di semua kompetisi.
Meski catatan itu menonjol, Arteta menilai skuadnya belum boleh terlena. Ia mengingatkan para pemain agar menjaga fokus dan disiplin dalam setiap pertandingan. “Kami harus menunjukkan kualitas setiap hari, bukan hanya menikmati hasil,” tegasnya.
Arteta Tetap Rendah Hati Usai Arsenal Dijagokan Juara Fokus pada Proses dan Mentalitas Juara
Dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions kontra Atletico Madrid, Arteta menekankan pentingnya konsistensi. “Saya senang melihat energi dan komitmen tim. Tapi itu baru perasaan, bukan jaminan. Besok semuanya harus dibuktikan lagi,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa posisinya di klasemen tidak boleh membuat tim puas diri. “Ada banyak narasi setelah Liverpool kalah, tapi liga ini tidak memberi ruang untuk lengah,” tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski sedang on fire, Arsenal dihadapkan pada krisis cedera pemain. Beberapa nama penting seperti Martin Odegaard, Kai Havertz, Noni Madueke, dan Gabriel Jesus masih menepi. Untungnya, bek baru Piero Hincapie sudah siap tampil memperkuat lini belakang.
Selain cedera, jadwal padat menjadi tantangan berikutnya. Dalam dua pekan ke depan, The Gunners harus melakoni enam laga di berbagai ajang, termasuk melawan Crystal Palace dan Brighton di Premier League serta partisipasi di Carabao Cup.
Arteta menilai periode ini sebagai momentum penting bagi Arsenal untuk membuktikan mental juara. “Kami akan tahu siapa kami sebenarnya dari cara kami menghadapi tekanan dan jadwal padat ini,” ujarnya.
Jika mampu menjaga performa dan konsistensi, Arsenal berpeluang besar mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Namun bagi Arteta, hanya kerja keras dan fokus yang bisa membawa timnya ke sana.











