BP Tapera Keluhkan SLIK OJK Hambat Penyaluran KPR

BP Tapera Keluhkan SLIK OJK Hambat Penyaluran KPR
BP Tapera Keluhkan SLIK OJK Hambat Penyaluran KPR

ajibata.id BP Tapera Keluhkan SLIK OJK Hambat Penyaluran KPR Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyoroti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dianggap menghambat proses verifikasi calon penerima Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan hal ini saat melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (23/10/2025).

BP Tapera Keluhkan SLIK OJK Hambat Penyaluran KPR Hambatan Verifikasi karena Catatan Kredit di SLIK

Menurut Heru, banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) gagal lolos proses verifikasi karena catatan Non Performing Loan (NPL) dari kredit konsumtif mereka. Catatan tersebut muncul di SLIK dan memengaruhi keputusan bank penyalur FLPP untuk menyetujui atau menolak permohonan debitur.
“Kecenderungan MBR terkendala NPL akibat kredit konsumtif berpengaruh pada SLIK OJK. Ini berdampak pada proses kelayakan calon debitur,” ujar Heru dalam pernyataan tertulis.

BP Tapera telah mengajukan keberatan kepada OJK sejak 5 Agustus 2025. Dalam rentang 1 Januari 2022 hingga 4 Agustus 2025, tercatat 111.258 data debitur belum diproses lebih dari dua bulan oleh bank penyalur.
“Sebagian calon penerima FLPP sudah lolos subsidi checking, namun belum ditindaklanjuti. Akibatnya, mereka kehilangan minat karena lamanya waktu tunggu,” lanjut Heru.

Menanggapi hal tersebut, OJK melaporkan bahwa dari data BP Tapera, 92,84 persen kasus berasal dari bank Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
OJK juga mencatat 5.632 calon debitur telah menerima pencairan, sementara 36.404 calon akan segera ditindaklanjuti. Secara eksplisit, 3.299 calon debitur ditolak karena status SLIK bermasalah.

Selain itu, BP Tapera menghimpun data manual dari lapangan dan menemukan 13.321 kasus tambahan, dengan 5.146 di antaranya memiliki status kredit bermasalah (Kol 2–5).

Target 350 Ribu Unit Rumah Masih Optimistis

Meski menghadapi kendala administrasi SLIK, BP Tapera tetap optimistis dapat mencapai target 350 ribu unit rumah FLPP pada 2025.
Heru menjelaskan, potensi pencapaian berasal dari tindak lanjut 57.644 unit, ready stock 46.583 unit, tambahan dari pemasaran 9.000 unit, dan antrean proses 33.635 unit di aplikasi SiKasep.

Dengan akumulasi tersebut, total proyeksi capaian 354.200 unit rumah subsidi diyakini masih bisa direalisasikan tahun ini.
“Sinergi dengan OJK, perbankan, dan pengembang akan menjadi kunci mempercepat penyaluran FLPP secara tepat sasaran,” tutup Heru.

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak