BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Anak Pesisir

BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Anak Pesisir
BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Anak Pesisir

ajibata.id BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Anak Pesisir Di wilayah pesisir Tolitoli, Sulawesi Tengah, perjalanan menuju ilmu pengetahuan tidak selalu mudah. Anak-anak di pulau-pulau kecil harus menyeberangi laut demi bisa belajar. Kini, berkat inisiatif BRI Peduli melalui Program Literasi Anak Negeri, semangat mereka kembali menyala lewat kehadiran Perahu Literasi.

Program ini menjadi langkah nyata BRI untuk memperluas akses pendidikan di daerah pesisir dan terluar Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, BRI Peduli tidak hanya menyediakan perahu, tetapi juga buku bacaan, alat tulis, dan proyektor untuk menunjang kegiatan belajar.

BRI Peduli Hadirkan Perahu Literasi untuk Anak Pesisir Kolaborasi Membangun Akses Pendidikan di Pulau-Pulau Kecil

Ketua Yayasan Lopie Bahari Nusantara, Fandy Lamaming, menuturkan bahwa keberadaan Perahu Literasi mempercepat mobilitas antar pulau. Program ini membuat kegiatan literasi berjalan lebih efisien di berbagai titik wilayah Tolitoli.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan kapal, mesin, dan sarana dari BRI Peduli. Kini, anak-anak bisa menikmati buku baru dan film edukasi setiap malam. Mimpi kami jadi nyata,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2022, Yayasan Lopie Bahari Nusantara aktif menyebarkan literasi hingga ke Pulau Lingayan, Dolangan, dan Salando. Kegiatan dilakukan tiga kali seminggu mencakup kelas literasi anak-dewasa, pemberantasan buta aksara, serta pelatihan bahari berkelanjutan.

Cikal bakal Perahu Pustaka Tolitoli bermula dari tahun 2015, ketika tiga pemuda lokal tergerak melihat kesenjangan pendidikan di daerah mereka. Dari 43 pulau di Tolitoli, hanya 13 yang berpenghuni, dan sebagian besar kekurangan fasilitas serta tenaga pengajar.

Dengan dukungan BRI Peduli, inisiatif lokal ini berkembang menjadi gerakan literasi yang berdaya jangkau luas. Kini, anak-anak tidak hanya membaca di tepi pantai, tetapi juga menonton film edukatif yang membuka wawasan mereka terhadap dunia.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif bagi semua.

“Perahu Literasi adalah wujud nyata kepedulian BRI terhadap kemajuan pendidikan di wilayah pesisir. Harapannya, program ini membuka akses belajar yang lebih luas bagi anak-anak di pulau-pulau sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045. BRI berkomitmen membangun generasi unggul melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Dhanny menegaskan, kehadiran Perahu Literasi bukan hanya soal distribusi buku, tetapi juga menciptakan ruang belajar hidup yang menumbuhkan budaya membaca. “Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, asalkan dilakukan dengan komitmen dan kolaborasi,” katanya.

Selain di Tolitoli, BRI Peduli juga menjalankan Program Literasi Anak Negeri di SDN 1 Malaka, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dengan kegiatan yang fokus pada peningkatan kemampuan membaca, kemandirian belajar, serta penguatan kapasitas tenaga pengajar.

Lewat Perahu Literasi, BRI membuktikan bahwa pendidikan dapat menjangkau setiap sudut negeri, bahkan yang terpisah oleh lautan. Program ini tidak hanya menyalurkan buku, tetapi juga membawa semangat baru—bahwa setiap anak Indonesia berhak bermimpi dan belajar tanpa batas.

baca juga :https://www.liputan6.com/bisnis/read/6194974/lewat-perahu-literasi-bri-peduli-bawa-harapan-baru-pendidikan-anak-anak-pesisir-tolitoli?page=2

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak