Campak Bisa Sebabkan Radang Telinga dan Hilang Pendengaran

Campak Bisa Sebabkan Radang Telinga dan Hilang Pendengaran
Campak Bisa Sebabkan Radang Telinga dan Hilang Pendengaran

ajibata.id Campak Bisa Sebabkan Radang Telinga dan Hilang Pendengaran Radang telinga tengah merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi akibat infeksi campak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan disabilitas rungu atau bahkan tuli permanen. Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, SpA(K), menjelaskan bahwa penyebabnya berkaitan erat dengan penyebaran virus campak di dalam tubuh.

Menurut Prof. Hartono, saat anak terinfeksi campak, virus akan menyebar melalui darah atau disebut viremia. Penyebaran ini terutama menyerang saluran napas bagian atas. “Kalau menjalar ke paru-paru bisa jadi radang paru atau pneumonia. Nah, dari saluran napas atas ada saluran ke telinga, itu yang bisa menyebabkan radang telinga tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak lebih rentan karena saluran napas mereka lebih mendatar dibanding orang dewasa. Akibatnya, lendir atau infeksi dari saluran napas lebih mudah berpindah ke telinga. “Kalau terus-menerus, bisa menimbulkan ketulian permanen karena gendang telinganya terganggu,” kata Hartono.

Campak Bisa Sebabkan Radang Telinga dan Hilang Pendengaran Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Komplikasi

Untuk mencegah komplikasi seperti radang telinga tengah, imunisasi campak wajib diberikan secara lengkap. Campak, seperti halnya polio dan penyakit menular lainnya, sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, M.K.M., menegaskan pentingnya program imunisasi lengkap bagi anak-anak. Melalui program PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi), Kemenkes berupaya mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Program ini dilakukan tiga kali setahun, dan yang terdekat berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2025.

Prima menegaskan bahwa imunisasi adalah hak setiap anak dan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, serta pemerintah. “Imunisasi merupakan perlindungan spesifik terhadap penyakit tertentu. Jadi, anak tidak boleh hanya diimunisasi sebagian,” jelasnya.

Jika anak hanya mendapat satu jenis imunisasi, misalnya campak, maka ia hanya terlindungi dari penyakit tersebut, bukan dari infeksi lainnya. “Kalau imunisasi tidak lengkap, anak bisa jatuh ke kondisi berat, bahkan menimbulkan kecacatan atau kematian,” pungkasnya.

Komplikasi campak seperti radang telinga tengah dapat dicegah melalui imunisasi yang lengkap dan tepat waktu. Edukasi kepada orang tua tentang pentingnya imunisasi harus terus digencarkan agar setiap anak mendapatkan perlindungan optimal dari berbagai penyakit menular.

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak