Jakarta (ajibata) – Legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, memperluas program pembinaan atlet dengan menggelar turnamen Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya. Turnamen ini berlangsung di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Banten, pada 12-14 Februari 2026.
Ajang ini menjadi kesempatan khusus untuk nomor tunggal, baik putra maupun putri. Selain itu, turnamen diikuti oleh 330 pebulu tangkis dari 130 perkumpulan. Nomor yang dipertandingkan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak-anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17), hingga dewasa amatir (30+).
baca juga: Antonio Rudiger Tinggalkan Real Madrid, Kembali ke Inggris?
Langkah Baru Setelah Sukses Nomor Ganda
Candra Wijaya menjelaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan tunggal ini merupakan lanjutan dari kejuaraan ganda yang rutin digelar sejak 2009. Kejuaraan ganda sendiri memasuki edisi ke-13 pada 2025.
“Setelah lama berkecimpung di dunia bulutangkis nasional, mendirikan klub, membina atlet, membangun gedung olahraga, serta membuat kejuaraan ganda, kini kami ingin membina bibit unggul di sektor tunggal,” kata Candra.
Selain itu, ia menekankan bahwa program ini sesuai dengan visi-misi untuk memajukan prestasi bulutangkis Indonesia secara menyeluruh. Dengan kata lain, pembinaan atlet di semua kategori menjadi fokus utama.
Lebih lanjut, Candra berharap kejuaraan tunggal ini membudayakan pembinaan sejak usia dini. Ia percaya langkah ini dapat melestarikan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia.
Talenta Muda yang Menonjol
Dari hasil pertandingan, beberapa talenta muda tampil menonjol. Di tunggal putri U-11, Kharissa Lubna Ramadhani dari SDN Ciracas 06, Jakarta Timur, keluar sebagai juara. Ia mengalahkan Zevanya Cantika Hamzah dari Sriwijaya Badminton Academy, dengan skor 21-15, 23-21.
Sementara itu, di tunggal remaja U-17 putri, Haura Kamila Assopiah dari DYSCW menjuarai pertandingan. Ia menundukkan Katrina Gwendelyn Setiawan (Jaya Raya Solo) dengan skor 21-10, 21-7.
Di sisi lain, pada kelompok pra usia dini U-9 putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus dari Amour Badminton Club meraih gelar juara. Ia mengalahkan Arka Pratama Sitepu (Flash) dengan skor 21-16, 21-18.
Selain itu, Didin Khoerul Ma’mur dari DYSCW menjuarai tunggal pemula (U-15 putra). Ia mengalahkan Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta) dengan skor 21-15, 21-11.
DYSCW Raih Juara Umum
Berkat raihan dua medali emas dan satu perak, klub tuan rumah DYSCW keluar sebagai juara umum. Selain itu, medali perak tambahan disumbangkan oleh Gibran Sandya Prayoga di tunggal anak-anak (U-13 putra), setelah kalah dari Muhammad Davin Abrisam (SDN 1 Panaragan Bogor) dengan skor 10-21, 18-21.
Keberhasilan DYSCW menunjukkan efektivitas program pembinaan yang dijalankan. Selain itu, ajang ini menjadi bukti bahwa investasi jangka panjang pada pembinaan atlet muda dapat menghasilkan prestasi signifikan.
Dukungan dari Pengprov PBSI Banten
Ketua Pengprov PBSI Banten, Sudarto Adinagoro, menutup kejuaraan pada Sabtu (14/2). Ia menekankan pentingnya acara ini bagi proses pembinaan jangka panjang.
“Saya menilai kejuaraan ini adalah bagian dari proses panjang untuk melahirkan atlet tunggal potensial. Mereka kelak bisa menjadi juara nasional maupun internasional,” kata Sudarto.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Candra Wijaya yang mau menggelar kejuaraan khusus tunggal. Dengan demikian, ide ini menunjukkan kepedulian seorang legenda terhadap pembinaan generasi berikutnya.
Pentingnya Pembinaan Tunggal
Kejuaraan Single Special Championships 2026 menegaskan bahwa sektor tunggal perlu perhatian khusus, selain ganda. Selain itu, turnamen membantu atlet muda memahami strategi, teknik, dan mental bertanding sejak usia dini.
Turnamen juga menjadi wadah evaluasi bagi pelatih dan klub. Mereka dapat menilai kemampuan atlet dalam kondisi pertandingan nyata, bukan hanya latihan di klub.
Keberhasilan atlet muda yang menonjol juga menjadi motivasi bagi rekan-rekan sebaya. Mereka melihat bahwa latihan keras sejak dini dapat membuahkan hasil.
Dengan penyelenggaraan turnamen ini, Candra Wijaya mempertegas komitmen memajukan bulutangkis Indonesia secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada ganda, tetapi juga membina bibit unggul di nomor tunggal.
Selain itu, turnamen ini menjadi ajang inspirasi bagi klub lain untuk menggelar kompetisi serupa. Dengan begitu, pembinaan atlet tunggal di seluruh Tanah Air dapat terus berkembang.
baca juga: Menpora inginkan terobosan pembiayaan rawat fasilitas baru NPC











