ajibata.id – Cara Lihat Reels yang Pernah Ditonton Lewat Watch History Instagram resmi meluncurkan fitur baru bernama Watch History. Melalui fitur ini, pengguna kini dapat melihat kembali video Reels yang pernah ditonton tanpa harus menyimpannya terlebih dahulu.
Fitur ini menjawab kebutuhan banyak pengguna yang sering kehilangan video menarik karena tidak sengaja menutup aplikasi atau teralihkan notifikasi. Kini, cukup dengan membuka Profil → Aktivitas Anda → Riwayat Tontonan, semua Reels yang telah dilihat bisa ditemukan dengan mudah.
Adam Mosseri, Kepala Instagram, menjelaskan bahwa akses menuju fitur ini dibuat sederhana dan intuitif.
“Kami ingin pengalaman pengguna semakin nyaman. Watch History membantu menemukan kembali konten yang pernah menginspirasi,” ungkap Mosseri dalam unggahan di Instagram, dikutip dari TechCrunch, Sabtu (1/11/2025).
Sama seperti di TikTok, pengguna dapat mengurutkan riwayat tontonan berdasarkan tanggal, minggu, bulan, atau rentang waktu tertentu. Mereka juga bisa menghapus video tertentu dari daftar, memberi fleksibilitas lebih dalam mengelola aktivitas menonton.
Sebelum fitur ini hadir, sebagian pengguna harus menempuh cara rumit seperti mengunduh data akun hanya untuk mencari video yang hilang. Kini, semua proses tersebut dapat dilakukan langsung di dalam aplikasi, membuat pengalaman menonton di Instagram semakin setara dengan TikTok.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta memperkaya fitur Reels yang sejak awal memang dirancang menyaingi platform video pendek pesaingnya. Selain Watch History, Meta juga menambahkan kemampuan menghubungkan beberapa Reels dalam satu rangkaian dan mode Picture-in-Picture—dua fitur yang sudah lebih dulu populer di TikTok.
Meta tidak berhenti pada Reels. Perusahaan induk Instagram juga memperkenalkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna mengedit foto dan video langsung di Stories.
Melalui fitur ini, pengguna cukup mengetikkan perintah sederhana seperti “tambahkan,” “hapus,” atau “ubah,” dan sistem AI akan menyesuaikan gambar sesuai prompt. Misalnya, mengetik “ubah warna rambut jadi pirang” atau “hapus bayangan di wajah.”
Laporan TechCrunch, Minggu (26/10/2025), menyebutkan bahwa fitur baru ini merupakan evolusi dari teknologi yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui chatbot Meta AI. Kini, pengguna bisa langsung berkreasi di menu Stories tanpa meninggalkan aplikasi.
Fitur dapat ditemukan melalui menu “Ubah Gaya”, di bagian atas layar setelah mengetuk ikon kuas. Selain prompt teks, Meta juga menyediakan efek preset seperti menambahkan jaket, kacamata, atau suasana hujan salju untuk memperkaya konten Stories.
Namun, Meta mengingatkan bahwa pengguna perlu menyetujui Persyaratan Layanan AI, yang memungkinkan perusahaan memproses dan memodifikasi gambar yang diunggah.
BACA JUGA :Di Sini
Cara Lihat Reels yang Pernah Ditonton Lewat Watch History Instagram Perketat Aturan Konten untuk Akun Remaja
Cara Lihat Reels yang Pernah Ditonton Lewat Watch History Meta juga memperkuat perlindungan pengguna remaja dengan menyesuaikan batasan konten Instagram setara dengan film berating PG-13. Artinya, konten dengan kekerasan intens, bahasa kasar, atau tema dewasa akan dibatasi aksesnya bagi pengguna di bawah usia 13 tahun.
Langkah ini diumumkan setelah Meta menerima kritik bertahun-tahun dari orang tua dan legislator terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.
Mengutip CNN, Rabu (15/10/2025), pengaturan baru ini membuat akun remaja memiliki privasi bawaan, membatasi akses ke unggahan yang mempromosikan kekerasan, prosedur kosmetik ekstrem, atau perilaku berbahaya.
Meta juga akan menyembunyikan unggahan dari akun yang rutin menampilkan konten tidak pantas. Bahkan, remaja yang sudah mengikuti akun semacam itu tidak lagi dapat melihat atau mengirim pesan ke akun tersebut.
Selain itu, sistem pencarian Instagram akan memblokir kata kunci sensitif seperti “alkohol” atau “gore.” Meta menegaskan bahwa chatbot AI mereka juga tidak akan memberikan respons yang tidak sesuai usia.
“Kami ingin pengalaman remaja tetap aman, layaknya menonton film PG-13—kadang muncul sedikit konten sugestif, tapi tetap terkendali,” tulis Meta dalam blog resminya.
Di tengah meningkatnya fitur AI dan personalisasi iklan, Adam Mosseri kembali menegaskan bahwa Meta tidak pernah menguping percakapan pengguna melalui mikrofon ponsel.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Mosseri menyebut teori bahwa Meta mendengarkan percakapan untuk menargetkan iklan adalah “tidak masuk akal dan teknisnya mustahil.”
Banyak pengguna meyakini iklan yang muncul di feed terasa terlalu relevan dengan topik pembicaraan mereka. Mosseri menjelaskan bahwa fenomena itu bisa terjadi karena pengguna sudah melihat iklan serupa sebelumnya tanpa menyadarinya.
Bantahan ini muncul di saat Meta tengah mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan data interaksi dengan produk AI digunakan sebagai sinyal tambahan untuk penargetan iklan.
Langkah tersebut memunculkan kembali diskusi tentang batas privasi pengguna di tengah semakin terintegrasinya AI dalam seluruh ekosistem Meta—mulai dari Facebook, Instagram, hingga WhatsApp.
Rangkaian pembaruan ini menunjukkan ambisi Meta untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara komprehensif—dari kemudahan mencari kembali Reels hingga kreativitas AI di Stories. Di sisi lain, upaya memperketat kontrol konten remaja dan klarifikasi soal privasi memperlihatkan komitmen Meta menjaga keseimbangan antara inovasi dan keamanan pengguna.
BACA JUGA :Di Sini











