ajibata.id – Cara Mudah Pisahkan Ceker Ayam dan Manfaat Sehatnya Ceker ayam merupakan bahan makanan khas Nusantara yang banyak disukai karena teksturnya kenyal dan rasa gurih alaminya. Namun, menikmati ceker sering kali terasa merepotkan karena banyaknya tulang kecil di setiap ruas jarinya.
Dengan teknik yang tepat, kamu bisa memisahkan tulang ceker tanpa merusak bentuknya. Hasilnya, daging tetap utuh dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti sop, seblak, atau tumisan pedas.
Selain nikmat, ceker ayam juga mengandung kolagen tinggi yang baik untuk kulit, sendi, dan jaringan tubuh. Menurut penelitian IPB University, bagian ini bisa menjadi sumber kolagen alami yang efektif dan terjangkau jika dikonsumsi dengan bijak.
Agar hasilnya maksimal, proses memisahkan tulang ceker tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut langkah-langkah mudah yang bisa kamu praktikkan di rumah:
1. Potong Kuku Ceker hingga Bersih
Pastikan ceker benar-benar bersih sebelum diolah. Potong bagian kuku pada ujung jari menggunakan pisau tajam atau gunting dapur. Langkah ini penting karena kuku ayam sering menjadi tempat menumpuknya kotoran.
2. Rebus dengan Garam untuk Mengurangi Bau Amis
Setelah dicuci bersih, rebus ceker dalam air mendidih yang telah diberi sedikit garam selama 30–40 menit. Garam membantu melunakkan jaringan otot sekaligus mengurangi aroma amis pada ceker.
- 3. Rendam dalam Air Es agar Mudah Dikuliti
Segera masukkan ceker panas ke dalam air es setelah direbus. Diamkan sekitar dua jam. Proses perendaman ini membuat daging mengembang dan lebih mudah dipisahkan dari tulang tanpa robek.
- 4. Kuliti Perlahan dari Ujung ke Pangkal
Gunakan pisau kecil atau tangan untuk menguliti bagian daging dari pangkal ke ujung jari. Lakukan perlahan agar tulang tidak patah dan daging tetap utuh. Hasilnya adalah ceker tanpa tulang yang siap diolah sesuai selera.
Dengan cara ini, kamu bisa membuat seblak ceker tanpa tulang, sop ceker lembut, hingga tumis pedas ceker empuk tanpa repot saat menyantapnya.
BACA JUGA :di Sini
Cara Mudah Pisahkan Ceker Ayam dan Manfaat Sehatnya Kandungan Kolagen dan Nutrisi dalam Ceker Ayam
Ceker ayam bukan sekadar makanan murah meriah, melainkan sumber protein dan mineral penting. Berdasarkan keterangan Prof. Ono Suparno dari IPB University, sekitar 70 persen protein pada ceker ayam adalah kolagen. Zat ini berperan menjaga kekuatan, elastisitas, dan kepadatan kulit, tulang, serta sendi.
Selain kolagen, ceker juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, dan vitamin A yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh. Jika diolah dengan benar, ceker bisa menjadi asupan bergizi sekaligus menambah variasi menu harian.
- Menjaga Elastisitas Kulit
Kolagen membantu memperlambat tanda penuaan seperti keriput dan garis halus, sekaligus menjaga kulit tetap kenyal. - Menguatkan Tulang dan Sendi
Kandungan kalsium dan fosfor pada ceker memperkuat struktur tulang serta membantu mencegah osteoporosis dan nyeri sendi. - Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Gelatin hasil rebusan ceker melapisi dinding lambung dan mendukung keseimbangan bakteri baik dalam usus. - Mendukung Penyembuhan Luka
Protein dan kolagen mempercepat pembentukan jaringan baru, membantu luka sembuh lebih cepat. - Menambah Asupan Nutrisi Harian
Ceker mengandung vitamin dan mineral penting yang membantu menjaga metabolisme serta daya tahan tubuh.
Meski kaya manfaat, konsumsi ceker ayam perlu dibatasi agar tidak meningkatkan kadar kolesterol. Prof. Ono Suparno menekankan pentingnya memilih bahan segar dan cara memasak sehat untuk menjaga kualitas gizinya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih ceker berwarna cerah dan tidak berbau amis.
- Hindari menggoreng dalam minyak berulang; rebus atau kukus lebih sehat.
- Padukan dengan sayuran untuk gizi seimbang.
- Konsumsi maksimal dua hingga tiga kali seminggu.
- Jaga kebersihan saat mencuci dan merebus untuk menghindari bakteri.
1. Apakah ceker ayam benar-benar kaya kolagen?
Ya. Penelitian IPB University menunjukkan 70% protein ceker berupa kolagen yang baik untuk kulit dan sendi.
2. Amankah makan ceker setiap hari?
Tidak disarankan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan lemak jenuh dan kolesterol.
3. Bagaimana memilih ceker yang baik?
Pilih yang segar, tidak berlendir, dan berwarna cerah. Hindari ceker berbau atau berwarna kebiruan.
4. Apakah anak-anak boleh makan ceker?
Boleh, asal diolah dengan cara sehat dan tidak pedas. Kandungan kolagen mendukung pertumbuhan tulang dan sendi.
5. Apa olahan terbaik agar gizinya tidak hilang?
Sup atau kaldu tulang ayam terbaik karena proses perebusan lambat menjaga kolagen dan mineral alami.
Memisahkan ceker dari tulangnya kini tidak perlu lagi dianggap sulit. Dengan langkah sederhana dan teknik yang benar, kamu bisa menikmati ceker empuk tanpa repot. Selain rasanya yang lezat, kandungan kolagennya juga memberi banyak manfaat bagi kesehatan kulit, tulang, dan sendi.
Dengan konsumsi bijak dan pengolahan yang higienis, ceker ayam bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa mengurangi kenikmatan kuliner khas Nusantara.
BACA JUGA :di Sini











