Jakarta — ajibata Industri esports telah berkembang pesat dari sekadar hobi menjadi ekosistem global bernilai miliaran dolar. Kini, esports tidak hanya soal permainan, melainkan bagian tak terpisahkan dari budaya populer. Hal ini ditegaskan oleh CEO Rustin Sotoodeh, CEO sekaligus Creative Director Higround, dalam forum World Governments Summit (WGS) 2026 di Dubai.
Higround dikenal sebagai merek keyboard gaming premium. Produk mereka dapat dikustomisasi sesuai keinginan pengguna, mulai dari suara, rasa tombol, hingga desain visual. Dengan pendekatan ini, Higround mencoba menjembatani dunia esports dengan gaya hidup dan ekspresi kreatif.
Sotoodeh memaparkan bahwa evolusi dunia gaming kini telah jauh melampaui batas kompetisi. Selain itu, esports kini memiliki posisi sejajar dengan industri musik, film, dan fashion. “Esports masa kini tidak lagi hanya berfokus pada kompetisi, melainkan telah menjadi identitas budaya,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa gaming bukan lagi sekadar aktivitas digital, tetapi fenomena sosial yang memengaruhi gaya hidup global.
baca juga: Kode Redeem FF Terbaru 4 Januari 2026
Kolaborasi Higround dengan Fashion Global
Salah satu pencapaian penting Higround adalah kolaborasi mereka dengan Braindead, label streetwear ternama. Kerja sama ini berhasil menembus Dover Street Market, sebuah ritel prestisius yang menjadi rumah bagi merek fashion mewah dunia. Dengan kata lain, keyboard gaming kini bisa berdampingan dengan produk Balenciaga dan merek kelas atas lainnya.
“Di tempat yang sama kamu membeli Balenciaga, kamu juga bisa membeli keyboard gaming. Itu adalah momen pertama kalinya sebuah keyboard menjadi bagian dari ekosistem fashion global,” ujar Sotoodeh. Oleh karena itu, pencapaian ini bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi juga validasi atas perubahan persepsi publik terhadap perangkat keras gaming.
Keyboard gaming, menurutnya, tidak lagi dipandang hanya sebagai alat teknis. Sebaliknya, perangkat ini kini menjadi medium ekspresi diri. Desain, estetika, dan personalisasi menjadi kunci dalam menghubungkan produk dengan identitas penggunanya.
Estetika Sebagai Bahasa Universal
Sotoodeh menekankan bahwa estetika memegang peranan penting dalam memperluas penerimaan publik terhadap budaya gaming. “Gaming adalah budaya yang indah, tetapi sering tersembunyi. Cara membuatnya lebih mudah diterima adalah dengan membuatnya tampak indah,” jelasnya. Dengan demikian, kecantikan visual menjadi bahasa universal yang bisa meruntuhkan stigma eksklusivitas esports.
Selain faktor desain, Intellectual Property (IP) juga dianggap krusial. Elemen seperti karakter orisinal game, anime, dan cerita fiktif mampu membangun kedekatan emosional dengan komunitas. “Ketika mereka membeli produk kami, mereka sebenarnya membeli hubungan emosional tersebut,” kata CEO Sotoodeh. Oleh karena itu, IP bukan hanya tambahan estetika, tetapi juga strategi untuk memperkuat keterikatan konsumen.
Esports dan Periferal Sebagai Medium Ekspresi
Higround memperlihatkan bahwa keyboard gaming dapat menjadi simbol gaya hidup. Produk mereka menyatukan fungsionalitas, estetika, dan ekspresi pribadi. Selain itu, keyboard bisa menjadi pernyataan identitas bagi komunitas esports. Misalnya, desain custom bisa menunjukkan tim favorit, karakter game, atau preferensi visual masing-masing pengguna.
Pendekatan ini semakin relevan di era di mana esports dan lifestyle saling terkait. Selain itu, generasi muda cenderung menilai produk berdasarkan nilai pengalaman, bukan sekadar spesifikasi teknis. Dengan kata lain, perangkat gaming kini bukan hanya alat, tetapi bagian dari narasi pribadi penggunanya.
Perluasan Pasar dan Ekosistem
Higround juga menekankan pentingnya memperluas ekosistem gaming. Produk yang menarik secara visual dan emosional dapat menjangkau audiens lebih luas, termasuk mereka yang sebelumnya tidak tertarik pada gaming. Selain itu, kolaborasi dengan brand fashion memperluas penetrasi ke sektor lifestyle. Ini membuka peluang baru bagi industri periferal untuk masuk ke dunia mainstream.
Sotoodeh menambahkan, tren ini menunjukkan bahwa esports kini memiliki dampak yang lebih luas. Produk gaming dapat menjadi bagian dari fashion, musik, dan bahkan seni kontemporer. Dengan demikian, batas antara gaming dan budaya populer semakin tipis. Keyboard, mouse, dan periferal lain tidak lagi dilihat hanya sebagai alat, tetapi sebagai medium kreatif yang bisa dinikmati dan dipamerkan.
Masa Depan Gaming Global
Menurut CEO Sotoodeh, masa depan gaming global menuntut integrasi antara teknologi, estetika, dan budaya. “Industri ini bukan hanya soal performa atau kompetisi. Ia juga soal bagaimana gaming menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup seseorang,” ujarnya. Oleh karena itu, perusahaan periferal seperti Higround harus terus berinovasi, baik dalam desain, kolaborasi, maupun pengalaman pengguna.
Selain itu, inovasi dalam estetika dan IP akan memperkuat koneksi emosional dengan konsumen. Hal ini menjadi kunci agar esports tidak hanya bertahan sebagai hobi, tetapi berkembang menjadi fenomena budaya global. Dengan kata lain, gaming bisa menjadi medium seni, ekspresi, dan identitas dalam satu paket.
Kesimpulan
Transformasi esports dari hobi menjadi ekosistem global menunjukkan potensi industri yang sangat besar. Selain itu, periferal gaming kini memiliki peran lebih dari sekadar alat teknis. Keyboard seperti yang dikembangkan Higround bisa menjadi medium ekspresi diri, mode, dan lifestyle.
Kolaborasi dengan Braindead dan masuknya produk ke Dover Street Market menandai bahwa gaming kini diterima dalam budaya populer global. Estetika dan IP menjadi alat penting untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen. Dengan demikian, gaming kini tidak hanya soal kompetisi, tetapi identitas budaya dan ekspresi kreatif.
Higround menunjukkan bahwa inovasi dalam desain dan kolaborasi kreatif mampu mengubah persepsi publik. Dengan kata lain, esports telah melewati batas digital semata, dan kini menjadi bagian dari budaya global yang menyatu dengan musik, fashion, dan seni kontemporer.
baca juga: Pemkab Pati membuktikan keberhasilan program panen padi 10 ton/hektare











