Chrome Bakal Blokir Situs Tanpa HTTPS Mulai 2026

Chrome Bakal Blokir Situs Tanpa HTTPS Mulai 2026
Chrome Bakal Blokir Situs Tanpa HTTPS Mulai 2026

ajibata.id – Chrome Bakal Blokir Situs Tanpa HTTPS Mulai 2026 Google meningkatkan keamanan peramban Chrome dengan kebijakan baru yang akan mulai berlaku pada Oktober 2026. Dalam pembaruan Chrome 154, situs tanpa koneksi terenkripsi HTTPS akan ditandai tidak aman dan diblokir secara default.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Google untuk melindungi pengguna dari ancaman siber yang masih muncul di situs tanpa enkripsi. “Browser Chrome akan meminta izin pengguna setiap kali mencoba membuka situs publik tanpa HTTPS,” tulis Google dalam blog keamanan resminya, Senin (3/11/2025).

Saat ini, sekitar 95 hingga 99 persen koneksi di internet sudah menggunakan HTTPS. Namun, Google mencatat masih banyak situs pribadi yang belum beralih karena kendala sertifikasi.

“Kontributor terbesar untuk HTTP yang tidak aman adalah situs pribadi, dan masih sulit bagi mereka untuk mendapatkan sertifikasi HTTPS,” tulis perusahaan itu.

Meski dianggap berisiko lebih rendah, Google tetap mendorong seluruh pengembang agar memakai HTTPS. Fitur “Selalu Gunakan Koneksi Aman” akan lebih dulu tersedia untuk pengguna dengan pengaturan Penjelajahan Aman tingkat lanjut pada April 2026, sebelum diluncurkan secara global.

Sementara itu, OpenAI meluncurkan browser baru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ChatGPT Atlas, yang digadang menjadi pesaing langsung Chrome, Edge, dan Opera.

CEO OpenAI, Sam Altman, menjelaskan bahwa Atlas dirancang agar pengguna bisa berinteraksi langsung dengan web layaknya berbicara dengan asisten pribadi. “Kami ingin setiap orang merasakan pengalaman baru menjelajah internet, di mana browser bukan hanya alat, tetapi juga asisten,” ujarnya melalui kanal YouTube OpenAI, Selasa (21/10/2025).

Browser ini sudah tersedia untuk pengguna macOS dan akan segera hadir di Windows, iOS, serta Android. Salah satu fitur unggulannya adalah memori pencarian, yang mampu mengingat konteks situs yang sering dikunjungi dan menampilkannya kembali sesuai kebutuhan pengguna.

Fitur tersebut memungkinkan pengalaman menjelajah yang lebih personal dan efisien, menjadikan Atlas sebagai browser yang bukan sekadar alat akses web, tetapi juga sarana kerja cerdas.

BACA JUGA :di Sini


Chrome Bakal Blokir Situs Tanpa HTTPS Mulai 2026 Mode Agen: Fitur AI yang Mampu Bertindak untuk Pengguna

OpenAI juga memperkenalkan fitur Mode Agen, asisten pribadi di dalam browser yang dapat melakukan tindakan langsung atas permintaan pengguna.

Melalui Mode Agen, AI bisa memesan tiket, mengedit dokumen, atau melakukan riset dan analisis data secara otomatis. Fitur ini merupakan pengembangan dari Operator Tool dan ChatGPT Agent versi sebelumnya, dengan peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan tugas kompleks.

Namun, Mode Agen hanya tersedia untuk pelanggan ChatGPT Plus, Pro, dan Business. Menariknya, setiap kali pengguna mengklik hasil pencarian, browser akan menampilkan dua jendela: laman web di sisi kiri dan analisis atau ringkasan AI secara real-time di sisi kanan.

Selain itu, fitur cursor chat memungkinkan pengguna memilih teks di email atau halaman web untuk langsung diringkas atau dijelaskan oleh ChatGPT tanpa membuka tab baru.

Bersamaan dengan peningkatan keamanan HTTPS, Google juga menyiapkan pembaruan besar untuk Chrome dengan menanamkan kecerdasan buatan Gemini AI.

Fitur baru ini akan menghadirkan tombol Gemini khusus di versi desktop, yang dapat membuka jendela pop-up berisi ringkasan semua tab atau menjawab pertanyaan pengguna.

Menurut laporan ArsTechnica (26/9/2025), pembaruan ini menandai transformasi besar Chrome menjadi peramban yang lebih cerdas dan interaktif. Dalam waktu dekat, dukungan AI serupa juga akan hadir di aplikasi Chrome untuk iOS dan Android.

Google berharap kombinasi antara sistem keamanan berbasis HTTPS dan dukungan AI Gemini dapat menjadikan Chrome peramban yang lebih aman, efisien, dan relevan di era kecerdasan buatan.

Persaingan antarperamban kini tidak hanya soal kecepatan dan antarmuka, tetapi juga soal keamanan dan kecerdasan. Google memperkuat Chrome lewat sistem enkripsi dan AI, sementara OpenAI menghadirkan pendekatan baru dengan browser yang berpikir layaknya manusia.

Kedua langkah tersebut menunjukkan masa depan dunia internet yang semakin mengarah pada kombinasi antara privasi, efisiensi, dan interaksi cerdas.

BACA JUGA :di Sini

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak