Citra Kirana Ungkap Makna Kasih Ibu di Film Air Mata 2

Guti Sindir Yamal: Belum Paham Sejarah El Clasico
Guti Sindir Yamal: Belum Paham Sejarah El Clasico

ajibata.id Citra Kirana Ungkap Makna Kasih Ibu di Film Air Mata 2 Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Oktober 2025. Sekuel ini melanjutkan kisah emosional antara Aqilla (Titi Kamal) dan Yumna (Citra Kirana) dalam perebutan hak asuh Baskara (Faqih Alaydrus). Digarap oleh sutradara Key Mangunsong dan diproduseri Ronny Irawan, film ini menjanjikan intensitas drama yang lebih dalam dan menyayat hati.

Cerita dimulai ketika Aqilla nekat terbang ke Solo setelah akun media sosial Yumna tiba-tiba tidak aktif. Selama ini, Aqilla hanya bisa memantau anak kandungnya melalui dunia maya. Hilangnya Yumna ternyata disebabkan oleh kematian suaminya, Arif (Fedi Nuril). Perjalanan Aqilla pun menjadi ujian antara cinta, hak seorang ibu, dan keikhlasan untuk melepaskan.

Citra Kirana Ungkap Makna Kasih Ibu di Film Air Mata 2 Citra Kirana: “Cinta Ibu Selalu Menemukan Jalannya”

Citra Kirana Ungkap Makna Kasih Ibu di Film Air Mata 2 Dalam pernyataan tertulis yang diterima Liputan6.com, Citra Kirana mengungkapkan bahwa film ini mengajak penonton memahami makna sejati keluarga dan pengorbanan.

“Konflik di film ini bukan sekadar tentang siapa yang pantas, tapi pembuktian bahwa cinta ibu selalu menemukan jalannya,” ujar Citra Kirana.

Citra Kirana Ungkap Makna Kasih Ibu di Film Air Mata 2 Ia juga menambahkan bahwa peran Yumna memberinya pengalaman emosional yang kuat. Sebagai seorang ibu, ia merasa dekat dengan dilema Yumna yang harus memilih antara menahan atau merelakan cinta kepada anaknya.

“Film ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga tentang kekuatan untuk melepaskan dan mencintai dengan ikhlas,” tambahnya.

Sementara itu, Titi Kamal menilai Air Mata di Ujung Sajadah 2 sebagai film yang menggambarkan makna “rumah” dari sudut pandang emosional.

“Bagi saya, film ini adalah kisah tentang rumah — tempat kita kembali, bahkan setelah kehilangan,” kata Titi Kamal.

Ia merasa peran Aqilla begitu personal karena keduanya sama-sama ibu dengan anak laki-laki. Melalui film ini, Titi belajar memahami arti pengorbanan seorang ibu dan kekuatan cinta tanpa syarat.

Air Mata di Ujung Sajadah 2 menghadirkan narasi yang kuat tentang dua sosok ibu yang berjuang demi cinta dan keikhlasan. Dengan alur yang emosional dan akting mendalam dari para pemain, film ini tak hanya menghibur tetapi juga mengajarkan arti cinta sejati — cinta yang mampu bertahan, bahkan ketika harus melepaskan.

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak