Direktur Indosat Tambah 1,04 Juta Saham, Ini Nilainya

Direktur Indosat Tambah 1,04 Juta Saham, Ini Nilainya
Direktur Indosat Tambah 1,04 Juta Saham, Ini Nilainya

ajibata.id – Direktur Indosat Tambah 1,04 Juta Saham, Ini Nilainya Direktur PT Indosat Tbk (ISAT), Irsyad Sahroni, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan dengan membeli 1,04 juta saham secara bertahap pada 31 Oktober hingga 3 November 2025. Transaksi dilakukan pada harga Rp1.855–Rp1.940 per saham dengan total nilai pembelian mencapai sekitar Rp2 miliar.

Langkah ini terungkap dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis Sabtu (8/11/2025). Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa pembelian dilakukan untuk tujuan investasi jangka panjang dan bersifat kepemilikan langsung.

Setelah transaksi tersebut, Irsyad menggenggam 1.047.500 saham ISAT atau setara 0,0032 persen dari total saham beredar.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 November 2025, saham ISAT ditutup naik 8,86 persen ke posisi Rp2.150 per saham. Saham sempat menyentuh level tertinggi di Rp2.160 dan terendah di Rp1.975 per saham.

Sepanjang sesi perdagangan, tercatat 15.437 kali transaksi dengan volume 588.844 saham dan nilai transaksi mencapai Rp122,9 miliar. Kapitalisasi pasar Indosat kini mencapai Rp69,34 triliun.

Hingga September 2025, Indosat membukukan pendapatan Rp41,16 triliun, turun 1,6 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp41,81 triliun.

Pendapatan dari segmen selular turun 1,9 persen menjadi Rp34,55 triliun, sementara MIDI (Multimedia, Komunikasi Data, Internet) tumbuh 1,6 persen menjadi Rp6 triliun. Di sisi lain, telekomunikasi tetap turun 9,9 persen menjadi Rp604 miliar.

Beban usaha menurun tipis 0,1 persen menjadi Rp33,32 triliun. Laba operasi terkoreksi 7,4 persen menjadi Rp7,84 triliun, sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 7,5 persen menjadi Rp3,58 triliun.

BACA JUGA :di Sini


Direktur Indosat Tambah 1,04 Juta Saham, Ini Nilainya Aset dan Liabilitas Turun, Ekuitas Naik 2,5 Persen

Total aset Indosat tercatat menurun 0,6 persen menjadi Rp113,72 triliun hingga September 2025. Liabilitas turun 2 persen menjadi Rp76,15 triliun, sedangkan ekuitas meningkat 2,5 persen menjadi Rp37,57 triliun.

Penurunan laba ini disebabkan oleh melemahnya pendapatan dan meningkatnya beberapa beban operasional seperti penyusutan dan amortisasi. Namun, efisiensi di sisi pemasaran dan karyawan membantu menahan penurunan lebih dalam.

Selain itu, EBITDA juga terkoreksi 3,3 persen menjadi Rp19,34 triliun dibanding Rp20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Indosat juga telah menyalurkan belanja modal sebesar Rp10,73 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Sebanyak 79,5 persen dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan bisnis selular guna memperkuat kapasitas layanan data. Sisanya digunakan untuk memperkuat sektor MIDI dan teknologi informasi.

Sebelumnya, dalam laporan semester I 2025, Indosat mencatat pendapatan Rp27,10 triliun, turun 3,09 persen dibandingkan semester I 2024. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menurun 14,6 persen menjadi Rp2,33 triliun.

Beban usaha berhasil ditekan 1,3 persen menjadi Rp21,92 triliun, tetapi penurunan pendapatan tetap berdampak pada penurunan laba per saham dasar dan dilusi menjadi Rp72,41 dari Rp84,79 tahun sebelumnya.

Ekuitas tercatat menurun tipis ke Rp36,24 triliun, sementara liabilitas naik menjadi Rp81,26 triliun seiring peningkatan aset menjadi Rp117,50 triliun.

Meski menghadapi tekanan pendapatan, langkah pembelian saham oleh Direktur Irsyad Sahroni menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Indosat. Dengan strategi efisiensi dan investasi berkelanjutan di jaringan data serta layanan digital, perusahaan telekomunikasi ini berpeluang memperkuat posisinya di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

BACA JUGA :di Sini

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak