ajibata.id – GIIAS Makassar 2025 Dibuka, 17 Merek Ramaikan Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2025 resmi dibuka pada Rabu (5/11/2025). Pameran otomotif terbesar di Indonesia Timur ini berlangsung hingga 9 November di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.
Acara tahunan yang digagas Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ini dibuka oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI, Setia Diarta. Turut hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Gaikindo Putu Juli Ardika, serta Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty.
Tahun ini, GIIAS Makassar menghadirkan 17 merek kendaraan, terdiri dari 10 mobil penumpang dan 7 motor roda dua.
Untuk kategori mobil, deretan merek besar hadir seperti BAIC, BYD, Chery, Daihatsu, Honda, Jaecoo, Mitsubishi Motors, Suzuki, Toyota, dan Wuling.
Sementara di segmen roda dua, tampil Benda, Benelli, Keeway, Kupprum, Scomadi, Morbidelli, dan Royal Enfield. Selain itu, 13 brand pendukung otomotif ikut berpartisipasi dengan beragam produk dan layanan penunjang industri kendaraan bermotor.
BACA JUGA :di Sini
GIIAS Makassar 2025 Dibuka, 17 Merek Ramaikan Pameran Dorong Ekonomi dan UMKM di Kawasan Timur Indonesia
Dirjen ILMATE Setia Diarta menegaskan bahwa penyelenggaraan GIIAS tidak hanya berdampak pada sektor otomotif, tetapi juga memberi efek berantai ke sektor lain.
“Kegiatan besar seperti GIIAS Makassar ini dapat menggerakkan ekonomi daerah, terutama sektor perhotelan, transportasi, pariwisata, dan pelaku UMKM,” ujar Setia Diarta.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan industri otomotif akan memperkuat daya saing daerah, sekaligus memperluas peluang investasi di kawasan Indonesia Timur.
Industri otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif di tingkat global. Berdasarkan data Bank Dunia dan OICA, Indonesia kini masuk 15 besar negara dengan Net Production Index (NPI) tertinggi di dunia, dan peringkat kelima di Asia setelah China, Jepang, Korea Selatan, dan India.
“Secara kedalaman industri dan nilai tambah, Indonesia justru lebih unggul dibanding Thailand dan Vietnam,” jelas Setia Diarta.
Ia menambahkan, tingkat kepemilikan kendaraan di Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
“Ini peluang besar bagi pelaku industri otomotif untuk memperluas pasar dan investasi,” katanya.
GIIAS Makassar juga menjadi wadah edukasi publik terkait kendaraan ramah lingkungan. Hampir semua produsen yang berpartisipasi menampilkan mobil listrik dan hybrid di booth mereka.
“Edukasi tentang kendaraan rendah emisi bisa dilihat di setiap booth. Pengunjung dapat memahami teknologi baterai, sistem emisi, dan inovasi kendaraan listrik,” ujar Setia Diarta.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong hilirisasi industri baterai nikel, dengan sejumlah pabrik sedang dibangun di Karawang dan wilayah lain. Targetnya, produksi baterai lokal bisa dimulai dalam dua tahun ke depan.
“Ekosistem kendaraan listrik Indonesia terus berkembang, termasuk di Sulawesi Selatan yang mulai menerapkan teknologi pendukung,” tambahnya.
Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty menyebut Makassar sebagai pasar otomotif potensial dengan kontribusi penjualan kendaraan mencapai 4,1 persen dari total nasional pada Januari–Juli 2025.
“Angka ini menunjukkan alasan kuat mengapa GIIAS kembali digelar di Makassar setelah terakhir pada 2019,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut menyambut positif penyelenggaraan ini. Ia berharap GIIAS menjadi agenda rutin tahunan dan sarana promosi ekonomi daerah.
“Kami mendukung penuh investor yang ingin menanamkan modalnya di Makassar. Harapan kami, GIIAS bisa kembali tahun depan dengan skala lebih besar,” kata Munafri.
Ia menutup dengan candaan khas Makassar:
“Kalau ke Makassar, jangan cuma sehari atau dua hari. Banyak makanan enak dan destinasi wisata menarik di sini,” ujarnya tersenyum.
Pameran GIIAS Makassar 2025 bukan sekadar ajang pamer kendaraan baru, tetapi juga simbol kebangkitan industri otomotif nasional dan penguatan ekonomi regional. Dengan dukungan pemerintah dan industri, Makassar diharapkan terus berkembang sebagai pusat inovasi otomotif dan investasi di kawasan timur Indonesia.
BACA JUGA :di Sini











