Jakarta (ajibata) – Harga emas Pegadaian untuk emas batangan UBS dan Galeri24 mengalami kenaikan pada hari ini, Rabu 11 Februari 2026. Kenaikan harga emas ini menjadi perhatian bagi investor dan masyarakat yang gemar berinvestasi logam mulia.
Menurut data resmi Pegadaian, harga emas UBS kini berada di angka Rp 3.002.000 per gram, naik dari sebelumnya Rp 2.993.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 dipatok pada Rp 2.987.000 per gram, meningkat dari Rp 2.979.000 per gram.
Kenaikan harga ini menegaskan tren positif bagi emas batangan di tengah kondisi pasar global yang masih fluktuatif.
baca juga: Kurs USD Hari Ini: Rupiah Menguat Tipis
Ragam Kuantitas dan Harga Emas Pegadaian
Pegadaian menjual emas dengan berbagai ukuran, menyesuaikan kebutuhan konsumen. Untuk Galeri24, kuantitas yang tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Sedangkan UBS dijual dengan kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian hari ini:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.567.000
- 1 gram: Rp 2.987.000
- 2 gram: Rp 5.903.000
- 5 gram: Rp 14.650.000
- 10 gram: Rp 29.222.000
- 25 gram: Rp 72.663.000
- 50 gram: Rp 145.211.000
- 100 gram: Rp 290.277.000
- 250 gram: Rp 723.912.000
- 500 gram: Rp 1.447.823.000
- 1.000 gram: Rp 2.895.645.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.623.000
- 1 gram: Rp 3.002.000
- 2 gram: Rp 5.958.000
- 5 gram: Rp 14.722.000
- 10 gram: Rp 29.288.000
- 25 gram: Rp 73.076.000
- 50 gram: Rp 145.852.000
- 100 gram: Rp 291.589.000
- 250 gram: Rp 728.757.000
- 500 gram: Rp 1.455.803.000
Pegadaian mengingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi pasar global maupun permintaan lokal.
Faktor Global Pengaruhi Harga Emas
Kenaikan harga emas di Pegadaian tidak lepas dari pergerakan pasar emas global. Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1% pada Selasa 10 Februari 2026 karena pasar menunggu rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS).
Harga emas di pasar global sempat berada pada USD 5.028,43 per ons, turun 0,71%, sedangkan kontrak emas AS untuk pengiriman April turun sekitar 0,42% menjadi USD 5.057,90 per ons.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, menjelaskan bahwa pasar sedang konsolidasi menjelang data ekonomi penting, seperti nonfarm payroll dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS. “Kami melihat sedikit penurunan atau konsolidasi menjelang sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis akhir pekan ini,” ujarnya.
Data nonfarm payroll bulan Januari diperkirakan menunjukkan penambahan 70.000 pekerjaan, sementara CPI AS akan dirilis Jumat mendatang. Penjualan ritel AS bulan Desember tidak berubah, yang menandakan pertumbuhan ekonomi berjalan lebih lambat dari ekspektasi.
Prospek ekonomi yang melambat ini mendorong pasar untuk memperkirakan penurunan suku bunga The Fed, yang biasanya mendukung kenaikan harga logam mulia. Suku bunga lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan bunga.
Dampak Ketegangan Geopolitik dan Minat Investor
Selain faktor ekonomi, ketegangan geopolitik global juga mendukung harga emas tetap tinggi. Level psikologis USD 5.000 per ons menjadi perhatian investor sebagai acuan penting.
Investor India, misalnya, pada Januari 2026 meningkatkan pembelian dana investasi emas melalui ETF, bahkan melebihi aliran dana ke reksa dana ekuitas untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan minat tinggi terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di pasar logam lain, data London Bullion Market Association menunjukkan bahwa stok emas naik 0,6% menjadi 9.158 ton, sementara stok perak turun 0,3% menjadi 27.729 ton. Harga perak turun 3,05% menjadi USD 80,83 per ons setelah naik hampir 7% pada sesi sebelumnya.
Harga platinum turun 1,99% menjadi USD 2.081,55 per ons, dan paladium turun 1,72% menjadi USD 1.710,33 per ons. Standard Chartered mencatat bahwa arus keluar perak dari ETF membuat pasar logam ini rentan volatilitas jangka pendek, tetapi pasokan terbatas bisa memicu pemulihan harga.
Kesimpulan dan Tips untuk Investor
Kenaikan harga emas Pegadaian hari ini menjadi peluang bagi investor maupun masyarakat yang ingin menabung dalam bentuk logam mulia. Meski demikian, investor disarankan untuk memantau harga global dan berita ekonomi yang memengaruhi pergerakan emas.
Pegadaian juga menekankan pentingnya menentukan kuantitas dan jenis emas sesuai kebutuhan investasi, baik untuk tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
“Emas tetap menjadi aset aman, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Pemilihan emas batangan berkualitas seperti UBS atau Galeri24 menjadi strategi aman bagi investor,” kata analis pasar logam.
Dengan harga emas yang stabil naik dan didukung faktor global, masyarakat didorong untuk menabung atau berinvestasi emas sebagai bentuk perlindungan nilai aset di tengah volatilitas ekonomi.











