IHSG Cetak Rekor 8.337, Saham TRIS dan WOOD Melejit

IHSG Cetak Rekor 8.337, Saham TRIS dan WOOD Melejit
IHSG Cetak Rekor 8.337, Saham TRIS dan WOOD Melejit

ajibata.id – IHSG Cetak Rekor 8.337, Saham TRIS dan WOOD Melejit Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat rekor baru pada perdagangan Kamis, 6 November 2025. Meski penguatan terbatas, indeks berhasil menembus level 8.337 di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,22 persen ke posisi 8.337,05. Indeks LQ45 turut menguat 0,09 persen ke level 847,64. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.289–8.362 dengan 394 saham menguat, 259 melemah, dan 158 stagnan.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan optimisme terhadap pemulihan ekonomi kuartal IV 2025 dan pengumuman review kuartalan MSCI menjadi faktor utama penggerak IHSG.

“Beberapa saham yang masuk ke perhitungan indeks MSCI mendorong sentimen positif di pasar,” ujar Ratna dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, pelaku pasar kini menanti data cadangan devisa Oktober 2025 yang akan dirilis pada Jumat, 7 November. Data tersebut penting karena bulan sebelumnya cadangan devisa turun ke level terendah sejak Juli 2024 akibat pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar menunggu rilis data ekspor-impor China. Ekspor Oktober 2025 diperkirakan tumbuh 7,3 persen year on year (yoy), sedikit melambat dari 8,3 persen pada September. Impor diprediksi naik 7 persen yoy dari 7,4 persen sebelumnya.

Dari Amerika Serikat, data Michigan Consumer Sentiment Preliminary untuk November 2025 diperkirakan berada di level 53,2, turun tipis dari 53,6 pada bulan sebelumnya.

Total frekuensi perdagangan tercatat 2,39 juta kali dengan volume 26 miliar saham dan nilai transaksi Rp 18,5 triliun. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.688.

Sebanyak tujuh dari sebelas sektor mencatat kenaikan. Sektor industri tumbuh paling tinggi, naik 2,08 persen, disusul energi (1,74 persen), transportasi (1,41 persen), dan consumer siklikal (1,02 persen).

Sektor keuangan, properti, dan infrastruktur juga ikut menguat, masing-masing sebesar 0,07 persen, 0,37 persen, dan 0,91 persen. Sementara empat sektor lainnya melemah, yakni basic (-0,90 persen), consumer nonsiklikal (-0,92 persen), kesehatan (-0,09 persen), dan teknologi (-0,20 persen).

BACA JUGA :di Sini

IHSG Cetak Rekor 8.337, Saham TRIS dan WOOD Melejit TRIS, WOOD, dan PICO Jadi Bintang di Tengah Penguatan IHSG

Saham TRIS melonjak 19,34 persen ke Rp216 per saham. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp244 per saham dengan nilai transaksi Rp209 miliar.

Saham WOOD juga menanjak 13,74 persen ke Rp505 per saham dengan nilai transaksi Rp3,9 miliar. Sementara itu, saham PICO menguat 18,97 persen ke Rp276 per saham.

Dari sektor tambang, saham PT Bukit Asam (PTBA) naik 0,84 persen ke Rp2.400 per saham dengan volume 54.076 saham dan nilai transaksi Rp12,9 miliar.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan tertinggi antara lain LABA (34,67%), UNTD (34,52%), NIRO (25%), PJHB (24,85%), dan DFAM (24,66%).

Sebaliknya, saham BABY turun 14,71 persen, ATIC 14,63 persen, PTSP 13,19 persen, BAPA 11,96 persen, dan KICI 11,76 persen.

Saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi adalah BRMS (Rp1,2 triliun), BREN (Rp1 triliun), PTRO (Rp942,6 miliar), BBCA (Rp772,4 miliar), dan COIN (Rp723,3 miliar).

Sedangkan berdasarkan frekuensi, saham teraktif adalah BRMS (136.646 kali), COIN (75.140 kali), CBRE (60.016 kali), NTBK (53.293 kali), dan BREN (52.864 kali).

Meski mencetak rekor baru, analis memperingatkan potensi koreksi jangka pendek jika data global tak sesuai ekspektasi. Investor diimbau untuk tetap selektif memilih saham, khususnya pada sektor industri dan energi yang masih menjanjikan hingga akhir 2025.

BACA JUGA :di Sini

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak