Indonesia Genjot SDM Galangan Kapal Menuju Poros Maritim

Indonesia Genjot SDM Galangan Kapal Menuju Poros Maritim
Indonesia Genjot SDM Galangan Kapal Menuju Poros Maritim

ajibata.id Indonesia Genjot SDM Galangan Kapal Menuju Poros Maritim Indonesia menegaskan ambisinya menjadi poros maritim dunia dengan meningkatkan kompetensi pekerja galangan kapal. Upaya ini dilakukan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI melalui program sertifikasi juru las (welder) yang diikuti 14 industri galangan kapal di Kalimantan Timur.

Sebagai negara dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi besar di sektor kemaritiman. Posisi geografis strategis di jalur laut utama dunia menjadikan negeri ini pusat penting transportasi laut global.

Kepala Unit TJSL PT BKI, Arif Bijaksana Prawira Negara, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan keselamatan kerja tenaga galangan kapal. “Program ini untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja galangan kapal secara teknis, keselamatan kerja, hingga kesiapan bersaing di pasar industri maritim,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Eka Cahyana Adi, mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam pelaksanaan program ini. Menurutnya, selama pelatihan, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur berpengalaman dan diuji oleh surveyor BKI.

“Peserta melakukan proses pengelasan yang disaksikan langsung oleh Surveyor BKI untuk memastikan kompetensi teknis sesuai standar,” jelas Eka. Hasil kerja peserta kemudian diuji di laboratorium untuk memastikan kualitas pengelasan.

Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara dunia industri, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak SDM unggul, tersertifikasi, dan berdaya saing global di sektor maritim.


Indonesia Genjot SDM Galangan Kapal Menuju Poros Maritim Tantangan Emisi di Sektor Pelayaran Nasional

Selain peningkatan SDM, industri pelayaran Indonesia juga menghadapi tantangan pengurangan emisi. Ary Sudijanto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, menegaskan bahwa pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor kelautan menjadi komitmen nasional.

“Keputusan yang diambil hari ini akan membawa dampak penting, tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi generasi mendatang,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

BKI turut menjadi narasumber dalam forum strategi pengurangan emisi pelayaran, yang membahas keselarasan dengan IMO Net Zero Framework (IMO NZF). Kebijakan ini memberi peluang Indonesia memperkuat keberlanjutan maritim dan memperbaiki kualitas lingkungan laut.

Keselamatan pelayaran juga menjadi fokus utama BKI. Perusahaan menggelar Safety Workshop Kapal Penyeberangan di rute Ketapang–Gilimanuk untuk memperkuat kesadaran keselamatan pelayaran nasional.

Direktur PT BKI, Arief Budi P, menjelaskan pentingnya klasifikasi dan sertifikasi kapal sebagai dasar keselamatan. “Dengan kolaborasi ini, safety bisa kita tingkatkan bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/8/2025).

BKI memastikan setiap kapal memenuhi batas teknis seperti kapasitas muatan maksimum, dimensi kapal, dan kelengkapan instrumen keselamatan. Upaya ini menegaskan komitmen Indonesia memperkuat industri maritim yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan.

baca juga:https://www.liputan6.com/tekno/read/6199931/apple-siapkan-ipad-air-dan-ipad-mini-dengan-layar-oled-harga-diprediksi-naik-rp-16-juta?page=5

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak