ajibata, Jakarta – Legenda bulu tangkis Indonesia, Hendra Setiawan, menyoroti peluang tim Merah Putih menjadi juara Piala Thomas 2026. Menurut Hendra, ada satu syarat wajib yang harus dipenuhi skuad Indonesia bila ingin merebut lambang supremasi bulu tangkis beregu putra dunia itu untuk ke-15 kali.
Gelaran Piala Thomas 2026 akan berlangsung di Horsens, Denmark, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026. Indonesia tergabung di Grup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair. Sebagai unggulan kedua, Indonesia menjadi salah satu tim favorit untuk meraih juara.
baca juga: Masa Depan Luka Modric di AC Milan, Allegri Minta Bertahan
Rekam Jejak Indonesia di Piala Thomas
Indonesia terakhir kali menjuarai Piala Thomas pada 2020 di Aarhus, Denmark. Saat itu, tim Merah Putih menumbangkan China dengan skor telak 3-0 di partai final.
Namun, dalam dua edisi berikutnya, Indonesia hanya finis sebagai runner-up. Pada 2022, Indonesia kalah 0-3 dari India, dan pada 2024, dikalahkan China 1-3. Kegagalan ini menambah motivasi tim untuk kembali mengangkat trofi pada 2026.
Tantangan di Grup D
Salah satu lawan yang patut diwaspadai Indonesia adalah Prancis, yang saat ini tengah berada dalam performa apik. Prancis berhasil menjuarai Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis Eropa 2026, sekaligus mematahkan dominasi tuan rumah Denmark.
Thailand juga menjadi lawan kuat. Meski demikian, Hendra yakin bahwa Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk melangkah ke babak selanjutnya. Faktor utama yang menjadi modal kemenangan adalah kekompakan tim.
Kekuatan Indonesia Menurut Hendra Setiawan
Hendra Setiawan menilai bahwa kekompakan menjadi kunci sukses Indonesia di turnamen beregu. Ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pemain senior dan junior, sehingga bisa saling “mengemong” satu sama lain.
“Kalau Piala Thomas itu, rata-rata pemain seumuran, tapi ada juga yang senior, jadi bisa saling membimbing,” ujar Hendra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, “Intinya kita lebih kompak kalau beregu. Harapan saya semua sektor bisa menyumbang poin.”
Pentingnya Kekompakan di Turnamen Beregu
Hendra menjelaskan bahwa turnamen beregu berbeda dengan turnamen perorangan. Tidak hanya di lapangan, faktor di luar lapangan juga memengaruhi hasil pertandingan.
“Iya, maksudnya kalau beregu apa-apa semua bareng. Kita makan bareng, latihan bareng, pemanasan bareng. Kalau perorangan ya udah sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pemain bertanding bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk negara. Kekompakan di segala aspek menjadi faktor penentu di Piala Thomas.
Belum Ada Skuad Resmi untuk Piala Thomas 2026
PB PBSI belum mengumumkan skuad resmi Indonesia untuk Piala Thomas 2026. Biasanya, tim terdiri dari 10 pebulutangkis terbaik Indonesia, terbagi menjadi empat pemain tunggal dan enam pemain ganda (tiga pasangan ganda putra).
Pengumuman skuad diharapkan diumumkan beberapa minggu sebelum keberangkatan ke Denmark. Penentuan pemain dilakukan berdasarkan performa terbaru, kesiapan fisik, serta strategi yang dirancang pelatih.
Peluang Indonesia Menjadi Juara
Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi juara, terutama karena kombinasi pengalaman, teknik, dan kekompakan tim. Faktor pengalaman dari pemain senior seperti Hendra Setiawan membantu membimbing pemain muda agar tampil maksimal di lapangan.
Selain itu, performa pemain tunggal dan ganda menjadi penentu. Semua sektor harus mampu menyumbang poin, sehingga Indonesia bisa memenangkan partai melawan lawan tangguh seperti Prancis dan Thailand.
Strategi yang Harus Dijalankan
Hendra menekankan strategi mental dan fisik sebagai kunci. Pemain harus fokus, menjaga stamina, dan tetap solid menghadapi tekanan turnamen beregu. Pemanasan, latihan tim, dan koordinasi antar pemain menjadi hal penting yang memengaruhi performa.
Selain itu, komunikasi antar pemain dan pelatih juga menjadi aspek krusial. Evaluasi lawan, analisis pertandingan, serta fleksibilitas strategi akan menentukan sukses Indonesia di turnamen ini.
Harapan dan Dukungan Penggemar
Piala Thomas bukan hanya ajang prestise bagi pemain, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Dukungan penggemar di lapangan maupun secara daring diyakini akan menjadi motivasi tambahan bagi tim.
Hendra menegaskan bahwa semangat nasionalisme dan dukungan publik menjadi modal penting agar Indonesia kembali merebut gelar juara.
Kesimpulan: Kunci Sukses Indonesia Juara Piala Thomas 2026
Piala Thomas 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk kembali mengukir sejarah. Kemenangan membutuhkan kombinasi kekompakan tim, performa maksimal di semua sektor, dan strategi matang.
Menurut Hendra Setiawan, selama faktor-faktor ini dijalankan, Skuad Merah Putih berpeluang besar mengakhiri puasa gelar dan kembali mengangkat trofi Piala Thomas untuk ke-15 kali.
baca juga: Aldi Satya Mahendra Targetkan 5 Besar di World Supersport











