Umum  

Jakarta Waspada Cuaca Ekstrem hingga 26 Desember 2025

Jakarta Waspada Cuaca Ekstrem hingga 26 Desember 2025
Jakarta Waspada Cuaca Ekstrem hingga 26 Desember 2025

ajibata, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah DKI Jakarta hingga 26 Desember 2025. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi hujan yang berpotensi memicu genangan dan banjir.

Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi secara merata di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Meskipun demikian, dalam kondisi tertentu, curah hujan tersebut dapat meningkat dan menimbulkan dampak hidrometeorologi, terutama di kawasan rawan banjir.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan warga menjadi faktor kunci untuk meminimalkan risiko yang mungkin muncul selama periode cuaca ekstrem tersebut.


Baca Juga: Kebakaran Toko Aksesoris di Penjaringan, Lima Orang Tewas


BPBD Ingatkan Warga Jakarta Siapkan Langkah Antisipasi

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menekankan pentingnya kesiapan individu dan keluarga dalam menghadapi cuaca buruk. Menurutnya, langkah sederhana dapat memberikan dampak besar dalam situasi darurat.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/12/2025).

Sebagai langkah awal, ia mengimbau warga untuk selalu membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat juga diminta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting seperti obat-obatan, dokumen, senter, dan perlengkapan darurat lainnya.

Dengan persiapan tersebut, warga diharapkan dapat merespons kondisi darurat secara lebih cepat dan tenang.


Pantau Tinggi Muka Air dan Laporkan Genangan

Selain kesiapsiagaan personal, BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat aktif memantau perkembangan kondisi lingkungan sekitar. Salah satunya dengan memeriksa tinggi muka air (TMA) sungai dan pintu air secara berkala.

Isnawa menyarankan warga mengakses laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel untuk memantau kondisi TMA secara real time. Sementara itu, informasi genangan dan banjir berbasis RT dapat dipantau melalui pantaubanjir.jakarta.go.id.

Apabila warga menemukan potensi genangan atau banjir di lingkungan tempat tinggalnya, laporan dapat disampaikan melalui aplikasi JAKI. Dengan laporan cepat dari masyarakat, penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih efektif.

Dalam situasi darurat yang membutuhkan pertolongan segera, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam.


BPBD Sediakan Panduan Kesiapsiagaan Banjir

Sebagai bentuk edukasi publik, BPBD DKI Jakarta telah menyediakan Buku Panduan Kesiapsiagaan Banjir. Panduan ini dapat diunduh secara gratis melalui tautan tiny.cc/bukusakusiagabanjir.

Buku tersebut memuat informasi praktis mengenai langkah sebelum, saat, dan setelah banjir. Dengan memahami panduan ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi situasi darurat dan dapat mengurangi risiko keselamatan.

Isnawa menegaskan bahwa BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana selama periode cuaca ekstrem.


Banten Juga Dihadapkan Risiko Cuaca Ekstrem

Sementara itu, potensi cuaca ekstrem tidak hanya mengancam Jakarta. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II juga mengeluarkan peringatan untuk Provinsi Banten pada periode 18–25 Desember 2025.

Peringatan tersebut dipicu oleh kemunculan bibit siklon tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya Jawa Timur. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 km/jam, dengan tekanan minimum 1.000 hPa.

Menurut Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dengan kategori sedang hingga tinggi dalam 24 jam ke depan. Akibatnya, curah hujan dan angin kencang di wilayah Banten diperkirakan akan meningkat.

Selain itu, terbentuknya daerah konvergensi, kelembapan udara yang tinggi, serta atmosfer yang labil turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.


Wilayah Rawan Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Berdasarkan analisis BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, hingga Kota Serang dan Cilegon.

Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi melanda Kabupaten Pandeglang serta Kabupaten Serang bagian barat dan selatan. Selain hujan, angin kencang hingga 45 km/jam juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah tersebut.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Warga diminta menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir dan longsor, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta mengamankan barang-barang penting.

Hartanto juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

“Pantau informasi terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal media sosial resmi @bmkgwilayah2,” ujarnya.


Kesiapsiagaan Jadi Kunci Hadapi Cuaca Ekstrem

Pada akhirnya, baik BPBD DKI Jakarta maupun BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan warga dan pemerintah daerah merupakan faktor utama untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem. Terutama di wilayah perkotaan dan pesisir yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, risiko akibat cuaca ekstrem diharapkan dapat ditekan, sehingga keselamatan dan aktivitas warga tetap terjaga hingga akhir Desember 2025.

Baca Juga: Ketua Umum PBTI Apresiasi Dukungan Bank Mandiri bagi Atlet Taekwondo Indonesia di SEA Games 2025

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak