Lapisan Fleksibel Bikin Baterai Solid-State Makin Tangguh

Lapisan Fleksibel Bikin Baterai Solid-State Makin Tangguh
Lapisan Fleksibel Bikin Baterai Solid-State Makin Tangguh

ajibata.id – Lapisan Fleksibel Bikin Baterai Solid-State Makin Tangguh Baterai solid-state digadang sebagai masa depan kendaraan listrik berkat kapasitas energi tinggi dan keamanan lebih baik dibanding baterai cair. Namun, produksi massalnya masih menghadapi kendala besar, terutama karena lapisan pelindungnya mudah retak saat digunakan dalam kondisi ekstrem.

Salah satu hambatan utama baterai solid-state terletak pada lapisan pelindung Solid Electrolyte Interphase (SEI). Lapisan ini berfungsi menjaga stabilitas antara elektrolit dan anoda. Sayangnya, meskipun keras, SEI bersifat rapuh dan mudah retak ketika baterai mengalami tekanan tinggi, pengisian cepat, atau suhu dingin ekstrem.

Ketika lapisan tersebut retak, ion litium menumpuk tidak merata dan mempercepat degradasi sel baterai. Akibatnya, umur baterai menjadi lebih pendek dan performanya menurun. Kondisi inilah yang selama bertahun-tahun menghambat pengembangan baterai solid-state untuk digunakan secara luas di kendaraan listrik.

Dilansir dari Carnewschina, tim ilmuwan dari tiga universitas di Tiongkok berhasil menciptakan terobosan penting untuk mengatasi masalah ini. Riset bertajuk “Antarmuka Elektrolit Padat yang Ulet untuk Baterai Solid-State” diterbitkan di jurnal Nature pada 29 Oktober 2025.

Proyek ini dipimpin oleh Profesor Feiyu Kang dan Yanbing He dari Tsinghua SIGS, serta Quanhong Yang dari Universitas Tianjin. Penelitian mereka didukung oleh China’s National Natural Science Foundation, National Key R&D Program, dan Shenzhen’s Science and Technology Innovation Plan.

Tim tersebut merancang lapisan pelindung baru berbasis material perak yang bersifat fleksibel, berbeda dari desain konvensional yang kaku. Dengan menggabungkan Ag₂S (perak sulfida) dan AgF (perak fluorida), mereka menciptakan lapisan yang mampu menekuk tanpa retak namun tetap memungkinkan pergerakan ion litium secara efisien.

BACA JUGA :di Sini

Lapisan Fleksibel Bikin Baterai Solid-State Makin Tangguh Kinerja Baterai yang Lebih Stabil

Hasil uji coba menunjukkan peningkatan ketahanan signifikan. Baterai dengan lapisan fleksibel ini mampu bertahan lebih dari 4.500 jam atau sekitar 187 hari dalam kondisi penggunaan berat. Bahkan, saat diuji pada suhu ekstrem -30°C, baterai tetap stabil hingga 7.000 jam atau sekitar 300 hari tanpa penurunan performa berarti.

Menurut laporan penelitian, struktur berlapis antara material lunak dan kaku memungkinkan tekanan internal terdistribusi lebih merata. Desain ini mencegah keretakan pada antarmuka dan menjaga efisiensi ionisasi selama proses pengisian serta pengosongan daya.

“Pendekatan hibrida ini membuka jalan bagi desain baterai yang lebih tangguh dan dapat diandalkan di berbagai kondisi,” tulis tim peneliti dalam laporan yang dikutip dari Nature.

Meski baterai solid-state masih memerlukan waktu sebelum siap diproduksi massal, penemuan ini menjadi langkah besar menuju teknologi baterai generasi berikutnya. Lapisan fleksibel berbasis perak tersebut berpotensi menjadikan baterai solid-state lebih aman, efisien, dan tahan terhadap kondisi ekstrem seperti suhu beku maupun panas tinggi.

Jika dikembangkan lebih lanjut, inovasi ini bisa mempercepat transisi global menuju kendaraan listrik yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Dengan stabilitas yang meningkat dan risiko kerusakan berkurang, masa depan baterai solid-state tampak semakin cerah di industri otomotif dunia.

BACA JUGA :di Sini

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak