Limbah Jadi Energi: Inovasi Ramah Lingkungan Terbaru

Limbah Jadi Energi: Inovasi Ramah Lingkungan Terbaru
Limbah Jadi Energi: Inovasi Ramah Lingkungan Terbaru

ajibata.id Limbah Jadi Energi: Inovasi Ramah Lingkungan Terbaru PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus berinovasi dalam menjaga pasokan energi primer nasional dengan mengubah limbah menjadi sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Langkah ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi PLN Group sekaligus kontribusi terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2050.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa pengembangan biomassa dari limbah merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi karbon. “Pemanfaatan limbah menjadi energi adalah upaya penting menuju transisi energi berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Limbah Jadi Energi: Inovasi Ramah Lingkungan Terbaru Kolaborasi dengan Farmindo untuk Perkuat Ekosistem Bioenergi

Untuk mempercepat pengembangan bioenergi, PLN EPI menjalin kerja sama strategis dengan PT Farmindo Multi Dimensi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bioenergi nasional dan mendukung pencapaian target NZE 2060 yang dicanangkan pemerintah.

Rakhmad menambahkan, potensi bioenergi di Indonesia sangat besar, mulai dari limbah pertanian, limbah industri, hingga tanaman energi. Jika dikelola dengan baik, sumber-sumber tersebut dapat menjadi energi terbarukan yang bernilai tinggi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Hingga kini, PLN telah menerapkan teknologi cofiring biomassa di 52 unit PLTU, dengan target pemanfaatan hingga 10 juta ton biomassa pada tahun 2030. Selain itu, PLN juga mengembangkan pembangkit berbasis sampah dan biogas dengan total kapasitas mendekati 1 Gigawatt (GW).

Program cofiring biomassa di PLTU terbukti tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di daerah. “Masyarakat bisa tetap bekerja di kampung halamannya karena bahan baku biomassa berasal dari wilayah setempat,” ungkap Rakhmad.

PLN EPI sendiri bertanggung jawab memasok energi primer untuk seluruh pembangkit PLN Group, termasuk batu bara sekitar 100 juta ton per tahun dan gas sekitar 1.400 juta kaki kubik per hari. Kini, perusahaan mulai memperluas fokusnya ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa kerja sama dengan Farmindo merupakan bagian dari mandat PLN dalam mendorong transisi energi nasional. “Kami mengembangkan biomassa, biogas, dan teknologi waste to energy untuk memperkuat sektor energi hijau,” katanya.

Menurut Hokkop, penggantian 10 juta ton batu bara dengan biomassa dapat menurunkan sekitar 10 juta ton emisi karbon ekuivalen. Ia menekankan pentingnya kelanjutan proyek hingga tahap implementasi nyata. “Kerja sama ini harus berlanjut hingga tahap produksi bersama agar benar-benar berdampak pada pengelolaan sampah nasional,” tambahnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, volume sampah nasional terus meningkat hingga 80% per tahun. Lokasi seperti Bantar Gebang (8.000 ton/hari), Legonangka (3.000 ton/hari), dan Bali (2.500 ton/hari) menjadi bukti mendesaknya solusi energi dari limbah.

Direktur Utama PT Farmindo Multi Dimensi, Lim Dixon, menyambut baik kemitraan ini dan menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. “Kami melihat pengelolaan limbah bukan sekadar bisnis, tapi tanggung jawab bersama bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

Menurut Lim, permasalahan sampah kini menjadi isu nasional yang memerlukan solusi konkret. “Bahkan Bali yang dikenal indah pun kini menghadapi persoalan serius terkait limbah. Karena itu, kerja sama ini penting untuk menjawab tantangan nyata di lapangan,” ujarnya.

Kerja sama antara PLN EPI dan PT Farmindo Multi Dimensi diharapkan menjadi pondasi pembentukan ekosistem bioenergi nasional yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui langkah ini, PLN EPI menegaskan peran pentingnya dalam menghadirkan energi bersih berbasis sumber daya lokal, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

baca juga :https://www.liputan6.com/tekno/read/6197570/top-3-tekno-grokipedia-jiplak-wikipedia-hingga-meta-langgar-aturan-digital-uni-eropa?page=4

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak