Mahasiswa UNESA Edukasi Seks Remaja Lewat Cara Kreatif

Mahasiswa UNESA Edukasi Seks Remaja Lewat Cara Kreatif
Mahasiswa UNESA Edukasi Seks Remaja Lewat Cara Kreatif

ajibata.id – Mahasiswa UNESA Edukasi Seks Remaja Lewat Cara Kreatif Masih banyak remaja yang keliru memahami kesehatan reproduksi, mulai dari mitos seputar pubertas hingga anggapan salah tentang perubahan tubuh. Kondisi ini membuat sebagian dari mereka bingung atau takut. Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK UNESA) mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Memutus Rantai Mitos, Menyambung Literasi: Pendekatan Holistik Ilmiah dan Interaktif untuk Kesehatan Reproduksi Remaja”.

Kegiatan berlangsung di SMP Labschool Unesa 3 pada Kamis, 30 Oktober 2025. Mahasiswa kedokteran semester satu berperan sebagai edukator muda. Program ini dipimpin oleh dosen FK UNESA sekaligus pengampu praktikum Tumbuh Kembang, Dini Aulia Cahya, S.Si., M.Biomed.

Dalam suasana santai, para siswa diajak berdiskusi mengenai mitos dan fakta seputar pubertas. Melalui pendekatan sebaya, mahasiswa menjadi fasilitator yang menciptakan suasana aman dan terbuka bagi para peserta.
“Hasilnya, para siswa lebih berani bertanya dan terbuka membicarakan hal-hal yang selama ini dianggap tabu,” ujar Dini.

BACA JUGA :di Sini

Mahasiswa UNESA Edukasi Seks Remaja Lewat Cara Kreatif Pelatihan Komunikasi Empatik dan Berbasis Bukti

Menurut Dini, kegiatan ini tidak sekadar memberi penyuluhan, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar berkomunikasi secara empatik dan berbasis bukti.
“Kami ingin mahasiswa mampu menjadi komunikator kesehatan yang peka terhadap masyarakat, sementara siswa mendapat pemahaman ilmiah tentang tubuh mereka,” jelasnya.

Selain edukasi, program juga mencakup skrining dan konseling kesehatan reproduksi. Dekan FK UNESA, Dr. dr. Endang Sri Wahjuni, M.Kes, turut memberikan dukungan langsung di lapangan. Ia menekankan pentingnya edukasi ilmiah sejak usia remaja untuk mencegah kesalahpahaman dan risiko perilaku berisiko.
“Remaja perlu informasi yang benar agar tidak terjebak mitos. Perguruan tinggi berperan penting menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Guru BK SMP Labschool Unesa 3, Endah Rachma, S.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai program tersebut membantu sekolah dalam mendeteksi dini potensi masalah kesehatan siswa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar,” katanya.

Salah satu peserta, Arzaqi Naiwa Nagaragil, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi tahu banyak hal baru tentang pubertas yang sebelumnya belum pernah dijelaskan dengan cara seperti ini,” ucapnya.

Program PKM FK UNESA menjadi bukti bahwa pendidikan kedokteran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memiliki dampak sosial nyata. Kegiatan ini memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat literasi kesehatan di kalangan remaja.

Selain itu, inisiatif ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 5 tentang Kesetaraan Gender. Dengan pendekatan ilmiah dan interaktif, FK UNESA menunjukkan bahwa edukasi reproduksi bisa menjadi sarana efektif membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berani melawan mitos.

BACA JUGA :di Sini

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak