Menu Buka Puasa ala Inul Daratista, Rahasia Harmoni Ramadan

Menu Buka Puasa ala Inul Daratista, Rahasia Harmoni Ramadan
Menu Buka Puasa ala Inul Daratista, Rahasia Harmoni Ramadan

ajibata, Jakarta – Bulan Ramadan selalu menjadi momen spesial bagi banyak keluarga, termasuk bagi penyanyi dangdut Inul Daratista. Bagi Inul, menyiapkan menu buka puasa bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, aktivitas sederhana ini menjadi cara menjaga kehangatan dan keharmonisan rumah tangga.

Dalam acara Ramadan Media Gathering 2026 yang digelar oleh Frisian Flag Indonesia di Jakarta, Inul berbagi cerita tentang kebiasaannya selama bulan suci. Ia menilai Ramadhan sebagai waktu untuk “me-reset” hubungan keluarga, sekaligus mempererat ikatan antaranggota keluarga.

“Kalau saya sama Mas Adam, buat kami Ramadan itu sangat spesial. Ini momen untuk me-reset setiap tahun bagaimana menciptakan keharmonisan dalam keluarga, yang tentunya tidak mudah,” ujar Inul Daratista, Jumat (28/2/2026).

baca juga: Kedokteran Presisi Dinilai Bisa Redam Biaya Kesehatan

Waktu Sahur dan Berbuka Jadi Momen Berharga

Menurut Inul, waktu sahur dan berbuka puasa adalah saat paling berharga bagi keluarga. Pada momen tersebut, ia dan sang suami, Adam Suseno, berusaha meluangkan waktu lebih banyak untuk berkumpul bersama anak-anak dan keluarga.

Menariknya, Inul dan Adam kerap menyiapkan menu buka puasa bersama di rumah. Aktivitas ini justru menjadi kunci terciptanya suasana hangat dan harmonis. “Di bulan Ramadan, kami bisa lebih banyak bersama,” tambah Inul.

Sementara itu, Adam juga memberikan pesan bagi para suami agar lebih peduli kepada istri yang menyiapkan hidangan berbuka. Ia menekankan pentingnya apresiasi, sekecil apa pun bentuknya.

“Pesan saya buat ayah atau suami agar lebih memberi apresiasi kepada istri yang menyiapkan hidangan, apalagi saat Ramadan. Walaupun tidak bisa membantu masak, paling tidak membuat takjil. Sekarang tidak sulit, jadi bantu, diapresiasi, ditemani,” jelas Adam.

Kebiasaan menyiapkan menu buka puasa bersama ini, menurut Inul, mampu menghadirkan kehangatan yang mungkin sulit didapat di hari-hari biasa yang sibuk. Aktivitas ini menjadi momen refleksi dan berbagi peran dalam keluarga.

Menu Buka Puasa Inul Daratista Sehat dan Bergizi

Selain kebersamaan, Inul menaruh perhatian pada kandungan gizi menu buka puasa keluarganya. Ia memastikan asupan nutrisi tetap seimbang agar anggota keluarga tetap bertenaga saat menjalankan ibadah puasa.

Salah satu yang rutin disajikannya adalah susu. Minuman ini membantu memenuhi kebutuhan protein, mineral, dan kalsium keluarga. Menurut dokter sekaligus edukator kesehatan, Gia Pratama, menjaga asupan nutrisi selama puasa sangat penting.

“Jadi, sepakat dulu bahwa puasa itu mengurangi kalori, bukan membatasi nutrisi. Saat sahur kita juga harus memenuhi vitamin dan mineral. Dapat dari mana? Dari sayur, buah, dan susu,” kata Gia Pratama.

Ia menekankan bahwa karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral harus tetap terpenuhi saat sahur maupun berbuka, agar tubuh tidak lemas dan tetap bertenaga sepanjang hari. Hal ini juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Andrew Saputro.

“Kami ingin mengajak keluarga Indonesia untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi seimbang selama Ramadan agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal,” ujar Andrew.

Ramadan, Momentum Menguatkan Keluarga

Bagi Inul Daratista, menu buka puasa bukan sekadar soal makanan. Di balik hidangan yang tersaji, terdapat nilai kebersamaan, apresiasi, dan perhatian terhadap kesehatan keluarga.

Ramadan menjadi momentum tahunan untuk kembali mempererat hubungan, berbagi peran, dan menjaga kualitas waktu bersama orang-orang terdekat. Inul menegaskan bahwa aktivitas sederhana seperti menyiapkan menu berbuka atau sahur bersama dapat meningkatkan keharmonisan keluarga, sekaligus menjadi ajang untuk mengajarkan anak-anak nilai kebersamaan dan kepedulian.

“Di bulan Ramadan, waktu itu memang harus digunakan sebaik mungkin untuk keluarga. Bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal menjaga hubungan tetap hangat dan harmonis,” tambah Inul.

Dengan perhatian pada gizi, kebersamaan, dan apresiasi, keluarga dapat menikmati Ramadan secara lebih bermakna. Aktivitas sederhana seperti memasak bersama, membuat takjil, dan berbuka puasa dengan penuh perhatian, menurut Inul dan Adam, sudah cukup untuk memperkuat ikatan keluarga.

baca juga: Poli Jiwa RSUD Kota Madiun Buka Lagi, Sudah Ratusan Pasien Terlayani, Kebanyakan Cari Surat Kesehatan Rohani

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak