ajibata, Tangerang – Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menjadi program andalan Wamenkes untuk deteksi dini masalah kesehatan masyarakat. Program ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan, salah satunya melalui kunjungan langsung pejabat tinggi.
Pada Jumat, 6 Februari 2026, Wamenkes Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan program berjalan optimal dan menjangkau masyarakat luas.
baca juga: Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Baik untuk Tulang?
1. Wamenkes Pemeriksaan Kesehatan yang Menyeluruh
Dante menjelaskan bahwa pemeriksaan dalam program CKG mencakup berbagai kondisi kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, seperti:
- Diabetes atau kadar gula darah tinggi,
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi,
- Gangguan pernapasan, termasuk asma dan penyakit paru kronis.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini karena banyak penyakit yang belum menunjukkan gejala pada tahap awal. “Banyak penyakit belum bergejala. Tapi ketika dicek laboratorium, baru terlihat gula darahnya tinggi atau tekanan darahnya naik. Kalau terdeteksi, langsung ditangani dan diobati,” kata Dante, mengutip keterangan resmi Kemenkes.
Langkah ini memungkinkan pasien menerima pengobatan awal sekitar 10-15 hari, sehingga komplikasi lebih serius bisa dicegah. Selain itu, masyarakat yang belum terdaftar BPJS Kesehatan diberikan kesempatan untuk mendaftar agar mendapat jaminan kesehatan jangka panjang.
2. Wamenkes Cakupan Program di Kabupaten Tangerang
Hingga laporan terakhir, cakupan program CKG di Kabupaten Tangerang telah mencapai 1,3 juta pemeriksaan. Dante menjelaskan bahwa program ini tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan resmi, seperti puskesmas, tetapi juga di lokasi-lokasi publik.
“Pemeriksaan tidak hanya di puskesmas. Kita lakukan juga di pasar, sekolah, kantor, perusahaan, sampai lingkungan RT dan RW. Akses masyarakat jadi jauh lebih mudah,” ujar Dante. Dengan metode ini, warga bisa mengikuti pemeriksaan tanpa harus datang ke puskesmas, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau mobilitas.
3. Kolaborasi Lintas Sektor
Pelaksanaan program CKG di Kabupaten Tangerang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa keberhasilan CKG merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.
“Kami bergerak bersama camat, kepala desa, lurah, dan Dinas Kesehatan. Layanannya tidak hanya di puskesmas dan klinik, tapi juga di pasar, balai warga, dan ruang-ruang publik,” kata Maesyal.
Kerja sama ini memastikan program berjalan merata di seluruh wilayah, termasuk di desa-desa dan kawasan padat penduduk. Selain itu, kolaborasi lintas sektor mempercepat tindak lanjut pasien yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan.
4. Dukungan Peralatan Kesehatan Wamenkes
Untuk memperkuat layanan, Kementerian Kesehatan telah memberikan bantuan alat USG kepada 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang. Bantuan ini memungkinkan pemeriksaan lebih mendalam, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak.
Selain USG, pemerintah juga akan menambahkan alat EKG di puskesmas-puskesmas tersebut. EKG diperlukan untuk memantau kondisi jantung pasien yang memiliki risiko hipertensi atau penyakit jantung. Kombinasi ini membuat layanan CKG semakin komprehensif dan mampu menangani berbagai masalah kesehatan sejak dini.
5. Target Nasional Program CKG
Secara nasional, program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta masyarakat. Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2026, jumlah penerima layanan lebih dari 100 juta orang.
Program ini dirancang agar masyarakat dari semua lapisan dapat mengakses pemeriksaan kesehatan secara mudah dan gratis. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi kesehatan masyarakat, sehingga warga memahami pentingnya deteksi dini dan menjaga gaya hidup sehat.
6. Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini melalui CKG memiliki manfaat besar. Pertama, penyakit seperti diabetes dan hipertensi dapat dideteksi sebelum menimbulkan komplikasi serius. Kedua, penanganan cepat mencegah kebutuhan rawat inap yang mahal. Ketiga, program ini membantu pemerintah merancang strategi kesehatan publik berbasis data.
Selain itu, pemeriksaan di ruang publik, seperti pasar dan sekolah, mempermudah warga yang sulit mengakses fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa program CKG bukan hanya pemeriksaan rutin, tetapi juga upaya preventif yang strategis.
7. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Dante menekankan pentingnya masyarakat aktif mengikuti CKG. “Jika terdeteksi ada masalah, jangan menunda pengobatan. Layanan kami sudah siap menangani,” ujarnya.
Edukasi juga diberikan kepada masyarakat agar mereka lebih peduli dengan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan, berolahraga, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kesadaran ini menjadi kunci keberhasilan program CKG di tingkat nasional.
Kesimpulan
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang merupakan upaya proaktif pemerintah untuk mendeteksi dan menangani penyakit sejak dini. Dukungan lintas sektor, alat medis canggih, serta pemeriksaan di ruang publik membuat program ini mudah diakses masyarakat.
Target nasional untuk menjangkau lebih dari 100 juta orang pada 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat Indonesia diharapkan lebih sehat, sadar kesehatan, dan terlindungi dari penyakit yang bisa dicegah.
baca juga: 70.202 Warga Kota Bandung Dinonaktifkan dari BPJS PBI-JK











