Pendapatan Remala Naik 26%, Tembus Rp314,4 Miliar

Pendapatan Remala Naik 26%, Tembus Rp314,4 Miliar
Pendapatan Remala Naik 26%, Tembus Rp314,4 Miliar

ajibata.id – Pendapatan Remala Naik 26%, Tembus Rp314,4 Miliar Di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi, PT Remala Abadi Tbk. (DATA) menunjukkan kinerja keuangan solid pada kuartal III (Q3) 2025. Penyedia layanan internet ini berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp314,4 miliar, meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur PT Remala Abadi Tbk., Adrian Renaldy, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ini tidak lepas dari ekspansi besar-besaran jaringan fiber to the home (FTTH) yang dilakukan sejak awal 2025. Melalui merek Nethome, Remala gencar membangun homepass di berbagai wilayah yang kini mulai beralih menjadi pelanggan aktif atau homeconnect paid.

“Ekspansi FTTH dengan brand Nethome terbukti efektif dan memberikan hasil positif. Meningkatnya jumlah pelanggan aktif terlihat jelas pada laporan keuangan Q3 2025,” ujar Adrian dalam keterangan resminya, Selasa (4/11/2025).

Selain peningkatan pendapatan, Remala juga mencatat normalized EBITDA sebesar Rp144 miliar dengan margin 46 persen, serta laba bersih dinormalisasi (normalized PAT) mencapai Rp65 miliar.

BACA JUGA :di Sini

Pendapatan Remala Naik 26%, Tembus Rp314,4 Miliar Langkah Strategis: Akuisisi Backbone dan Izin NAP

Untuk memperkuat infrastruktur dan memperluas jangkauan, Remala juga melakukan akuisisi sejumlah jalur backbone serta mengajukan izin sebagai Network Access Provider (NAP). Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi jaringan sekaligus membuka peluang pendapatan baru di masa mendatang.

“Meski ekspansi dilakukan agresif, kami tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Akuisisi backbone dilakukan untuk mendukung penggelaran jaringan FTTH di berbagai daerah,” tutur Adrian.

Ia menambahkan, strategi tersebut akan memastikan setiap homeconnect yang dibangun segera beralih menjadi pelanggan aktif sehingga berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas perusahaan.

Selain fokus pada pasar ritel melalui Nethome, Remala juga memperluas layanan di segmen business-to-business (B2B), pemerintahan, dan wholesale. Diversifikasi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan pendapatan perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Remala memiliki beragam segmen pasar dengan karakteristik dan keunggulan berbeda. Diversifikasi inilah yang menjaga soliditas kinerja keuangan kami,” ujar Adrian menutup.

Menjelang akhir tahun, Remala berencana melanjutkan ekspansi jaringan FTTH ke berbagai wilayah di Jawa dan Bali dengan menggandeng mitra lokal. Strategi kemitraan ini diharapkan mempercepat penetrasi layanan Nethome sekaligus memperkuat posisi Remala di pasar fixed broadband nasional.

Dengan fondasi bisnis yang kuat dan diversifikasi pasar yang matang, Remala optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir 2025.

BACA JUGA :di Sini

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak