ajibata.id Produsen Makanan Terapkan AI untuk Hemat Biaya Produksi Produsen makanan ringan Mondelez International mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memangkas biaya produksi konten pemasaran hingga 50 persen. Langkah ini dilakukan agar perusahaan tetap efisien di tengah tekanan biaya dan perubahan perilaku konsumen.
Produsen Makanan Terapkan AI untuk Hemat Biaya Produksi AI Jadi Kunci Efisiensi Produksi Konten
Mengutip Channel News Asia, Mondelez bekerja sama dengan Publicis Groupe dan Accenture dalam mengembangkan alat AI generatif sejak tahun lalu. Teknologi ini dirancang untuk membuat iklan video pendek secara otomatis dengan biaya lebih murah dan waktu produksi lebih cepat.
Jon Halvorson, Global Senior Vice President of Consumer Experience Mondelez, mengatakan perusahaan menyiapkan investasi lebih dari USD 40 juta atau sekitar Rp 665,6 miliar. “Kami berharap alat ini dapat menghasilkan iklan TV yang siap tayang pada musim liburan tahun depan, bahkan mungkin untuk Super Bowl 2027,” ujarnya.
Mondelez telah menguji alat AI tersebut di media sosial untuk dua produk andalannya: kue Chips Ahoy di Amerika Serikat dan cokelat Milka di Jerman. Video berdurasi delapan detik yang dihasilkan menampilkan efek visual gelombang cokelat dengan latar berbeda sesuai target konsumen.
Halvorson menjelaskan, biaya animasi konvensional bisa mencapai ratusan ribu dolar, sedangkan sistem AI memangkas biaya itu secara signifikan. Pada November mendatang, Oreo akan menggunakan alat ini untuk promosi di halaman produk Amazon dan Walmart.
“Dalam beberapa bulan ke depan, kami juga akan menerapkannya untuk cokelat Lacta dan Oreo di Brasil serta Cadbury di Inggris,” kata Halvorson menambahkan.
Meski mengandalkan otomatisasi, Mondelez tetap menerapkan standar etika ketat. Tina Vaswani, Vice President Pemberdayaan Digital dan Data, menegaskan bahwa tim manusia tetap meninjau semua konten AI untuk mencegah kesalahan atau pelanggaran kebijakan.
Perusahaan juga melarang penggunaan elemen promosi yang menonjolkan kebiasaan makan tidak sehat, vaping, bahasa manipulatif secara emosional, serta stereotip yang menyinggung.
Langkah ini menunjukkan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan kreativitas manusia, melainkan mempercepat proses produksi dalam batas etika yang jelas.
Mondelez bukan satu-satunya perusahaan yang mengandalkan AI untuk efisiensi pemasaran. Kraft Heinz dan Coca-Cola juga telah melakukan eksperimen serupa. Coca-Cola bahkan menayangkan iklan liburan berbasis AI pada 2024, meskipun menuai kritik karena dianggap kurang menampilkan emosi manusia.
Di sisi lain, investasi besar perusahaan global pada teknologi ini menandai perubahan paradigma industri kreatif, di mana efisiensi dan personalisasi menjadi prioritas utama.
Pemanfaatan AI oleh Mondelez menegaskan arah baru dunia pemasaran digital yang semakin terintegrasi dengan teknologi. Dengan efisiensi tinggi dan kontrol etis yang ketat, AI berpotensi menjadi alat utama dalam menciptakan kampanye kreatif yang cepat dan relevan.
Namun, sebagaimana ditegaskan Halvorson, sentuhan manusia tetap penting untuk memastikan setiap pesan promosi tetap otentik, emosional, dan beresonansi dengan konsumen.











