Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo-Gibran untuk Rakyat

Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo-Gibran untuk Rakyat
Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo-Gibran untuk Rakyat

ajibata.id Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo-Gibran untuk Rakyat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperluas akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dalam delapan bulan berjalan, program ini telah menjangkau lebih dari 40 juta masyarakat, dari bayi hingga lansia.

Sejak pagi, Defita—siswi kelas 10 SMAN 6 Tangerang Selatan—tampak bersemangat mengikuti kegiatan CKG Sekolah pada 4 Agustus 2025. Ruang kelasnya diubah menjadi pos pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi, berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah.

Tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan darah di ujung jari untuk mengukur gula darah sewaktu dan kadar hemoglobin. Meski awalnya gugup, Defita akhirnya lega setelah melalui proses tersebut.
“Awalnya gemetar, tapi ternyata cuma seperti digigit semut. Enggak sakit kok,” ujarnya dengan tawa lega.

Program CKG Sekolah merupakan bentuk nyata pendekatan kesehatan sejak usia muda. Pemerintah berupaya menanamkan kesadaran pentingnya pemeriksaan dini kepada generasi pelajar.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Cek Kesehatan Gratis adalah inovasi penting yang belum banyak dimiliki negara lain.
“Kita sudah meluncurkan CKG untuk setiap warga negara. Ini salah satu terobosan besar di dunia,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Maret 2025.

Program ini terbuka untuk semua warga, termasuk yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan (JKN). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, pemeriksaan ini sepenuhnya ditanggung pemerintah.
“CKG adalah program untuk semua masyarakat Indonesia, tanpa kecuali,” ujarnya.

Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo-Gibran untuk Rakyat Jenis Pemeriksaan Disesuaikan dengan Kelompok Usia

Menteri Budi Gunadi menjelaskan bahwa jenis pemeriksaan dalam CKG disesuaikan dengan usia peserta.

  • Bayi dan balita menjalani skrining penyakit bawaan.
  • Perempuan di atas 30 tahun mendapat pemeriksaan kanker serviks dan payudara.
  • Pria di atas 40 tahun diperiksa untuk risiko stroke, penyakit jantung, ginjal, dan PPOK.

Rini, warga Padang berusia 45 tahun, mengaku sangat terbantu setelah menjalani serangkaian tes termasuk EKG dan IVA test.
“Saya jadi tahu kondisi kesehatan dan bisa langsung konsultasi ke dokter,” ujarnya.

Menurut Budi, semakin bertambah usia seseorang, semakin lengkap pula pemeriksaan yang dijalani. Termasuk deteksi dini kanker paru dan kanker usus besar bagi pria usia 45 tahun ke atas.

Pemerintah mempermudah akses pendaftaran CKG melalui berbagai kanal, salah satunya aplikasi SATUSEHAT. Masyarakat cukup melakukan beberapa klik untuk mendaftar di fasilitas kesehatan terdekat. Alternatif lain adalah pendaftaran langsung di puskesmas atau melalui WhatsApp resmi Kementerian Kesehatan.

Untuk program CKG Sekolah, tim puskesmas mendatangi sekolah-sekolah dan melakukan pemeriksaan bergilir kepada para siswa. Cara ini membuat program lebih inklusif dan menjangkau daerah yang sulit mengakses layanan medis.

Per 17 Oktober 2025, 44 juta orang telah mendaftar CKG, dan 41,8 juta di antaranya sudah menjalani pemeriksaan. Setiap hari rata-rata 600 ribu orang ikut serta, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program kesehatan ini.

“Dengan kecepatan seperti ini, capaiannya bisa mencapai 70 juta peserta tahun ini,” kata Budi Gunadi dalam temu media di Jakarta.

Program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan massal, tetapi juga wujud nyata pemerataan layanan kesehatan. Dengan kemudahan akses, edukasi dini, dan cakupan nasional, CKG menjadi langkah besar menuju Indonesia sehat dan produktif di masa depan.

baca juga :https://www.liputan6.com/bola/read/6194422/hasil-french-open-2025-sabarreza-kalah-dramatis-dari-pasangan-malaysia?page=3

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak