ajibata, Hujan deras yang mengguyur Kota Depok saat perayaan Idulfitri 2026 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya, ribuan rumah terendam dan puluhan ribu warga terdampak. Kondisi ini memaksa pemerintah dan petugas gabungan bergerak cepat untuk melakukan evakuasi serta penanganan darurat.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (21/3/2026), ketika intensitas hujan meningkat sejak sore hari. Air meluap dari sejumlah kali dan situasi menjadi semakin parah dalam waktu singkat.
baca juga: Istri Immanuel Jenguk, Soroti Gus Yaqut di Rutan KPK
RIBUAN RUMAH TERDAMPAK BANJIR
Berdasarkan data, sebanyak 3.675 rumah terendam banjir di berbagai wilayah Kota Depok. Selain itu, sekitar 14.700 jiwa ikut terdampak akibat bencana ini.
Wilayah terdampak meliputi beberapa kecamatan, antara lain Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos. Setiap wilayah mengalami dampak yang berbeda, baik dari jumlah rumah terdampak maupun tingkat ketinggian air.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir yang terjadi cukup luas dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
WILAYAH TERPARAH TERDAMPAK BANJIR
Kabid Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Denny Romulo, menjelaskan bahwa Kecamatan Cimanggis menjadi salah satu wilayah dengan dampak terbesar.
Di wilayah ini, banjir melanda beberapa kelurahan seperti Mekarsari, Tugu, dan Pasir Gunung Selatan. Selain itu, wilayah Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos juga mengalami banjir meskipun dalam skala yang berbeda.
Dengan demikian, banjir tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi menyebar di berbagai kawasan permukiman.
PENYEBAB BANJIR: HUJAN DERAS DAN LUAPAN SUNGAI
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa kali meluap, seperti Kali Cikupa, Kali Cipinang, Kali Jantung, Kali Laya, hingga Situ Pedongkelan.
Selain itu, terdapat dugaan bahwa sumbatan sampah memperparah kondisi banjir. Air yang seharusnya mengalir menjadi terhambat, sehingga meluap ke permukiman warga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor alam dan faktor lingkungan sama-sama berperan dalam terjadinya banjir.
KETINGGIAN AIR MENCAPAI LEBIH DARI 1,5 METER
Ketinggian air di beberapa titik bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 160 sentimeter. Bahkan, di beberapa lokasi tertentu, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter.
Dengan ketinggian tersebut, banyak rumah warga terendam hingga ke bagian dalam. Tidak sedikit barang berharga yang tidak sempat diselamatkan.
Selain itu, kendaraan seperti motor dan mobil juga ikut terendam karena tidak sempat dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
EVAKUASI WARGA DILAKUKAN SECARA SIGAP
Petugas gabungan, termasuk Brimob, dikerahkan untuk membantu evakuasi warga. Prioritas utama adalah menyelamatkan warga yang terjebak di rumah akibat genangan air yang tinggi.
Banyak anak-anak dan lansia dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dengan perahu karet dan alat bantu lainnya.
Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa.
KOORDINASI ANTARINSTANSI DIPERKUAT
DPKP Kota Depok juga berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk penanganan pasca banjir. Selain itu, Dinas Sosial turut dilibatkan dalam proses bantuan dan pemulihan.
Denny Romulo menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya maksimal dalam membantu warga terdampak.
Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan pemulihan berjalan dengan cepat dan efektif.
TIDAK ADA KORBAN JIWA, PENANGANAN TERUS BERJALAN
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat banjir tersebut. Meskipun demikian, petugas masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan.
Kondisi air di beberapa wilayah juga mulai surut secara bertahap. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT
Pemerintah mengimbau warga terdampak untuk segera mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Langkah antisipasi menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak kerugian akibat banjir. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko kerusakan dan kerugian dapat diminimalkan.
FAKTOR LINGKUNGAN JADI PERHATIAN UTAMA
Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan juga menjadi perhatian. Sumbatan sampah di saluran air menjadi salah satu penyebab air meluap ke permukiman.
Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan. Jika saluran air lancar, maka risiko banjir dapat dikurangi secara signifikan.
PENUTUP: KESIAPSIAGAAN HADAPI CUACA EKSTREM
Banjir yang melanda Kota Depok menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi kapan saja. Dengan meningkatnya curah hujan, risiko bencana juga semakin tinggi.
Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih efektif. Selain itu, langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kunci penting dalam mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
baca juga: Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Berakhir, Arus Normal











