Umum  

Sejarah Foto Lawas Muhadjir Effendy Lindungi Try Sutrisno

Sejarah Foto Lawas Muhadjir Effendy Lindungi Try Sutrisno
Sejarah Foto Lawas Muhadjir Effendy Lindungi Try Sutrisno

ajibata, Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy, mengunggah foto lawasnya bersama Almarhum Try Sutrisno. Foto tersebut kemudian disandingkan dengan momen terakhir kebersamaan mereka. Unggahan ini disertai doa untuk Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Muhadjir menceritakan kisah di balik foto tersebut. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Pembantu Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

baca juga: Bandar Narkoba Koko Erwin Ditangkap, Kondisi Lesu

Pertemuan Pertama Tahun 1989

“Saya dikenal oleh beliau sekitar 1989, ketika mempersiapkan kehadiran beliau pada acara pembukaan Muktamar Tarjih Muhammadiyah ke-22 di Malang. Sebagai Panglima ABRI waktu itu, beliau mewakili Bapak Presiden Soeharto membuka acara Muktamar. Waktu itu saya sebagai Pembantu Rektor III Univ. Muhammadiyah Malang, kebetulan ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana,” kenang Muhadjir melalui pesan singkat, Senin (2/3/2026).

Sejak pertemuan pertama itu, Try Sutrisno selalu mengingat Muhadjir. Di setiap kesempatan bertemu, Muhadjir dipanggil dan diberi perhatian khusus. Menurut Muhadjir Effendy, hal ini meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya sebagai orang muda yang “bukan siapa-siapa” pada waktu itu.

Hubungan yang Berlanjut hingga Jabatan Mendikbud

Muhadjir menceritakan bahwa hubungan mereka berlanjut hingga ia diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada 2016. “Pak Try adalah salah satu di antara tokoh yang pertama menelepon saya,” ujarnya dengan haru.

Bagi Muhadjir, Try Sutrisno adalah sosok tempat menimba pengalaman dan pelajaran dalam banyak hal, terutama terkait kesetiaan kepada bangsa dan negara, kepemimpinan yang otentik, integritas, kejujuran, dan kesederhanaan.

“Pak Try adalah pribadi yang sangat baik. Bahkan terlalu baik. Insya Allah, almarhum mendapat kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT, dan mendapat tempat —bersama hamba-hamba Allah yang baik (al abrār)—di surga. Amin,” doa Muhadjir menutup.

Karier dan Pengabdian Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya. Ia meniti karier di TNI AD dan pernah menduduki sejumlah posisi penting, termasuk Kepala Staf Kodam XVI/Udayana dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya. Puncak karier militernya adalah menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari 1988 hingga 1993.

Pada 1993, Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto hingga 1998. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun.

Setelah masa jabatannya, Try Sutrisno tetap aktif di berbagai organisasi veteran. Ia terpilih sebagai Ketua Pepabri dari 1998 hingga 2003, menyatukan cabang angkatan bersenjata di bawah satu organisasi. Selain itu, ia juga pernah menjadi sesepuh partai untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Jenazah dan Pemakaman

Jenazah Try Sutrisno akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari yang sama. Pemakaman akan dilakukan dengan penghormatan militer, mengingat status almarhum sebagai mantan Wakil Presiden dan Jenderal TNI.

Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri keluarga, kerabat, tokoh militer, pejabat negara, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Upacara ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian Try Sutrisno bagi bangsa dan negara.

Warisan Kepemimpinan dan Inspirasi

Try Sutrisno dikenal sebagai sosok disiplin, tegas, dan berdedikasi tinggi. Kepemimpinan dan integritasnya menjadi teladan bagi generasi penerus, baik di dunia militer maupun pemerintahan. Ia juga dihormati sebagai figur yang selalu menjaga kesederhanaan dan kejujuran dalam setiap keputusan.

Muhadjir Effendy menilai Try Sutrisno sebagai guru dan mentor dalam banyak hal. Nilai-nilai kepemimpinan, kesetiaan, dan integritas yang ia tunjukkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pejabat yang pernah bekerja bersamanya.

Kepergian Try Sutrisno menandai kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Namun, jasa dan kontribusinya dalam menjaga stabilitas politik, membina militer, dan membimbing generasi muda tetap dikenang. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan menjadi teladan bagi seluruh warga negara.

baca juga: 5 Berita Terpopuler: Dari Prof Sri Darma Tutup Usia hingga Harga BBM Nonsubsidi Naik

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak